CRING! CMS

Category: Solusi CRING!

  • Mengelola Pembayaran Berulang Bisnis dengan Mudah menggunakan Payment Facilitator

    Mengelola Pembayaran Berulang Bisnis dengan Mudah menggunakan Payment Facilitator

    Mengelola Pembayaran Bisnis menggunakan Paymment Facilitator

    Dalam sebuah bisnis, transaksi rutin atau berulang merupakan hal yang sudah biasa. Perusahaan biasanya memiliki kebutuhan operasional yang harus dipenuhi seperti listrik, air, ataupun pembayaran rutin terhadap vendor yang menyediakan bahan baku untuk produksi perusahaan. 


    Melakukan pembayaran berulang secara manual tentu akan memakan Waktu lebih lama. Oleh karena itu, Anda bisa mulai menggunakan payment facilitator untuk mengelola pembayaran berulang bisnis dengan mudah.


    Baca Juga : Dukung Pertumbuhan Bisnis UMKM dengan Payment Facilitator yang Unggul


    Definisi Pembayaran Berulang 

    Dalam suatu periode tertentu, bisnis biasanya memiliki sesuatu yang dilakukan secara rutin, salah satunya adalah pembayaran. Kegiatan berkala seperti pembayaran berulang atau recurring payment, dalam perusahaan dapat menunjukkan bahwa operasional bisnis berjalan dengan baik. Namun, apa yang dimaksud recurring payment?


    Recurring Payment yang secara harfiah berarti pembayaran berulang, yang merupakan metode pembayaran secara rutin, berkala, dan biasanya bersifat otomatis dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati.


    Selain itu, dalam pembayaran berulang, nominal dana yang dibayarkan umumnya selalu dalam jumlah yang sama. Perusahaan atau penyedia layanan akan mendebit pembayaran dari kartu kredit atau rekening bank atas persetujuan dari pelanggan, yang akan mempermudah dan mempercepat proses pembayaran.


    Tantangan dalam Mengelola Pembayaran Berulang secara Manual 

    Mengelola pembayaran berulang secara manual bisa mengurangi efisiensi operasional perusahaan. Selain itu, ada pula beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya adalah sebagai berikut: 

    1. Kesalahan Administratif

    Kesalahan administratif dalam proses manual sangat mungkin terjadi. Kekeliruan cukup terjadi saat menginput data pelanggan, jadwal pembayaran, atau jumlah pembayaran.

    Human error yang terjadi bisa mengakibatkan transaksi terproses dalam jumlah yang salah atau bahkan tidak terproses sama sekali.


    1. Keterlambatan Pembayaran

    Pembayaran berulang secara manual juga bisa menyebabkan keterlambatan pembayaran, karena pelanggan bisa saja lupa melakukan pembayaran tepat Waktu. Hal ini bisa memberikan dampak kurang baik pada arus kas.


    1. Riwayat Pembayaran Sulit Dilacak

    Riwayat transaksi manual tidak seperti transaksi digital yang akan tercatat secara otomatis. Selain itu, dalam transaksi manual juga bisa saja terjadi ketidakakuratan dalam pencatatan yang bisa menyulitkan dalam penyelesaian sengketa pembayaran.


    1. Sulit Integrasi dengan Sistem Lain

    Tidak seperti pembayaran digital, pembayaran manual sulit diintegrasikan dengan sistem pelaporan atau keuangan. Akibatnya, proses analisis dan pengambilan keputusan berjalan lebih lambat.


    1. Membutuhkan Waktu dan Sumber Daya yang Lebih

    Melakukan pembayaran berulang secara manual membutuhkan lebih banyak Waktu dan sumber daya yang lebih besar. Staf harus memeriksa pembayaran satu per satu, memperbarui data secara berkala, dan mengirim pengingat. Staf harus melakukan pemantauan lebih, terutama jika jumlah pelanggan besar.


    Fitur Utama CRING! untuk Recurring Payment

    CRING! menyediakan layanan Recurring Payment yang memiliki berbagai fitur utama diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Sistem Otomatis untuk Penagihan Rutin

    Recurring Payment CRING! memiliki sistem otomatis yang dirancang untuk penagihan rutin. Hal ini akan mempermudah bisnis dalam mengatur pembayaran berulang seperti cicilan ataupun langganan. 


    Sistem otomatis ini akan bantu mengurangi risiko keterlambatan pembayaran karena akan diproses sesuai jadwal. Kedua belah pihak pun, pelanggan dan pengusaha, akan menerima notifikasi dan laporan secara real-time. Dengan begitu, kedua pihak bisa memantau status transaksi dengan transparan. 


    Selain itu, bisnis juga memiliki fleksibilitas untuk mengatur jadwal pembayaran dengan berbagai opsi seperti mingguan, bulanan, atau tahunan. Data pelanggan juga akan dilindungi secara maksimal, sehingga semua pihak dalam transaksi akan merasa aman.


    2. Pelaporan Transaksi secara Real-time untuk Mempermudah Manajemen Keuangan

    Dengan Recurring Payment CRING! pebisnis dapat menerima laporan transaksi secara real-time, yang dapat mempermudah manajemen keuangan. Hal ini dapat membantu bisnis dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat dan strategis yang dapat memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang. 


    Selain itu, sistem yang terintegrasi dengan fitur analitik juga membuat bisnis bisa mendapatkan informasi mendalam tentang pola pembayaran pelanggan, arus kas, dan performa keuangan perusahaan secara keseluruhan. 


    3. Integrasi Mudah dengan Berbagai Platform Bisnis

    Fitur recurring payment CRING! dirancang agar bisa terintegrasi dengan berbagai platform bisnis seperti sistem CRM (Customer Relationship Management) dan sistem akuntansi. Sistem ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. 


