CRING! CMS

Category: Transaksi Digital

  • Menjangkau Lebih Banyak Konsumen dengan Pembayaran Digital untuk UMKM

    Menjangkau Lebih Banyak Konsumen dengan Pembayaran Digital untuk UMKM

    konsumen dengan pembayaran digital

    Pembayaran digital kini telah semakin banyak digunakan oleh pelaku transaksi. Pemilik bisnis, mulai dari bisnis besar hingga bisnis kecil, kini banyak yang telah beralih menggunakan pembayaran digital. Pembayaran digital untuk UMKM memberikan memberikan berbagai penawaran pelayanan yang sulit ditolak, terutama saat konsumen juga memiliki kenyamanan menggunakan metode pembayaran digital. 


    Baca Juga : Solusi Pembayaran yang Terintegrasi dengan Menggunakan Omnichannel


    Pentingnya Pembayaran Digital bagi UMKM

    Di era serba teknologi ini, pembayaran digital memiliki peranan yang sangat penting untuk mendorong kemajuan UMKM. Penggunaan dan penyediaan metode pembayaran digital seperti transfer bank, e-wallet, dan scan kode QR, dapat mempercepat proses transaksi dan memperluas jangkauan pelanggan. Selain itu, pembayaran digital juga dapat memudahkan pencatatan transaksi secara otomatis, yang membantu UMKM dalam mengelola keuangan dengan lebih baik. Sebagai pemula dalam bisnis UMKM digital, mungkin Anda penasaran sudah berapa persen UMKM yang sudah digital?


    Menurut Kementrian Perdagangan, pada tahun 2023 sudah ada sekitar 22 juta UMKM yang telah Go Digital. Hal ini dijelaskan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). UMKM yang telah Go Digital tentu memanfaatkan pembayaran digital sebagai moda transaksi, yang juga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan potensi pertumbuhan bisnis. Keluwesan transaksi juga bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan kredibilitas bisnis, dengan menunjukkan bahwa UMKM yang Anda kelola dapat mengikuti perkembangan teknologi dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen modern.


    Tantangan yang Dihadapi UMKM dalam Menjangkau Konsumen

    Transformasi UMKM menuju digital memiliki sejumlah tantangan yang harus dihadapi, adapun tantangan yang dihadapi UMKM dalam menjangkau konsumen adalah sebagai berikut:

    1. Persaingan Pasar yang Ketat

    Banyaknya UMKM yang bergabung ke ekonomi digital menyebabkan persaingan yang ketat, di mana konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Untuk dapat menonjol di tengah banyaknya persaingan membutuhkan strategi pemasaran yang kreatif dan diferensiasi produk yang sangat kuat.


    2. Kurangnya Kepercayaan Konsumen pada Reputasi UMKM

    Tantangan besar yang harus dihadapi UMKM terutama yang baru bergabung ke ekonomi digital adalah reputasi UMKM dan brand awareness. Konsumen memiliki kecenderungan lebih percaya pada merek yang sudah mapan atau memiliki banyak ulasan positif, sehingga para UMKM harus belajar ekstra untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap merek dan produk Anda.


    3. Keterampilan Digital yang Terbatas

    Kurangnya keterampilan pelaku UMKM dalam penggunaan teknologi digital untuk pemasaran juga menjadi salah satu tantangan besar. Hal ini dapat menghambat dalam penggunaan alat dan strategi digital secara efektif untuk menjangkau lebih banyak konsumen.


    Manfaat Pembayaran Digital untuk UMKM

    Pembayaran digital untuk UMKM memiliki berbagai manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Fleksibilitas yang Tinggi

    Pembayaran digital merupakan metode pembayaran yang sangat fleksibel karena bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun dengan cepat dan mudah. Metode ini juga bisa menjangkau lebih banyak konsumen terutama jika UMKM menyediakan berbagai metode transaksi.


    2. Efisien

    Proses transaksi dapat diefisiensi dengan pembayaran online untuk UMKM. menghemat waktu dan tenaga karena pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs web. Metode pembayaran pun biasanya lebih bervariasi sehingga konsumen dapat memilih jenis pembayaran yang mereka sukai.


    3. Jangkauan Konsumen lebih Luas

    Pemanfaatkan pembayaran digital juga bisa membuat UMKM menjangkau konsumen lebih luas, bahkan sampai ke tingkat internasional. Ini merupakan kesempatan baik bagi Anda untuk terus mengembangkan bisnis dan membuktikan bahwa UMKM lokal juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah bagus dari produk luar.


    4. Solutif 

    Di zaman yang serba praktis, kebanyakan orang akan memilih cara cepat dalam hal apapun, termasuk dalam hal pembayaran. UMKM yang menyediakan banyak pilihan metode pembayaran akan lebih dipertimbangkan oleh konsumen karena mereka ingin proses belanja berjalan lebih cepat, mudah, dan aman.


    Cara Implementasi Pembayaran Digital untuk UMKM

    Pembayaran digital untuk UMKM memiliki beberapa cara dalam proses pengimplementasiannya, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Ketahui Kebutuhan UMKM

    Setiap bisnis tentu memiliki karakteristik dan kebutuhan tersendiri. Untuk dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara optimal, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan UMKM. Anda bisa memulainya dengan melakukan analisis terhadap karakteristik bisnis, seperti jenis produk atau layanan yang ditawarkan, preferensi pelanggan, dan pola transaksi yang terjadi. Selanjutnya, Anda bisa menyediakan metode pembayaran digital dengan sistem yang sesuai dan mudah diintegrasikan dengan bisnis Anda.


    2. Tentukan Penyedia Layanan Pembayaran Digital

    Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memilih penyedia layanan pembayaran digital, seperti kemudahan penggunaan, biaya transaksi, dan dukungan teknis yang tersedia. Dengan memilih penyedia yang sesuai, UMKM dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pelanggan.


    3. Platform yang Terintegrasi

    Saat memilih layanan pembayaran digital, sebaiknya pilih platform pembayaran digital yang terintegrasi dan menyediakan berbagai fitur penting dalam satu aplikasi, seperti pembayaran QR, dompet elektronik, transfer dana antarbank, dan pembayaran tagihan. Di samping itu, pilih juga platform yang menawarkan layanan tambahan, misalnya manajemen keuangan perusahaan yang bisa membantu mengatur keuangan bisnis Anda. 


    4. Keamanan Tingkat Tinggi

    Prioritaskan keamanan data dan informasi konsumen saat bertransaksi untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Pastikan seluruh informasi pembayaran dienkripsi dengan teknologi tinggi untuk mencegah kebocoran data pribadi konsumen.


    Baca Juga : Ketahui Apa Perbedaan Payment Facilitator dan Payment Gateway


    Tips untuk Meningkatkan Jangkauan Konsumen dengan Pembayaran Digital

    Pembayaran nontunai untuk bisnis kecil yang kini semakin populer bisa Anda manfaatkan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Berikut adalah tips untuk meningkatkan jangkauan konsumen dengan pembayaran digital.

    1. Sediakan Berbagai Pilihan Pembayaran Digital

    Agar konsumen betah belanja di toko Anda, sebaiknya sediakan berbagai pilihan metode pembayaran digital. Hal ini bisa membuat konsumen untuk melakukan transaksi dengan metode yang mereka sukai.


    2. Permudah Proses Checkout

    Proses pembayaran digital yang sederhana dan cepat bisa membuat konsumen segera menyelesaikan proses transaksi. Semakin mudah konsumen melakukan pembayaran, potensi pembatalan transaksi akan berkurang.


    3. Manfaatkan Promosi dan Cashback

    Promo, diskon, dan cashback selalu menjadi hal yang disukai konsumen. Beri penawaran dengan menggunakan metode pembayaran tertentu. Hal ini bisa mendorong konsumen untuk mencoba metode pembayaran digital dan meningkatkan penjualan.


    4. Integrasikan Pembayaran Digital ke E-commerce dan Media Sosial

    Gunakan platform e-commerce dan media sosial yang mendukung pembayaran digital. Strategi ini bisa meningkatkan penjualan, karena konsumen banyak yang bermain di dua platform tersebut. Namun, pastikan ada opsi pembayaran digital yang cepat dan mudah.


    5. Optimalkan Pengalaman Mobile

    Banyak konsumen yang melakukan pembelian lewat smartphone. Oleh karena itu, pastikan situs web atau aplikasi Anda responsif dan mendukung pembayaran digital dari perangkat seluler.


    UMKM Sukses Menjangkau Konsumen dengan CRING!

    CRING! payment facilitator, bisa membantu UMKM menyediakan pilihan metode pembayaran yang fleksibel, seperti QR kode, VA Account, transfer bank, dan lain-lain. Dengan banyaknya variasi pembayaran, konsumen dapat bertransaksi dengan lebih nyaman dan cepat. Dengan CRING! UMKM juga bisa meningkatkan jangkauan konsumen dengan berbagai fitur yang tersedia. Tunggu apa lagi? Hubungi tim CRING! Sekarang dan Mulai Jangkau Lebih Banyak Konsumen

  • Payment Link untuk stakeholder enterprise: optimalkan transaksi, integrasi IT, dan efisiensi bisnis medium-high.

    Payment Link untuk stakeholder enterprise: optimalkan transaksi, integrasi IT, dan efisiensi bisnis medium-high.

    keuntungan payment link untuk transaksi

    Transaksi online kini semakin beragam jenisnya, salah satunya adalah payment link. Metode pembayaran yang satu ini dapat membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, dan aman. Para pelaku bisnis dapat memanfaatkan payment link untuk mengefisiensikan proses pembayaran karena platform pembayaran akan memproses transaksi secara otomatis, sehingga pelaku bisnis tak perlu melakukannya secara manual.


    Baca Juga : Pilih Metode Transfer yang Tepat Sesuai Kebutuhan


    Payment Link itu apa?

    Sebagian dari Anda mungkin sudah familiar dengan payment link, tapi sebagian orang bisa jadi masih asing dengan metode pembayaran yang satu ini. Sebenarnya payment link itu apa?


    Payment link adalah sebuah cara atau metode pembayaran yang dapat dilakukan oleh pelanggan dengan cara mengklik suatu link pembayaran. Lewat tautan tersebut, pelanggan dapat melakukan transaksi secara online dengan cepat dan mudah, tanpa harus membuka aplikasi atau website. Metode ini dapat menggantikan cara pembayaran tradisional atau  proses checkout manual di keranjang belanja online.


    Umumnya tautan untuk link pembayaran akan dikirim lewat email atau SMS. Namun, link pembayaran sebenarnya bisa berada di mana saja seperti di website, chat, atau aplikasi pemesanan. Metode ini dapat mempermudah proses pembayaran yang sebelumnya bisa sampai beberapa tahap, karena berbagai transaksi dapat diselesaikan hanya dengan satu link.


    Bagaimana Sistem Payment Link Bekerja?

    Untuk dapat menggunakan Payment Link, tentu Anda harus mengetahui bagaimana sistem ini bekerja.

    1. Pembuatan Link

    Langkah pertama adalah pembuatan link. Untuk proses pembuatan tautan, pelaku bisnis bisa mengandalkan platform pembayaran online untuk membuat link pembayaran yang unik. Tautan atau link tersebut biasanya bersifat unik dan dapat dipesan agar sesuai dengan bisnis atau perusahaan Anda. Lewat laman payment gateway, pebisnis dapat membuat tautan dengan mengisi informasi yang dibutuhkan terkait dengan pembayaran usaha mereka. Kemudian, penyedia layanan payment gateway akan membuat link khusus yang dapat pelaku bisnis bagikan kepada para pembeli


    2. Pengiriman Link dan Proses Pembayaran

    Jika link sudah dibuat, pebisnis dapat mengirimkan tautan tersebut kepada pelanggan melalui SMS, email, atau media sosial. Untuk melakukan pembayaran, pelanggan bisa langsung mengklik tautan tersebut yang akan mengarahkan mereka pada informasi terkait tagihan pesanan. Kemudian, pembeli bisa memilih metode pembayaran pilihan mereka dan melakukan pembayaran. Jika pembayaran telah selesai dilakukan, pembeli dan penjual akan menerima notifikasi sebagai konfirmasi.


    3. Verifikasi Transaksi

    Untuk menjaga keamanan informasi pembayaran, setelah transaksi selesai platform pembayaran biasanya akan melakukan verifikasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran data dan informasi.