    Integrasi juga memungkinkan bisnis untuk memberikan pengalaman pembayaran yang lebih baik bagi pelanggan, terutama dengan dukungan untuk berbagai metode pembayaran. Dengan sistem yang terpadu, pelanggan juga dapat mendaftar melalui website atau aplikasi tanpa hambatan berarti.


    Manfaat Mengelola Recurring Payment UMKM dengan CRING!  

    Meskipun UMKM bukan termasuk kategori bisnis yang besar, tetap memerlukan recurring payment untuk mendukung usahanya. Berikut adalah manfaat mengelola recurring payment UMKM dengan CRING!

    1. Mengurangi Kemungkinan Kesalahan 

    Sistem akan secara otomatis menetapkan pola pembayaran yang sama sejak awal mulai berlangganan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi kesalahan, agar baik pelanggan maupun pihak penyedia layanan tidak melakukan kekeliruan. 


    Sistem ini dirancang agar bisa menjadi solusi praktis yang dapat menghilangkan kekhawatiran pada kedua pihak yang terlibat dalam transaksi.


    2. Arus Kas Lebih Terprediksi

    Dengan recurring payment CRING! pelaku UMKM bisa memantau dengan mudah arus kas dan dapat membuat perencanaan keuangan dengan lebih strategis. Pemasukan yang sifatnya berulang dapat memberikan stabilitas pendapatan yang membuat bisnis lebih siap menghadapi fluktuasi pasar.


    Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengelola anggaran menjadi lebih efisien dan mengarahkan dana pada investasi yang memiliki potensi pengembalian yang lebih tinggi.


    3. Dilakukan Secara Otomatis 

    Proses recurring payment dilakukan sepenuhnya secara otomatis. Baik pelanggan maupun perusahaan tidak perlu lagi repot mengelola pembayaran yang berulang di setiap periode.


    Begitu pelanggan mendaftar untuk berlangganan serta memberikan detail pribadinya, sistem pembayaran berulang akan menghasilkan tagihan secara berkala secara otomatis tanpa memerlukan campur tangan manusia.


    4. Menghemat Waktu 

    Sistem recurring payment yang bersifat otomatis dapat menghemat waktu, karena pendaftaran dan pengisian data hanya dilakukan sekali di awal. Pembayaran berikutnya akan berlangsung otomatis dan disesuaikan dengan periode langganan.

    Sistem hanya perlu mengirimkan konfirmasi melalui email kepada pelanggan terkait pembayaran. Di sisi lain, pelaku UMKM dapat mengurangi risiko penundaan pembayaran yang bisa berdampak kurang baik pada arus kas. 


    Baca Juga : Transaksi Bisnis UMKM dengan Metode Peembayaran QRIS Statis


    CRING! Solusi Praktis untuk Pembayaran Berulang Bisnis UMKM 

    UMKM biasanya memiliki volume transaksi yang belum terlalu besar. Oleh karena itu, pendapatan rutin dari pembayaran berulang sangat penting bagi arus kas UMKM. Keterlambatan atau penundaan pembayaran dapat berpengaruh pada proses operasional bisnis.


    CRING! hadir sebagai solusi praktis untuk pembayaran berulang bisnis, yang dirancang khusus untuk membantu UMKM dalam mengelola berbagai transaksi agar lebih mudah dan efisien. Hubungi tim kami sekarang! untuk Automasi Pembayaran Berulang Bisnis Anda Bersama CRING! 


  • Keunggulan Payment Facilitator dalam Mendukung Pertumbuhan Bisnis UMKM

    Keunggulan Payment Facilitator dalam Mendukung Pertumbuhan Bisnis UMKM

    keunggulan payment facilitator dalam bisnis UMKM

    Manfaat payment facilitator untuk bisnis sudah sangat terasa, terutama bagi Anda para pelaku UMKM. Di Indonesia, UMKM memiliki peran yang penting dalam memutar roda perekonomian. Itulah kenapa, perkembangan UMKM sangat diperhatikan. Artikel ini akan membahas keunggulan payment facilitator yang sangat bisa diandalkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM. 


    Baca Juga : Transaksi Digital yang Optimal dengan Menggunakan Direct Debit


    Apa Itu Payment Facilitator? 

    Sebagai pelaku UMKM di era digital, pasti Anda sudah pernah mendengar tentang payment facilitator. Layanan yang dapat menyederhanakan proses pembayaran ini dapat membantu bisnis dalam mengembangkan usahanya. Payment facilitator dapat menjadi solusi pembayaran digital terintegrasi. Akan tetapi, sebelum menggunakan layanannya, mari kita pahami dahulu apa itu payment facilitator? 


    Payment facilitator merupakan pihak yang bertindak sebagai perantara antara merchant dan penyedia jasa pembayaran. Fasilitator pembayaran dapat membuat proses pembayaran bagi bisnis menjadi lebih sederhana. 


    Dalam prosesnya, bisnis atau merchant yang ingin menggunakan layanan Payment Facilitator tak perlu membuat akun sendiri, sehingga cocok bagi bisnis kecil yang belum memiliki volume transaksi yang tinggi.


    Dengan didaftarkannya sebagai sub-merchant di bawah akun utama pihak fasilitator, proses onboarding dapat menjadi lebih cepat dan praktis. Layanan yang ditawarkan meliputi penanganan seluruh proses transaksi, termasuk otorisasi, pengelolaan dana, dan penyelesaian pembayaran.


    Bagaimana Payment Facilitator Bekerja? 

    Untuk memproses transaksi, payment facilitator menggunakan Merchant ID (MID) atau akun identifikasi merchant utama sebagai fondasi dalam proses transaksi. 