    Apa Saja Tipe Payment Link?

    Payment link memiliki beberapa model atau tipe yang bisa Anda manfaatkan, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Payment Link Standar

    Payment Link Standar merupakan model tautan pembayaran yang paling standar atau dasar. Tipe ini bisa dimanfaatkan oleh pebisnis untuk menyederhanakan proses pembayaran bagi pelanggan. 


    2. Payment Link Invoice

    Mirip dengan fungsi invoice, payment link invoice juga digunakan untuk mengirimkan invoice kepada pelanggan lengkap dengan detail produk dan harga. Tipe link ini juga dapat Anda gunakan untuk mengecek status pembayaran.


    3. Payment Link Product

    Model link pembayaran ini bisa dimanfaatkan untuk mengkategorikan proses pembayaran tiap produk. Pelaku bisnis bisa membuat link pembayaran khusus untuk tiap-tiap produk yang akan mempermudah pelanggan dalam proses pembayaran.


    4. Payment Link Subscription

    Dengan Payment Link Subscription, pembeli dapat berlangganan dan melakukan pembayaran untuk setiap periode berlangganan.


    5. Payment link donasi

    Payment link donasi dapat dimanfaatkan untuk pembayaran dengan tujuan donasi. Tautan ini akan mempermudah setiap transaksi pelanggan yang berdonasi.


    Baca Juga : Keputusan Keuangan Bisnis yang Cermat dengan Menganalisa Transaksi


    Keuntungan Menggunakan Payment Link

    Hampir setiap metode pembayaran memiliki keunggulannya masing-masing. Adapun keuntungan menggunakan payment link adalah sebagai berikut.

    1. Proses Pembayaran yang Mudah

    Semakin mudah suatu metode pembayaran biasanya semakin banyak dicintai. Payment link menawarkan kemudahan pembayaran karena hanya dengan mengklik tautan transaksi dapat terselesaikan dengan mudah, tanpa aplikasi atau website. Selain itu, pebisnis juga dapat memantau dan melacak untuk mengetahui status pembayaran, serta jika ada masalah dapat diatasi dengan cepat.


    2. Akses yang Mudah

    Payment link juga dapat menjadi solusi untuk pembayaran lintas negara, karena dapat diakses dengan mudah di berbagai wilayah atau negara. Tautan dapat dikirim lewat SMS, email, atau media sosial yang memungkinkan proses pembayaran lebih fleksibel berdasarkan ketersediaan pelanggan.


    3. Cepat dan Efisien

    Di era ini, umumnya pembeli menyukai metode pembayaran yang cepat dan efisien. Payment link menawarkan dua hal tersebut karena tidak adanya pengecekan manual yang dapat menghemat waktu. Pengecekan akan dilakukan secara otomatis oleh penyedia layanan payment link.


    4. Aman

    Untuk memberikan rasa aman kepada pembeli maupun penjual, transaksi payment link dilakukan lewat laman yang terlindungi, sehingga informasi dan data pelanggan terjamin keamanannya.


    5. Kepercayaan dari Pelanggan

    Dengan semua kelebihan yang ditawarkan oleh payment link, metode ini dapat dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari pelanggan karena cepat, mudah, dan aman. Sehingga pelanggan pun dapat merasakan kenyamanan selama bertransaksi, dan hal ini tentu akan berimbas baik pada bisnis Anda.


    CRING! Payment Facilitator

    Bagi Anda para pelaku bisnis yang ingin membuat link pembayaran unik, Anda dapat mengandalkan CRING! Payment Facilitator untuk mengatasi hal tersebut. CRING! dapat membantu Anda dalam menyediakan metode pembayaran yang cepat, fleksibel, dan mudah. Hal ini tentu dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, daya tarik produk, serta kredibilitas perusahaan. Tunggu apa lagi? Gunakan CRING! sekarang juga.


  • Memilih Jenis Transfer Antar Bank yang Tepat Sesuai Kebutuhan

    Memilih Jenis Transfer Antar Bank yang Tepat Sesuai Kebutuhan

    transfer antar bank  yang tepat

    Transfer bank merupakan salah satu metode pembayaran yang cukup umum sejak lama. Transfer antar bank biasa digunakan untuk berbagai jenis transaksi bisnis, termasuk B2B. Alasannya karena transaksi ini dianggap mudah dan aman untuk digunakan, meskipun biasanya ada biaya admin yang dikenakan. Untuk memahami lebih dalam mengenai transfer antar bank, Anda bisa menyimak artikel ini hingga tuntas.


    Baca Juga : Pastikan Transaksi Anda Aman dari Ancaman Digital


    Apa itu Transfer Antar Bank

    Bank sebagai lembaga keuangan menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti simpanan berupa giro, simpanan tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, termasuk layanan transfer bank. Transfer bank merupakan kegiatan pemindahan dana dari rekening pengirim ke rekening penerima. Namun apakah transfer hanya bisa dilakukan ke sesama bank? Tentu tidak, bank juga menyediakan layanan transfer antar bank yang bisa Anda gunakan untuk memindahkan dana ke rekening di bank yang berbeda. Untuk memahami lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan transfer antar bank?


    Transfer antar bank merupakan layanan yang memungkinkan nasabah mengirim dana ke rekening di bank lain. Layanan ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan pembayaran atau mengirim uang ke rekening di bank berbeda. Transaksi transfer antar bank ini tidak hanya digunakan untuk mengirim dana dari satu pihak ke pihak yang lain. Dalam dunia bisnis, transfer antar bank juga menjadi metode pembayaran penting untuk memastikan kelancaran penjualan atau pembelian.


    Berbagai Jenis Layanan Transfer Antar Bank

    Terdapat berbagai jenis layanan transfer antar bank yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah transaksi bisnis Anda.

    1. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

    Sistem kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) adalah layanan transfer dana yang umumnya memerlukan waktu 2-3 hari kerja untuk diproses.. Hal ini karena bank perlu mengirim uang ke SKNI Bank Indonesia untuk melakukan proses kliring. Kemudian, sistem dari Bank Indonesia akan meneruskan dana tersebut ke bank tujuan, baru setelah itu pihak bank akan mentransfer dana ke rekening penerima. Meski memakan waktu yang cukup lama, sistem kliring memiliki keunggulan dalam jumlah transaksi. Nasabah dapat mentransfer uang hingga Rp1.000.000.000 dengan biaya admin terjangkau lewat sistem ini.