    Untuk memproses transaksi, merchant yang mendaftar melalui platform Payment Facilitator akan menjadi sub-merchant di bawah akun master fasilitator pembayaran. Hal ini membuat bisnis tidak perlu membuat akun merchant  langsung dengan acquirer atau bank.


    Jika merchant sudah terdaftar, fasilitator pembayaran harus menyediakan infrastruktur yang dapat mendukung berbagai metode pembayaran seperti kartu debit, kredit, hingga e-wallet. Selain itu, Payment Facilitator juga perlu mengelola seluruh proses transaksi mulai dari manajemen dana hingga otorisasi.


    Tidak hanya itu, agar merchant dapat fokus pada operasional bisnis, Payment Facilitator akan mengelola risiko dan kepatuhan, mulai dari verifikasi identitas merchant, pemantauan transaksi, hingga penerapan keamanan. 


    Mengapa Payment Facilitator Penting untuk Bisnis Modern? 

    Persaingan bisnis modern semakin ketat, pebisnis harus pandai-pandai bersaing agar usahanya tetap mendapat perhatian dari pelanggan, salah satunya dengan menyediakan pilihan pembayaran yang dapat menjangkau banyak pembeli. 

    Kemudahan memproses transaksi digital 

    Sebagai fasilitator pembayaran, Pay Facilitator merupakan faktor penting dalam proses transaksi digital. Bisnis bisa langsung terhubung ke jaringan pembayaran yang aman, tanpa perlu melewati proses yang rumit dengan payment facilitator. 


    Fasilitator pembayaran juga menyediakan platform yang terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran, mulai dari e-wallet, transfer bank, hingga kartu kredit, sehingga mempermudah pelanggan dalam menyelesaikan transaksi digital.


    Dukungan bagi UMKM

    Layanan payment facilitator sangat cocok untuk usaha kecil seperti UMKM. Sehingga fasilitator pembayaran memiliki peranan yang penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan Payment Facilitator, UMKM bisa langsung memproses transaksi tanpa harus menunggu persetujuan yang rumit. Solusi pembayaran terjangkau dan mudah diakses yang ditawarkan oleh Payment Facilitator, dapat membantu UMKM menangani proses administratif dan kendala teknis yang biasanya dihadapi saat akan menerima pembayaran digital.


    Keunggulan Payment Facilitator CRING!

    1. Sistem Terintegrasi yang Mempermudah Pengelolaan Bisnis 

    Sistem terintegrasi yang mempermudah pengelolaan bisnis merupakan salah satu keunggulan utama Payment facilitator. Berbagai metode pembayaran seperti e-wallet, transfer bank, hingga kartu kredit dapat diterima dengan mudah lewat platform yang terpadu. Selain meningkatkan efisiensi pembayaran, layanan ini juga akan mencatat semua transaksi yang terjadi secara otomatis dan real-time, sehingga pengelolaan cash flow menjadi lebih akurat dan transparan.


    2. Biaya Transaksi yang Kompetitif 

    Keunggulan payment facilitator lainnya adalah biaya transaksi yang kompetitif. Dengan sistem yang terintegrasi, fasilitator pembayaran bisa menggabungkan proses onboarding merchant, pemrosesan pembayaran, serta manajemen risiko ke dalam satu platform. 


    Dengan begitu, biaya operasional dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, Payment Facilitator juga menawarkan struktur biaya yang dapat disesuaikan berdasarkan volume transaksi, memberikan opsi yang sesuai untuk bisnis skala kecil maupun besar.


    3 Keamanan dan Kecepatan Transaksi 

    Di era transaksi digital, keamanan dan kecepatan transaksi merupakan hal yang sangat penting. Itu pula yang ditawarkan oleh payment facilitator CRING! yang dilengkapi dengan teknologi enkripsi tingkat tinggi dan sertifikasi keamanan. 


    Di samping keamanan, payment facilitator CRING! juga memastikan pembayaran dapat berjalan dengan cepat, sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan transaksi. Hal ini juga akan memberikan pengalaman yang baik bagi pelanggan.


    4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan 

    Keunggulan payment facilitator seperti sistem yang terintegrasi, biaya transaksi yang kompetitif, serta keamanan dan kecepatan transaksi tentu dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.  Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, bisnis bisa membangun hubungan yang solid dengan pelanggan, yang akan berdampak pada peningkatan loyalitas pelanggan.


    5. Meningkatkan Efisiensi dan Skala Operational 

    Penyederhanaan proses pembayaran oleh Payment Facilitator dapat meningkatkan efisiensi dan skala operasional bisnis. Sistem yang terintegrasi membuat transaksi menjadi terpusat di satu platform, yang mengurangi waktu dan biaya untuk mengaplikasikan berbagai layanan atau alat pembayaran secara terpisah. 


    Selain itu, sebagai solusi pembayaran digital terintegrasi, Payment Facilitator juga didesain untuk menangani volume transaksi yang beragam, sehingga merchant bisa sewaktu-waktu meningkatkan skala operasional dan memperluas jangkauan pasar tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan sistem pembayaran. 


    Tingkatkan Bisnis Anda dengan Payment Facilitator CRING! 

    Ada banyak cara untuk meningkatkan bisnis, salah satunya adalah dengan memanfaatkan Payment Facilitator CRING! Dengan sistem yang terintegrasi, CRING! dapat mendukung berbagai pilihan metode pembayaran seperti transfer bank, e-wallet, kartu kredit, hingga QRIS. Prosesnya yang cepat dan aman akan membantu bisnis Anda mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi dan memberikan pengalaman pembayaran terbaik bagi pelanggan. 


    Selain itu, CRING! juga memiliki infrastruktur dengan kemampuan menangani transaksi dalam jumlah besar, yang membuat Anda bisa memperluas skala operasional bisnis kapan pun. Hubungi Tim CRING! sekarang dan rasakan keunggulan payment facilitator yang mendukung pertumbuhan bisnis Anda!


  • QRIS Statis CRING! Pembayaran Digital Untuk Transaksi Bisnis UMKM

    QRIS Statis CRING! Pembayaran Digital Untuk Transaksi Bisnis UMKM

    qris statis cring untuk transaksi bisnis

    Siapa yang tak kenal dengan alat pembayaran QRIS? Hampir semua orang di masa kini mengenal alat pembayaran QRIS, belakangan metode yang satu ini menjadi sangat populer karena efisiensi yang ditawarkannya. Namun, apakah Anda tahu bahwa QRIS memiliki lebih dari satu jenis yaitu QRIS statis dan QRIS dinamis? Apakah ada perbedaan signifikan di antara keduanya. Mari simak artikel di bawah ini.


    Baca Juga : Mengoptimalkan Direct Debit dalam Transaksi Digital Bisnis


    Mengenal QRIS Statis dan Pentingnya untuk UMKM

    QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan salah satu metode pembayaran yang telah banyak digunakan oleh UMKM di Indonesia. Cara bayar yang mudah membuat metode yang satu ini bukan hanya digemari oleh pebisnis, tetapi juga oleh pelanggan. Terbagi menjadi dua jenis, sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui apa itu QRIS dinamis dan statis? 


    Pernahkah Anda pergi belanja di supermarket dan memilih metode pembayaran QRIS. Lalu sang kasir memasukkan daftar belanjaan di mesin dan tak lama kemudian kode QR pembayaran dicetak lewat mesin EDC. 


    Kode QR yang dicetak lewat mesin EDC tersebut disebut juga sebagai QRIS dinamis yang mana QR code akan berbeda di setiap transaksi. Pembeli tidak perlu memasukkan nominal tagihan karena telah ditentukan lebih dulu oleh merchant. 


    Biasanya QRIS dinamis dicetak melalui printer EDC atau mesin kasir yang telah terintegrasi dengan sistem, sehingga setiap kode QR hanya berlaku untuk satu kali transaksi.  Sementara itu, QRIS statis adalah kebalikannya. QRIS statis bersifat tetap dan bisa digunakan untuk transaksi secara berulang. 


    QRIS statis umumnya digunakan oleh UMKM yang dicetak dalam bentuk stiker yang bisa ditempel atau dipajang di meja kasir. Pada QRIS statis, pembeli perlu memasukkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan secara manual. 


    Tantangan UMKM dalam Mengadopsi Pembayaran Digital 

    Meski pembayaran digital telah populer, tidak serta merta para UMKM bisa dengan mudah menggunakan metode pembayaran ini, tetap ada tantangan yang harus dihadapi. Adapun tantangan UMKM dalam mengadopsi pembayaran digital. 

    Biaya Transaksi

    Biaya transaksi atau biaya administrasi seringkali menjadi hal yang membuat pelaku UMKM mundur untuk menggunakan pembayaran digital. 

    UMKM kerap merasa terbebani dengan biaya transaksi atau administrasi yang dikenakan oleh penyedia layanan pembayaran digital. Hal ini bisa menjadi disinsentif bagi bisnis dengan margin keuntungan yang kecil.


    Kurangnya Literasi Digital

    Meski zaman sudah canggih, tak semua orang memiliki kemampuan literasi digital yang cukup. Sehingga masih banyak pelaku UMKM yang kurang memiliki pengetahuan tentang teknologi digital dan bagaimana cara menggunakannya, terutama di daerah terpencil.


    Keterbatasan Infrastruktur

    Di beberapa wilayah di Indonesia, infrastruktur perangkat teknologi dan jaringan internet seringkali masih kurang memadai. Hal ini membuat pembayaran digital sulit diakses, yang dapat menyebabkan proses transaksi menjadi tidak optimal. 


    Regulasi yang Rumit

    Pelaku UMKM kadangkala menganggap proses registrasi dan persyaratan kepatuhan yang diberlakukan oleh penyedia layanan seperti persyaratan terkait legalitas usaha atau dokumen administratif sebagai sesuatu yang rumit. Sehingga, pelaku UMKM ragu untuk beralih ke pembayaran digital.


    Adaptasi Kebiasaan Pelanggan

    Beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran digital membutuhkan adaptasi dan tidak semua pelanggan bisa dengan mudah berpindah kebiasaan. Oleh karena itu, meski pembayaran digital semakin populer, UMKM tidak bisa sepenuhnya mengadopsi sistem digital untuk proses transaksi.


    Fitur Utama QRIS Statis CRING!

    CRING! Payment facilitator menyediakan layanan QRIS statis yang memiliki beberapa fitur utama, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Kode Tetap

    QR code CRING! bersifat statis atau bisa digunakan berulang kali pada customer yang berbeda, sehingga merchant tidak perlu mencetak ulang untuk setiap transaksi.


    2. Cocok untuk Transaksi Kecil

    QRIS statis cocok digunakan untuk transaksi dengan nominal yang kecil hingga sedang, seperti di kios, warung, atau pedagang kaki lima.


    3. Pembayaran Manual oleh Konsumen

    Karena kode QR bersifat tetap yang mana bisa digunakan untuk transaksi berulang, maka pelanggan perlu memasukkan nominal transaksi secara manual setelah memindai QR code.


    4. Efisiensi Biaya

    Dibanding QRIS dinamis, QRIS statis memiliki biaya operasional yang lebih rendah karena pada prosesnya tidak membutuhkan perangkat tambahan seperti mesin EDC.


    5. Kompatibilitas Luas

    QRIS statis mendukung pembayaran dari berbagai aplikasi e-wallet serta layanan perbankan yang juga menyediakan pembayaran QR code.