    2. Real Time Gross Settlement (RTGS)

    Mirip dengan kliring, proses transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) memiliki prosedur yang serupa. Namun, RTGS tidak perlu menunggu sampai 2-3 hari agar dana sampai ke penerima karena sifatnya yang real time. Proses transaksi RTGS biasanya dapat selesai dalam waktu sekitar 4 jam. Agar tidak terjadi keterlambatan penerimaan dana, sebaiknya Anda melakukan transaksi sebelum pukul 3 sore. Keterlambatan juga bisa terjadi jika Anda mengirim dana pada akhir bulan seperti tanggal 30 atau 31. Sistem transfer RTGS memiliki batas jumlah maksimum transfer yaitu sebesar Rp100.000.000 per transaksi. Selain itu, transaksi juga hanya dapat dilakukan melalui teller bank.

    3. Transfer Online atau via ATM

    Metode transfer online atau melalui ATM adalah metode transaksi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Proses transaksi pun dapat berlangsung dengan cepat dalam hitungan menit. Transfer online umumnya dilakukan melalui internet banking dan mobile banking, serta dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Sedangkan transfer via ATM, Anda perlu datang ke mesin ATM terdekat untuk melakukan transaksi. Untuk lebih memudahkan, Anda bisa menggunakan ATM bersama untuk melakukan transfer antar bank.


    4. BI-FAST

    BI-FAST merupakan metode transfer terbaru dengan kelebihan kecepatan dan biaya admin yang murah, sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien. Selain itu, jumlah maksimum dana yang dapat ditransfer dengan metode ini adalah sekitar Rp250.000.000 untuk setiap transaksi. Meski begitu, metode ini memiliki beberapa kekurangan seperti bermasalah, sehingga di waktu-waktu tertentu Anda tidak bisa mengirim dana dengan metode ini.


    Biaya Transfer Antar Bank

    Tidak seperti layanan transfer ke sesama bank yang bebas biaya admin, transfer antar bank biasanya akan dikenakan biaya untuk setiap transaksinya. Jumlah biaya yang dikenakan pun akan berbeda tergantung pada jenis layanan transfer yang digunakan. 

    1. Kliring/LGG, pada layanan ini, pengirim dana biasanya harus membayar biaya admin sekitar Rp3500 – Rp5000 untuk setiap transaksi. Biaya administrasi dapat bervariasi antara satu bank dengan bank lainnya.

    2. RTGS, layanan ini menetapkan biaya admin yang cukup mahal berkisar Rp25.000-Rp50.000 karena proses transfer antar bank dapat dilakukan dengan cepat dan jumlah dana yang dapat ditransfer pun relatif besar.

    3. Transfer online/via ATM, layanan transfer antar bank baik via ATM maupun online biasanya akan dikenakan biaya sebesar Rp6500-Rp7500. Namun, tarif biaya transfer bisa berbeda tergantung kebijakan bank.

    4. BI-FAST, menggunakan layanan ini Anda akan dikenakan biaya admin sebesar Rp2500 untuk setiap transaksi.


    Baca Juga : Cermat Ambil Keputusan Keuangan dengan Analisis Transaksi


    Pilihlah Jenis Transfer Bank Sesuai Kebutuhan

    Memilih jenis transfer bank yang tepat dapat membantu Anda menghemat waktu, biaya, dan memberikan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang Anda lakukan. Pilihlah jenis transfer yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.

    1. Tentukan Kebutuhan Anda

    Pertama, Anda harus mengetahui dan menentukan apa kebutuhan Anda. Apakah Anda memerlukan transfer instan, transfer dalam jumlah besar, atau transfer ke luar negeri. Lalu, pilih metode transfer yang paling pas dengan keperluan Anda.


    2. Perhatikan Biaya Transfer 

    Transfer antar bank umumnya memiliki biaya transfer yang harus Anda tanggung. Sebaiknya Anda memilih metode yang menawarkan biaya transfer paling murah sesuai dengan kebutuhan Anda.


    3. Pertimbangkan Keamanan 

    Memperhatikan keamanan dalam bertransaksi merupakan hal yang penting. Jika Anda ingin mengirim dana dalam jumlah besar atau transaksi internasional, sebaiknya pilih metode yang menawarkan tingkat keamanan tinggi.


    CRING! Kemudahan Transfer Antar Bank dengan Layanan Terlengkap

    Dalam sebuah bisnis, melakukan transaksi seperti transfer antar bank merupakan sebuah keniscayaan. Penting bagi Anda untuk memilih layanan yang lengkap yang bisa memudahkan proses transaksi bisnis. Anda bisa menggunakan CRING! Payment Facilitator, sebuah produk perbankan dengan berbagai layanan produk yang terintegrasi melalui API yang dapat memberikan kemudahan transfer antar bank. Dengan layanan yang terintegrasi, semua proses transaksi akan dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan efisien.


  • Memahami Sistem Pemrosesan Transaksi yang Efisien bagi Perusahaan

    Memahami Sistem Pemrosesan Transaksi yang Efisien bagi Perusahaan

    Sistem Pemrosesan Transaksi Efisien Perusahaan

    Seperti yang telah diketahui, bahwa tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba sebanyak-banyaknya. Tujuan tersebut dapat tercapai tentu dengan melibatkan banyak transaksi. Akan tetapi, semua transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis tetap harus diatur dalam sebuah sistem bernama pemrosesan transaksi agar keuangan perusahaan dapat terkelola dengan baik. Namun, bagaimana sistem pemrosesan transaksi?

    Sistem pemrosesan transaksi adalah sebuah sistem yang dapat membantu pengaturan pengadaan pencatatan transaksi rutin, baik harian, mingguan, atau bulanan, yang umumnya dibutuhkan dalam pengelolaan suatu bisnis.


    Baca Juga : Optimalkan Bisnis UMKM dengan Memiliki Rekening Bisnis


    Definisi Sistem Pemrosesan Transaksi

    Sistem pemrosesan transaksi atau dikenal juga sebagai Transaction Processing System (TPS) adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membantu pemrosesan transaksi, dimana sistem ini akan mencatat setiap transaksi dan mengolah datanya. Dalam bisnis, sistem ini biasanya digunakan untuk mencatat transaksi rutin harian seperti pembelian, penjualan, termasuk pembayaran gaji karyawan.


    Sistem pemrosesan transaksi cukup umum digunakan dalam sebuah bisnis karena kemampuannya dalam menyederhanakan hal yang berkaitan dengan transaksi. Cara kerja sistem ini dimulai dengan mengumpulkan data, kemudian mengolahnya untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.


    Fungsi Sistem Pemrosesan Transaksi untuk Perusahaan

    Sistem pemrosesan transaksi yang umum digunakan oleh perusahaan ini memiliki beberapa fungsi yang bermanfaat untuk bisnis, diantaranya adalah sebagai berikut.


    1. Pencatatan Transaksi

    Fungsi utama dari sistem pemrosesan transaksi adalah untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam sebuah bisnis. Sistem ini akan mencatat setiap transaksi secara detail tanpa ada yang terlewat. Selain itu, transaksi yang dicatat bukan hanya penjualan dan pembelian, harga jual barang yang mengalami perubahan pun akan tercatat oleh sistem pemrosesan transaksi ini.


    2. Pengolahan Database

    Dalam bisnis, semua jenis informasi penting untuk dicatat. Misalnya informasi penjualan, pembelian, harga barang, daftar barang, barang yang diretur, hingga waktu transaksi, semuanya harus terekam dengan baik. Hal ini tentu akan berguna menunjang performa bisnis yang sedang dijalankan.

    Semua informasi diatas akan dikumpulkan dalam sebuah database yang nantinya akan diolah oleh sistem pemrosesan transaksi. Data yang telah diolah tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan bisnis.


    3. Meningkatkan Performa Kinerja Perusahaan 

    Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwa data yang dihasilkan oleh sistem pemrosesan transaksi dapat menjadi bahan evaluasi, yang memungkinkan perusahaan terus menciptakan inovasi dan solusi untuk setiap masalah dalam bisnisnya. Hal tersebut dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang juga bisa berdampak pada kepuasan pelanggan. Sistem ini membantu beberapa pekerjaan menjadi lebih efisien sehingga performa kinerja perusahaan dapat meningkat.


    Tahapan dan Cara Kerja Sistem Proses Transaksi

    Untuk dapat memanfaatkan sistem pemrosesan transaksi dengan benar, Anda harus mengetahui tahapan dan cara kerja sistem pemrosesan transaksi, berikut adalah penjelasannya.

    Pengumpulan Data 

    Sistem ini memiliki fungsi dasar untuk mencatat transaksi, oleh sebab itu tahapan yang pertama dalam sistem pemrosesan transaksi ialah pengumpulan data. Semua data transaksi yang terjadi akan dimasukkan ke dalam sistem ini dengan dua cara, secara otomatis dan manual. Perlu diketahui, data tersebut harus berasal dari sumber yang akurat dan dicatat langsung agar tepat waktu.


    Pengolahan Data

    Setelah pengumpulan data, tahapan selanjutnya adalah pengolahan data. Semua data yang telah dimasukkan ke dalam sistem akan diolah lewat cara pemrosesan batch (batch processing) dan OLTP (Online Transaction Processing). 


    Pemrosesan batch merupakan suatu cara pengolahan data dimana semua data transaksi yang telah terjadi selama beberapa periode tertentu akan diakumulasi dan diproses sekaligus secara bersamaan. Bagi perusahaan yang mempunyai data dalam jumlah besar, tetapi sumber daya yang dimiliki terbatas, penggunaan metode ini akan sangat membantu.

    Sebaliknya, OLTP atau Online Transaction Processing adalah sistem pemrosesan data yang akan memproses dan mengolah semua data transaksi secara real-time sehingga tidak perlu menunggu data transaksi terakumulasi.


    Memahami Siklus Proses Transaksi

    Dalam sebuah sistem yang dapat bekerja secara berkala tentu terdapat siklus. Untuk dapat memanfaatkannya dengan benar, Anda harus memahami siklus proses transaksi. Berikut adalah siklus pemrosesan transaksi.


    1. Siklus Pengeluaran

    Pengeluaran tentu merupakan hal yang umum dalam sebuah bisnis, misalnya ketika perusahaan membutuhkan bahan baku rutin yang telah dijadwalkan atau pembayaran gaji karyawan yang harus dibayar setiap bulan. Anda bisa menggunakan siklus pengeluaran dari sistem pemrosesan transaksi untuk membuat pengeluaran rutin tersebut berjalan secara efisien. Sistem ini akan membantu proses transaksi rutin tersebut berjalan secara otomatis.


    2. Siklus Konversi

    Selanjutnya adalah siklus konversi, yang terbagi ke dalam dua subsistem yaitu produksi dan akuntansi. Untuk bagian produksi, sistem dapat membantu perencanaan dan penjadwalan pengadaan bahan baku. Sementara untuk bagian akuntansi, sistem ini bisa membantu mengawasi arus informasi biaya yang berkaitan dengan proses produksi.


    3. Siklus Pendapatan

    Terakhir, siklus pendapatan yang berkaitan dengan penjualan. Jika bisnis Anda telah memiliki pelanggan tetap dan telah memiliki jadwal pendistribusian, maka pendapatan yang diterima secara berkala tersebut dapat dikelola secara otomatis oleh sistem pemrosesan informasi. Tidak hanya itu, seluruh transaksi masuk, baik tunai maupun kredit, dapat diproses dan dicatat secara otomatis dengan menggunakan siklus pendapatan.


    Baca Juga : Integrasi Sistem Pembayaran untuk Tingkatkan Efisiensi Bisinis


    Sistem Pemrosesan Transaksi Real-time  bersama CRING!

    Setelah memahami definisi, fungsi, tahapan dan cara kerja, serta siklus pemrosesan transaksi, tentu Anda tertarik untuk menerapkan sistem ini ke dalam bisnis yang sedang Anda kelola. Untuk menemukan solusi sistem pemrosesan transaksi perusahaan, Anda dapat mengandalkan CRING! untuk membantu meningkatkan efisiensi bisnis Anda dengan proses pembayaran optimal. Salah satu contoh layanan yang ditawarkan oleh CRING! adalah virtual account yang mampu mengelola pembayaran tagihan dan invoicing. Tunggu apa lagi? Gunakan CRING! Payment Facilitator sekarang juga.