    Baca Juga : Proses Pendaftaran yang Lebih Efisien dengan Digital Onboarding


    Manfaat QRIS Statis CRING! Untuk UMKM 

    Alasan mengapa metode pembayaran QRIS bisa sangat populer adalah karena manfaat yang ditawarkannya. Adapun manfaat QRIS statis untuk UMKM adalah sebagai berikut:

    1. Penerapan yang Mudah

    Tidak perlu keahlian khusus atau teknologi canggih untuk menerapkan QRIS statis. Pelaku UMKM hanya perlu mencetak kode QR lalu menaruhnya di tempat yang mudah dijangkau pelanggan, dan QRIS statis sudah bisa diterapkan.


    2. Meningkatkan Daya Saing

    Memberikan kesan modern dan profesional kepada pelanggan, terutama di era digital saat ini. QRIS statis bisa menarik lebih banyak pelanggan, terutama pelanggan yang sudah beralih ke metode pembayaran digital.


    3. Mendukung Digitalisasi UMKM

    Di masa digitalisasi sudah merebak di berbagai aspek, UMKM tentu tak boleh ketinggalan. QRIS statis dapat membantu UMKM untuk beradaptasi dengan era digitalisasi serta memperluas inklusi keuangan digital.


    4. Keamanan Transaksi

    Sistem pembayaran QRIS telah menjamin keamanan yang terstandarisasi. Selain itu, pembayaran online dapat mencegah risiko kehilangan atau pencurian karena tidak perlu lagi membawa uang tunai.


    CRING! Solusi Praktis untuk Pembayaran Digital UMKM 

    Sebagai pengusaha UMKM, tentu Anda ingin memberikan semua yang terbaik untuk pelanggan, termasuk dalam hal pembayaran. Dengan banyaknya ragam pembayaran di masa kini, tiap-tiap pelanggan jadi memiliki preferensi tersendiri terkait metode pembayaran.


    Namun, anda tidak perlu khawatir, CRING! payment facilitator, dapat menjadi solusi praktis untuk pembayaran digital UMKM. CRING! menawarkan berbagai layanan pembayaran yang dapat Anda manfaatkan untuk mendukung bisnis Anda. Hubungi Tim CRING! sekarang dan dapatkan layanan QRIS Statis untuk bisnis Anda!

  • Transaksi Bisnis Lebih Efisien dengan Fitur Realtime Settlement dari CRING!

    Transaksi Bisnis Lebih Efisien dengan Fitur Realtime Settlement dari CRING!

    bisnis lebih efisien dengan realtime settlement

    Transaksi bisnis menjadi sebuah rutinitas yang harus dijalani saat Anda menjalani sebuah usaha. Salah satu contoh transaksi yang mungkin dilakukan oleh bisnis adalah realtime settlement. Oleh karena itu, prosesnya harus dibuat seefisien mungkin agar bisnis Anda dapat berjalan dengan lebih lancar.


    Baca Juga : Cara Kerja Sistem Fraud Detection dalam Meningkatkan Keamanan Transaksi


    Apa Itu Fitur Realtime Settlement?

    Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah Realtime Settlement atau Real Time Gross Settlement (RTGS). RTGS merupakan salah satu layanan dari bank yang mulai diterapkan sejak sekitar tahun 2000. Realtime Settlement merupakan salah satu transaksi yang penting bagi masyarakat karena memproses transaksi bernilai besar. Untuk dapat memanfaatkan RTGS dengan baik, Anda perlu memahami lebih jauh apa itu Real Time Gross Settlement?


    Real Time Gross Statement atau RTGS merupakan salah satu metode pembayaran atau transfer uang antar bank yang umumnya dalam jumlah besar. RTGS bisa menjadi pilihan ideal saat Anda ingin mengirim uang berjumlah di atas Rp100 juta. RTGS yang dapat mengirim uang secara real-time memiliki proses yang memerlukan waktu, biasanya sekitar 4 jam hingga dana sampai ke rekening penerima. Setelah transaksi selesai, pengirim akan dikenakan biaya. Sistem ini cocok untuk transfer dana dalam jumlah besar atau transaksi antarbank yang memerlukan penyelesaian cepat, seperti pembelian surat berharga.


    Cara Kerja Real-time Settlement

    Untuk dapat memanfaatkan RTGS secara maksimal, Anda perlu mengetahui bagaimana cara kerja Real-time Settlement, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Inisiasi Transaksi

    Saat transaksi akan dimulai, pihak bank akan mengirimkan instruksi pembayaran secara elektronik melalui sistem BI-RTGS kepada lembaga penyedia layanan keuangan, Bank Indonesia.


    2. Verifikasi dan Validasi

    Tahap selanjutnya adalah verifikasi dan validasi. Setelah menerima instruksi pembayaran, sistem akan memeriksa apakah jumlah dana yang ditransfer tersedia di akun pengirim. Hal ini untuk menjamin bahwa hanya transaksi dengan dana yang memadai yang dapat dilanjutkan prosesnya.


    3. Penyelesaian Secara Real-Time

    Setelah diverifikasi, transaksi akan segera diselesaikan. Jumlah uang akan langsung didebit (dipotong) dari rekening pengirim dan dikreditkan (ditambahkan) ke rekening penerima secara realtime, sehingga tidak akan mengalami penundaan lebih lama.


    4. Final dan Tidak Dapat Dibatalkan

    Setelah transaksi diproses, penyelesaiannya bersifat final dan tidak bisa dibatalkan, sehingga risiko penyelesaian dapat diminimalkan, serta mengurangi kemungkinan transaksi yang gagal atau tertunda.


    5. Pemberitahuan 

    Setelah transaksi berhasil diselesaikan, pengirim dan penerima akan menerima notifikasi bahwa proses telah selesai, yang memastikan bahwa semua pihak telah menerima informasi secara real-time. 