  • 10 Sistem Pembayaran Digital dan Perkembangannya di Indonesia

    10 Sistem Pembayaran Digital dan Perkembangannya di Indonesia


    pembayaran digital di Indonesia

    Dewasa ini, sistem pembayaran digital telah sangat populer digunakan di Indonesia. Terdapat lebih dari satu jenis pembayaran digital yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan memudahkan proses transaksi. Untuk dapat menggunakannya, tentu Anda harus mengetahui apa saja sistem pembayaran digital?


    Sebelum membahas lebih jauh tentang sistem pembayaran digital, artikel ini akan terlebih dahulu menjelaskan apa itu sistem pembayaran. Mengutip dari situs web Bank Indonesia, sistem pembayaran merupakan sistem yang meliputi seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk melakukan transfer atau pemindahan dana dengan tujuan untuk memenuhi suatu kewajiban yang muncul dari suatu kegiatan ekonomi. Sedangkan sistem pembayaran digital merupakan sebuah metode yang memungkinkan seseorang dapat bertransaksi atau melakukan pembayaran menggunakan teknologi tertentu tanpa uang tunai atau cashless.


    Baca Juga : Perkembangan Terkini Transaksi Digital


    Proses Perubahan Sistem Pembayaran

    Layaknya zaman yang terus berkembang dan mengalami perubahan, sistem pembayaran pun mengalami hal serupa. Transaksi yang dulu hanya dilakukan dengan cara barter, kini mengalami evolusi hingga ke tingkat paling canggih. 


    Evolusi sistem pembayaran yang terjadi dipengaruhi oleh tiga faktor diantaranya ialah inovasi teknologi dan model bisnis, tradisi masyarakat, dan kebijakan otoritas. Ketiga faktor ini membuat sistem pembayaran terus mengalami perubahan. Misalnya pada saat masa sistem pembayaran barter, ketika benda yang akan ditukar memiliki nilai yang tidak setara, maka manusia menciptakan inovasi berupa uang komoditas.


    Inovasi tersebut terus berkembang seiring kemajuan zaman. Setelah uang komoditas, muncul uang kerang, uang logam, uang kertas, ATM, online banking, hingga contactless card. Proses perubahan sistem pembayaran tak hanya berlaku pada alat pembayaran konvensional, hal ini juga mempengaruhi perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia.


    Perkembangan Sistem Pembayaran Digital di Indonesia

    Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia tak lepas dari kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat. Setelah uang kertas aktif digunakan, muncul sistem pembayaran transfer dana elektronik, kemudian kartu kredit, hingga ATM. Sistem pembayaran tersebut ternyata digemari oleh banyak orang, sehingga bank-bank menciptakan produk serupa untuk memenuhi kebutuhan nasabah agar dapat melakukan transaksi ekonomi digital.


    Tidak berhenti disitu, kehadiran transfer dana elektronik, kartu kredit, dan ATM rupanya menginisiasi sistem pembayaran payment card. Setelah itu, muncul inovasi-inovasi sistem pembayaran lainnya seperti EFTPOS, Online Banking (Internet Banking dan Mobile Banking) Contactless Card, sampai Bitcoin. Bitcoin sendiri merupakan mata uang kripto atau cryptocurrency yang diprediksi akan menjadi mata uang digital di masa depan.


    Baca Juga : Cring! Talks, Komitmen SPE Dukung Bisnis UMKM


    Jenis-jenis Pembayaran Digital di Indonesia

    Saat ini terdapat berbagai jenis pembayaran digital yang dapat digunakan di Indonesia. Jenis-jenis pembayaran yang berlaku diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Kartu Debit

    Kartu debit termasuk jenis pembayaran yang sangat umum digunakan di Indonesia. Anda dapat melakukan tarik tunai atau pembayaran langsung menggunakan kartu di berbagai merchant. Perlu diketahui kartu debit terhubung langsung ke rekening tabungan, sehingga saldo di rekening tabungan akan terpengaruh saat Anda bertransaksi menggunakan kartu ini.


    2. Kartu Kredit

    Kartu kredit bersifat pascabayar, dimana Anda dapat bertransaksi terlebih dahulu menggunakan kartu ini, kemudian tagihan dapat dibayarkan di akhir bulan nanti. Namun, nominal yang dapat digunakan dalam kartu kredit biasanya memiliki limit tertentu.


    3. Transfer Bank

    Jenis pembayaran yang satu ini tentu sudah tidak asing bagi Anda. Lewat transfer bank, nasabah dapat mentransfer dana atau memindahkan uang dari satu rekening ke rekening yang lain. Saat ini, transfer bank dapat dilakukan melalui ATM atau online banking.


    4. Internet Banking

    Internet banking adalah layanan yang dapat digunakan untuk bertransaksi oleh nasabah melalui situs web bank. Layanan internet banking dapat diakses kapanpun dan dimanapun.


    5. Mobile Banking

    Mobile banking atau m-banking merupakan fasilitas yang disediakan oleh bank berupa aplikasi. Nasabah dapat menggunakannya untuk transaksi seperti transfer, top up, hingga membayar berbagai tagihan.


    6. E-Wallet

    E-wallet atau dompet digital difungsikan untuk menyimpan uang digital yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi digital. Contoh E-wallet yang umum digunakan di Indonesia yaitu GoPay, OVO, Dana, dan lain-lain.


    7. E-Money

    E-money atau uang elektronik merupakan salah satu produk perbankan yang dimaksudkan untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi digital atau non-tunai. E-money umumnya digunakan untuk ongkos transportasi, membayar tagihan tol, parkir, hingga belanja.


    8. QRIS

    QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi Bank Indonesia untuk mengintegrasikan sistem pembayaran digital. Transaksi jadi lebih mudah dan cepat hanya dengan memindai kode QR untuk melakukan pembayaran.


    9. PayLater

    PayLater memiliki konsep yang mirip dengan kartu kredit, tetapi tanpa kartu. Pengguna dapat melakukan pembelian terlebih dahulu dan tagihan bisa dibayarkan nanti, tergantung pada tenggat yang diberikan oleh penyedia layanan.