    Limit dan Biaya Transaksi Real-time settlement

    Transaksi Real-time Settlement memiliki limit jumlah uang yang akan ditransfer serta terdapat sejumlah biaya transaksi yang harus dibayar oleh pengirim.

    1. Batas Minimum dan Maksimum

    Sebagai layanan pengiriman uang dalam jumlah besar, RTGS memiliki batas minimum jumlah uang yang akan ditransfer yaitu Rp100.000.001. Adapun jumlah tersebut diatur dan ditetapkan oleh Bank Indonesia.


    Selain batas minimum, RTGS juga memiliki batas maksimum jumlah uang yang bisa dikirim pada setiap transaksi. Hal tersebut untuk menjamin keamanan transaksi dan risk control. Adapun batas maksimum jumlah uang yang dapat ditransfer bergantung pada kebijakan masing-masing bank.


    2. Biaya Transfer

    Real-time Settlement menerapkan biaya layanan untuk setiap transaksi. Biasanya biaya yang dikenakan berjumlah sekitar Rp25 ribu sampai Rp50 ribu. Namun, biaya layanan bisa berbeda tergantung pada kebijakan bank.


    Baca Juga : Pentingnya Memahami Proses Settlement dalam Menjalankan Bisnis


    Manfaat Fitur Realtime Settlement dari CRING!

    Untuk menunjang kelancaran bisnis Anda, CRING! menyediakan fitur Realtime Settlement. Berikut adalah beberapa manfaat Fitur Realtime Settlement CRING!

    1. Cepat dan Efisien

    Realtime Settlement dari CRING! memungkinkan transfer uang dengan cepat dan menekan biaya operasional. Transaksi yang diselesaikan secara instan dapat mengurangi penundaan waktu dan mendorong efisiensi dalam kegiatan ekonomi.


    2. Akurasi dan Aman

    Fitur Realtime Settlement dari CRING! menggunakan sistem yang menjamin keamanan transaksi dengan melalui proses verifikasi yang ketat serta enkripsi yang kuat. Proses ini mencakup pengelolaan risiko dengan sistem keamanan canggih untuk memastikan integritas setiap transaksi.


    3. Fleksibilitas

    Real Time Gross Settlement memungkinkan pengiriman uang dalam berbagai mata uang dan mempermudah transaksi internasional. Sistem ini juga dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan fluktuasi pasar atau perubahan nilai mata uang.


    Fitur Realtime Settlement CRING! Solusi Tepat untuk Bisnis Anda

    Dalam sebuah bisnis, melakukan transaksi dengan nominal kecil atau besar merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Saat melakukan transaksi yang bernilai besar, tentu Anda akan lebih berhati-hati agar dana yang akan dikirim aman. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda dapat memanfaatkan CRING! Payment Facilitator yang memiliki fitur Realtime Settlement dengan tingkat keamanan yang tinggi. CRING! settlement direct langsung ke rekening merchant akan menjadi solusi yang tepat untuk bisnis Anda. Hubungi tim CRING! sekarang!.

  • Maksimalkan Cash Management System dengan CRING! Payment Facilitator

    Maksimalkan Cash Management System dengan CRING! Payment Facilitator

    Cash Management dengan CRING!

    Dalam sebuah bisnis, mengelola keuangan dengan baik merupakan hal yang penting. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu bisnis untuk memastikan apakah dana yang dimiliki perusahaan cukup untuk memenuhi keperluan operasional bisnis. Salah satu cara untuk mengatur keuangan adalah dengan memiliki cash management system yang baik. Manajemen kas atau cash management dapat membantu pengaturan keuangan bisnis Anda dengan baik dan benar. Namun, apa yang dimaksud dengan cash management?


    Cash management merupakan layanan yang ditawarkan oleh bank kepada nasabah. Layanan ini dapat membantu mengelola segala transaksi dalam bisnis mulai dari yang sifatnya sederhana hingga ke tingkat paling kompleks. Cash management juga dapat memudahkan dan mempercepat proses transaksi dalam sebuah bisnis.  


    Baca Juga : SNAP BI Berperan dalam Optimalkan Ekosistem Pembayaran Indonesia


    Apa itu Cash Management System?

    Cash Management System (CMS) atau Sistem Manajemen Kas adalah sebuah sistem aplikasi dan informasi yang dapat digunakan untuk melakukan transfer dana antar rekening, pembayaran, penerimaan dana, mengecek saldo, dan berbagai transaksi perbankan lainnya secara realtime online. 


    Cash management melibatkan proses pengelolaan keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, pengumpulan, dan pengendalian uang tunai, dalam perusahaan. Penerapan manajemen kas juga berfungsi agar perusahaan memiliki kepastian informasi terhadap arus kas. Sehingga perusahaan dapat memastikan apakah dana yang tersedia cukup untuk memenuhi kewajiban finansial, baik jangka pendek maupun jangka panjang.


    Tujuan dari cash management system adalah agar bisnis dapat memaksimalkan penggunaan dana yang ada, agar cash flow perusahaan tetap terkendali dengan baik. Dengan pemantauan harian, perencanaan keuangan, dan pengelolaan financial risk, keuangan perusahaan akan lebih terarah sehingga bisa menghindari kondisi keuangan yang buruk.


    Teknologi Digital untuk Cash Management System

    Tak dapat dipungkiri, kehadiran teknologi telah membantu sistem keuangan menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk mengoptimalkan sistem manajemen kas, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi yang bisa mempermudah dalam mengawasi arus kas. Teknologi seperti perangkat keuangan yang terintegrasi bisa perusahaan gunakan untuk pengaturan keuangan yang lebih efisien. 