    10. Virtual Account

    Virtual account merupakan sistem pembayaran digital dengan menggunakan nomor rekening yang dibuat khusus untuk satu pengguna. Penyedia layanan akan memberikan nomor rekening virtual yang berbeda untuk setiap pengguna. Virtual account biasanya digunakan untuk membayar tagihan di e-commerce, pembayaran tiket, dan lain sebagainya.


    CRING! Sistem pembayaran digital terpercaya


    Demikianlah penjelasan sistem pembayaran digital dan perkembangannya di Indonesia. Sistem pembayaran ini tidak hanya mempengaruhi masyarakat sebagai individu, tetapi juga berpengaruh terhadap bisnis. Oleh karena itu sukseskan bisnis Anda dengan menggunakan jasa CRING! sistem pembayaran digital terpercaya.

  • Memahami Alat Pembayaran Digital untuk Transaksi yang Efisien dan Aman

    Memahami Alat Pembayaran Digital untuk Transaksi yang Efisien dan Aman

    Alat Pembayaran Digital yang Efisien

    Memahami alat pembayaran digital adalah hal yang sangat penting, terutama di masa kini, dimana hampir semua hal telah terdigitalisasi. Sistem pembayaran digital dapat membuat transaksi yang dilakukan lebih efisien dan aman. Selain itu, terdapat banyak pilihan alat pembayaran sehingga para pengguna dapat memilih yang paling sesuai dan nyaman digunakan. Di antara banyaknya pilihan tersebut, lantas apa saja jenis pembayaran digital di Indonesia?


    Sebelum membahas jenis pembayaran digital, kami akan terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem pembayaran digital. Kemudian Anda juga akan mengetahui manfaat pembayaran digital serta kelebihan alat pembayaran digital dibandingkan konvensional. Oleh karena itu, simak artikel ini hingga tuntas untuk memahaminya.


    Baca Juga : Perkembangan Sistem Pembayaran Digital di Indonesia


    Apa yang dimaksud dengan sistem pembayaran digital?

    Sistem pembayaran digital merupakan metode pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang elektronik atau tanpa uang fisik. Proses transaksi dengan sistem pembayaran digital biasanya menggunakan transfer bank, dompet elektronik hingga scan kode QR. 


    Saat ini, sistem tersebut telah sangat populer dan banyak digemari oleh masyarakat luas. Kemudahan dalam bertransaksi menjadi alasan bagus mengapa orang-orang menyukai metode pembayaran yang satu ini. Dengan Sistem pembayaran digital, bahkan transaksi dapat dilakukan dari jarak yang jauh sekalipun.


    Jenis Pembayaran digital yang dapat digunakan

    Sejak pandemi covid-19 yang melanda dunia, pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan baru salah satunya adalah mengurangi kontak fisik. Efek dari kebijakan tersebut rupanya membuat merebaknya jenis pembayaran digital agar transaksi tetap dapat dilakukan tanpa kontak fisik secara langsung. 


    Adapun beberapa jenis pembayaran digital yang dapat digunakan di Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Kartu Perbankan

    Jenis pembayaran yang satu ini sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi. Namun, meski telah lama digunakan, metode pembayaran menggunakan kartu perbankan masih populer digunakan hingga saat ini. Kartu perbankan yang sering digunakan untuk menggantikan transaksi tunai adalah kartu debit dan kredit.


    2. Online Banking (Internet Banking dan Mobile Banking)

    Sama seperti kartu perbankan, metode pembayaran digital menggunakan online banking juga telah lama digunakan. Online banking terbagi ke dalam dua jenis pembayaran yaitu internet banking dan mobile banking.


    Internet banking merupakan fasilitas yang disediakan oleh pihak bank yang memungkinkan para nasabah dapat melakukan transaksi menggunakan jaringan internet melalui situs web bank. Transaksi ini dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun asal perangkat nasabah terhubung dengan internet.


    Sedangkan mobile banking atau biasa disebut m-banking merupakan fasilitas berupa aplikasi dengan berbagai fitur menarik yang dapat digunakan oleh para nasabah. Lewat aplikasi m-banking, para nasabah dapat melakukan berbagai macam transaksi seperti transfer dana, pembayaran tagihan, top up, dan lain sebagainya.


    3. E-Wallet

    E-wallet atau dompet digital adalah jenis pembayaran digital selanjutnya. Memiliki fungsi yang mirip dengan dompet fisik, e-wallet juga merupakan tempat menyimpan uang dalam bentuk digital yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan, belanja, dan sebagainya. E-wallet yang umum digunakan masyarakat Indonesia diantaranya adalah DANA, GoPay, OVO, dan lain-lain.


    4. Virtual Account (VA)

    Sebagian dari Anda mungkin tidak asing dengan istilah virtual account. Virtual account biasanya berbentuk kode unik yang dibuat khusus untuk melakukan pembayaran digital. Dengan memasukkan kode unit virtual account, pembeli akan langsung mendapatkan rincian informasi pembayaran yang harus dibayarkan. 


    5. QRIS

    Salah satu metode pembayaran digital yang saat ini sangat terkenal adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Cukup dengan memindai kode QR lewat aplikasi pembayaran digital, transaksi pun telah selesai dilakukan.


    Manfaat Pembayaran digital 

    Sistem atau metode pembayaran digital memiliki banyak manfaat, terutama bagi bisnis. Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, pembayaran digital juga dapat membantu Anda dalam penyimpanan dan pengelolaan uang. Transaksi yang dilakukan secara digital akan tercatat secara otomatis sehingga Anda dapat mengurangi kesalahan perhitungan ataupun dalam penulisan angka. 


    Jejak transaksi yang tercatat otomatis ini memberikan sifat transparan pada metode pembayaran digital. Di samping itu, pembayaran digital juga dapat menghemat waktu karena prosesnya yang cepat, serta dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.


    Kelebihan alat pembayaran digital dibandingkan konvensional

    Maraknya penggunaan alat pembayaran digital tentu didasari banyak alasan, seperti kelebihan yang ditawarkannya. Tak mungkin banyak orang beralih ke alat pembayaran digital jika tidak ada kelebihan-kelebihan yang menguntungkan. Berikut adalah beberapa kelebihan alat pembayaran digital dibandingkan konvensional.