    Dengan bantuan teknologi, perusahaan dapat mengoptimalkan sistem keuangan dengan akses informasi yang lebih cepat dan mudah. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat terkait keuangan. 


    10 Manfaat Cash Management System 

    Cash management sangat berguna untuk membantu meminimalisasi masalah keuangan. Berikut adalah berbagai manfaat cash management system.

    1. Mengurangi Risiko Keuangan 

    Sistem manajemen kas dapat meningkatkan efisiensi pengaturan keuangan, sehingga bisa mengurangi risiko keuangan. CMS akan membantu Anda memastikan kondisi keuangan bisnis Anda dalam keadaan baik.


    2. Mudah Dioperasikan

    Cash Management System dirancang agar mudah dioperasikan dan digunakan. CMS juga dilengkapi dengan fitur yang dapat mendukung kinerja bisnis Anda.


    3. Cepat dan Akurat

    Menggunakan sistem manajemen kas dapat membuat transaksi bisnis berjalan dengan cepat dan mudah. Sehingga pengelolaan arus kas dapat dilakukan dengan lebih akurat.


    4. Fleksibilitas

    Cash Management System memiliki fleksibilitas dalam proses pelayanannya. Sehingga Anda dapat menyesuaikan berbagai layanan yang ditawarkan dengan kebutuhan bisnis Anda.


    5. Memaksimalkan Pendapatan 

    Seperti yang telah disebutkan, manajemen kas dapat membantu Anda dalam pengambilan keputusan keuangan. Dengan ini, Anda bisa mengalokasikan keuangan perusahaan pada hal-hal yang lebih menguntungkan.


    6. Mengelola Wewenang atau Akses Layanan

    Anda bisa mengelola wewenang atau akses layanan, seperti dengan menentukan siapa saja yang diizinkan untuk mengakses layanan dan siapa saja yang tidak diizinkan.


    7. Meningkatkan Kepercayaan Investor 

    Perusahaan yang memiliki pengaturan keuangan yang baik cenderung lebih dipercaya oleh para investor karena dianggap dapat memenuhi kewajiban keuangan secara tepat.


    8. Keamanan dan Otorisasi

    CMS juga dilengkapi dengan berbagai macam sistem keamanan yang bisa Anda manfaatkan. Oleh sebab itu, keamanan dan otorisasi transaksi dapat Anda atur sendiri. 


    9. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

    Manfaat lainnya adalah CMS dapat membantu Anda untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Manajemen kas yang baik dapat membantu bisnis mengatur perencanaan seperti investasi yang akan berdampak baik pada perusahaan.


    10. Mengurangi Beban Bunga 

    Pengelolaan dana tunai yang baik memungkinkan bisnis Anda menghindari keterlambatan pembayaran. Ini merupakan hal baik karena dapat membuat bunga tambahan tidak bertambah tinggi. 


    Baca Juga : Manfaat Open Banking API untuk Pelaku Bisnis Indonesia


    CRING! untuk Cash Management System yang Lebih Baik

    Dengan semakin canggihnya teknologi, kini sudah saatnya Anda memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan arus kas bisnis Anda. CRING! Payment Facilitator menawarkan berbagai layanan yang dapat membantu cash management system yang lebih baik. CRING! juga menyediakan fasilitas portal web yang dapat membantu bisnis Anda untuk memonitoring, management Cash-in dan Cash-out secara real-time.


    CRING! sengaja dirancang untuk memfasilitasi transaksi bisnis agar lebih efisien dan efektif. Manajemen transaksi secara real-time juga memungkinkan perusahaan untuk dapat melakukan dan menerima pembayaran secara instan dan tanpa penundaan. Hal ini merupakan salah satu aspek penting di lingkungan bisnis yang bersifat dinamis dan cepat berubah. Jadi, tunggu apalagi? Gunakan CRING! sekarang juga untuk cash management system yang lebih baik.

  • Maksimalkan Manajemen Transaksi Bisnis dengan CRING! Payment Facilitator

    Maksimalkan Manajemen Transaksi Bisnis dengan CRING! Payment Facilitator

    manajemen transaksi bisnis dengan CRING!

    Transaksi merupakan hal rutin yang terjadi dalam sebuah bisnis. Penting bagi para pebisnis untuk dapat mengelola transaksi bisnis agar dapat membuat fondasi pengaturan keuangan yang kuat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengelolaan keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan teknologi manajemen transaksi. Namun sebelum itu, penting bagi para pemilik bisnis untuk memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan transaksi bisnis?


    Transaksi bisnis (business transaction) merupakan kegiatan pertukaran, baik berupa uang, barang, atau jasa yang dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan. Kegiatan ini biasanya melibatkan pihak ketiga untuk melakukan transaksi. Jika transaksi keuangan bernilai tinggi, umumnya perusahaan akan membutuhkan sebuah jurnal seperti jurnal penjualan atau jurnal pembelian. Namun, jika transaksi bernilai lebih rendah, maka laporan transaksi bisa langsung dimasukkan ke dalam buku besar.


    Baca Juga : Efisiensi Sistem Pemrosesan Transaksi Perusahaan


    Definisi Manajemen Transaksi

    Manajemen transaksi adalah peralatan manajemen berupa sistem akuntansi yang akan mencatat segala hal yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Sistem ini dapat membuat tingkat efisiensi pelayanan transaksi semakin terintegrasi dan teroptimasi. 

    Para pebisnis dapat memanfaatkan teknologi manajemen transaksi untuk mengelola transaksi bisnis agar lebih teratur dan terstruktur. Teknologi ini akan mengawasi, memastikan, dan menyederhanakan proses transaksi bisnis sehingga kegiatan transaksi dapat berjalan dengan lebih praktis. 


    5 Manfaat Manajemen Transaksi yang Baik dalam Bisnis

    Banyak perusahaan besar yang telah menggunakan manajemen transaksi agar bisnis dapat berjalan lebih optimal. Berikut adalah manfaat manajemen transaksi yang baik dalam bisnis.


    1. Efisiensi dan Akurasi 

    Kecanggihan sistem manajemen transaksi dapat membuat perusahaan menawarkan pelayanan transaksi yang efisien. Di samping itu, sistem ini juga dapat mengurangi kesalahan selama pemrosesan transaksi.


    2. Mengaudit Transaksi

    Teknologi manajemen transaksi bisnis dapat membuat proses audit transaksi dari awal hingga akhir berjalan secara otomatis. Selain itu, semua riwayat transaksi akan tersimpan dengan baik sehingga Anda dapat mencari transaksi yang diinginkan atau dibutuhkan. Hal ini tentu akan mempermudah dan meringkas pekerjaan mengaudit transaksi yang jika dilakukan secara manual dapat memakan waktu lebih banyak.


    3. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Proses transaksi dalam bisnis tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga penting bagi pelanggan. Jika proses transaksi yang harus dilewati cukup rumit, pelanggan kemungkinan akan berpikir berkali-kali untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, jika proses transaksi lebih sederhana dan cepat, pelanggan kemungkinan akan merasa lebih puas.


    4. Mengurangi Pengeluaran

    Dengan teknologi manajemen transaksi, banyak proses transaksi yang dapat disederhanakan dan diotomatisasi. Sehingga beberapa pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan oleh lebih sedikit karyawan. 


    5. Transformasi Digital Bisnis

    Sebuah bisnis tentu harus mengikuti tren agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan. Menggunakan sistem berbasis digital untuk kegiatan bisnis adalah salah satu hal yang dapat dilakukan. Perusahaan harus siap melakukan transformasi digital bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia modern yang serba digital.


    Faktor Penting dalam Sistem Manajemen Transaksi

    Sebelum menggunakan sistem manajemen transaksi untuk bisnis Anda, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan. Berikut adalah faktor penting dalam sistem manajemen transaksi. 


    Sistem Keamanan Data yang Canggih

    Keamanan data tentu menjadi faktor penting saat menggunakan sistem manajemen transaksi berbasis digital. Baik data pelanggan maupun data perusahaan harus terjaga dengan baik kerahasiaannya. Anda harus memastikan data memiliki sarana penyimpanan yang mutakhir agar tingkat keamanan sistem dapat terjamin.


    Sistem Autentikasi yang Mutakhir

    Untuk meningkatkan keamanan dalam bertransaksi, Anda perlu memilih sistem yang menyediakan  layanan tanda tangan elektronik (TTE) sebagai sistem autentikasi yang mutakhir.


    Sistem Kerja Otomatis

    Salah satu keunggulan yang dimiliki sistem manajemen transaksi berbasis digital adalah sifatnya yang bekerja otomatis. Kehadiran teknologi cloud juga memungkinkan berbagai jenis transaksi dapat diproses dalam satu tempat.


    Kemudahan Melakukan Integrasi

    Transaksi yang terintegrasi saat ini menjadi hal yang penting dalam sebuah bisnis. Sistem manajemen transaksi menawarkan kemudahan untuk melakukan integrasi yang dapat memberi keuntungan bagi perusahaan yang menyediakan berbagai jenis sistem pembayaran digital.


    Berbagai Macam Sistem Layanan Manajemen Transaksi untuk Bisnis

    Beberapa sistem manajemen transaksi mungkin pernah Anda temukan dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Berbagai macam sistem layanan manajemen transaksi untuk bisnis adalah sebagai berikut: 


    Sistem Online Banking

    Online banking adalah fasilitas yang disediakan bank agar para nasabah dapat melakukan transaksi secara online. Lewat situs web atau aplikasi bank tertentu, nasabah bisa mengecek saldo, transfer dana, pembayaran tagihan, dan lain-lain.


    Sistem Pembayaran Online

    Sebagian dari Anda tentu pernah berbelanja secara daring. Umumnya pembayaran dilakukan secara online dengan menggunakan virtual account, e-wallet, dan sebagainya. Selama proses pembayaran, sistem ini juga biasanya akan memberikan notifikasi seperti payment reminder, detail pembayaran, dan lain sebagainya.


    Sistem Tiket Online

    Layanan manajemen transaksi berikutnya adalah sistem tiket online yang dapat membantu proses pembelian tiket secara online. Sistem manajemen transaksi ini dapat mempermudah pelanggan membeli tiket dan melakukan pembayaran tanpa harus datang langsung ke loket penjualan.


    Sistem Invoice Online

    Layanan yang disediakan manajemen transaksi selanjutnya adalah sistem invoice online yang akan mempermudah pelaku bisnis mengirim atau menerima invoice pembayaran secara online. Pembayaran otomatis, pengiriman invoice, dan pelacakan pembayaran adalah fitur yang umumnya terdapat dalam sistem ini.


    Baca Juga : Efisiensi Sistem Pemrosesan Transaksi Perusahaan


    Optimalkan Manajemen Transaksi Bisnis Dengan CRING!

    Dengan manajemen transaksi, Anda dapat meningkatkan kinerja berbagai elemen dalam bisnis Anda. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, beberapa faktor penting harus tetap diperhatikan saat hendak memilih dan menggunakan sistem manajemen transaksi.  Anda bisa memanfaatkan CRING! Payment Facilitator yang dapat mengoptimalkan manajemen transaksi bisnis Anda.


    CRING! Payment Facilitator menyediakan berbagai layanan yang akan memudahkan proses pembayaran dan transaksi bisnis Anda. Untuk dapat memanfaatkan layanan secara maksimal, hubungi CRING! Payment Facilitator sekarang juga.