    1. Praktis

    Karena sifatnya yang fleksibel, dimana transaksi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, membuat alat pembayaran digital menjadi pilihan bagus bagi orang-orang yang tidak mau ribet. Bahkan dari rumah sekalipun, Anda dapat bertransaksi dengan alat pembayaran digital.


    2. Banyak Promo

    Demi mendorong penggunaan alat pembayaran digital, banyak merchant yang bekerja sama dengan berbagai penyedia uang elektronik. Sehingga saat berbelanja, biasanya akan ada penawaran atau promo jika Anda bertransaksi menggunakan alat pembayaran digital tertentu.


    3. Mengurangi Risiko Pencurian

    Anda tidak perlu membawa banyak uang tunai saat bertransaksi dengan alat pembayaran digital. Hal ini dapat mengurangi risiko pencurian karena uang elektronik biasanya membutuhkan pin yang hanya diketahui oleh Anda. Selain itu, keamanan uang elektronik juga telah dijamin oleh lembaga keuangan negara.


    Baca Juga : Perkembangan Transaksi Digital Terkini di Era Digital


    CRING! Sistem pembayaran digital terpercaya

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem pembayaran digital memberikan banyak manfaat, terutama untuk bisnis. Dengan volume transaksi yang tinggi pelaku bisnis tetap harus mengelola keuangan dengan baik meskipun jejak transaksi digital akan tercatat secara otomatis. Hubungi tim CRING! untuk mendapatkan sistem pembayaran terbaik, karena Cring! menyediakan sistem pembayaran digital terpercaya yang akan dibutuhkan oleh bisnis Anda


  • Pengertian dan Perkembangan Terkini Transaksi Digital di Era Digital

    Pengertian dan Perkembangan Terkini Transaksi Digital di Era Digital


    Transaksi digital lebih mudah dengan CRING

    Manusia sebagai makhluk sosial, hampir tidak bisa terlepas dari kegiatan transaksi. Sejak zaman dahulu transaksi telah dilakukan untuk mencapai penukaran barang atau jasa. Transaksi telah ada dari sejak sistem barter, transaksi konvensional, hingga transaksi digital yang saat ini sedang populer. Namun, apa yang dimaksud dengan transaksi digital? 


    Di masa era digital, dimana zaman yang semakin canggih membuat hampir semua lini kehidupan ikut terpengaruh, termasuk soal bertransaksi. Menurut KBBI, transaksi adalah persetujuan jual beli (dalam perdagangan) antara dua pihak, dan transaksi yang terdigitalisasi dapat disebut sebagai transaksi digital.


    Baca Juga : Perkembangan Sistem Pembayaran Digital di Indonesia


    Apa yang dimaksud dengan Transaksi Digital?

    Dilansir dari laman Investopedia.com, transaksi digital merupakan metode pembayaran tanpa menggunakan uang tunai atau biasa disebut dengan cashless. Jenis transaksi ini umumnya dilakukan secara online menggunakan perangkat ponsel seperti QR code. Selain itu transaksi digital juga dapat dilakukan secara offline misalnya menggunakan kartu debit atau e-money.


    Transaksi digital semakin banyak digemari karena kemudahan yang ditawarkannya. Meski masih terdapat kekurangan, namun lembaga keuangan resmi Indonesia telah menjamin keamanan penggunaan transaksi jenis ini. 


    Perkembangan Transaksi Digital di Indonesia

    Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, cara bertransaksi pun mengalami perubahan menjadi terdigitalisasi. Terutama sejak pandemi Covid-19, penggunaan transaksi digital semakin melejit karena kecenderungan masyarakat dalam berbelanja online.


    Hal ini juga didukung oleh Bank Indonesia (BI) yang ingin menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia. Oleh karena itu, transaksi digital semakin populer dan banyak digunakan oleh masyarakat luas. Adapun beberapa jenis transaksi digital diantaranya adalah sebagai berikut:


    1. Online Banking

    Saat ini, hampir setiap Bank menawarkan layanan online banking yang terbagi menjadi dua jenis yaitu internet banking dan m-banking (mobile banking). Internet banking merupakan layanan dimana nasabah dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun melalui jaringan internet. 


    Sedangkan m-banking merupakan fasilitas yang disediakan bagi nasabah berupa aplikasi m-banking yang bisa diakses melalui ponsel. Layanan ini dapat digunakan untuk transfer, mengecek saldo, top up, hingga membayar tagihan. Beberapa contoh m-banking diantaranya adalah mBCA, Livin’ by Mandiri, BNI Mobile Banking, BRImo, dan lain-lain.


    2. E-money

    Anda pasti sudah tidak asing dengan jenis transaksi digital yang satu ini. E-money merupakan uang elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai pembayaran seperti membayar tol, ongkos transportasi publik, parkir, hingga belanja.


    E-money juga merupakan salah satu produk bank yang hadir untuk memudahkan proses transaksi banyak orang. Beberapa contoh e-money yang populer di masyarakat adalah BCA Flazz, Mandiri e-money, BNI Tapcash, BRI BRIZZI, BTN Blink, dan lain sebagainya.


    3. E-wallet

    E-wallet atau dompet digital memiliki fungsi yang sama dengan dompet fisik yaitu untuk menyimpan uang. Perbedaannya hanya terletak pada bentuknya. Dengan e-wallet Anda dapat melakukan berbagai transaksi secara online seperti transfer dana, bayar belanjaan, dan lain sebagainya. E-wallet juga biasanya dimanfaatkan oleh e-commerce untuk menjalankan bisnisnya. Adapun e-wallet yang saat ini populer di Indonesia adalah GoPay, OVO, ShopeePay, Dana, dan LinkAja.


    3. QRIS

    QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah metode pembayaran yang saat ini sedang populer. Diusung oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan transaksi non-tunai agar lebih cepat dan mudah. Cukup dengan memindai kode QR, pembayaran telah selesai dilakukan.


    Dengan semakin pesatnya penggunaan QRIS, Bank Sentral bahkan telah mengembangkan fitur QRIS antarnegara sehingga Anda dapat bertransaksi di luar negeri menggunakan rupiah. Saat ini, QRIS antarnegara dapat digunakan di tiga negara ASEAN yaitu Thailand, Malaysia, dan Singapura.


    Alasan Transaksi Digital Lebih Baik dari Transaksi Konvensional

    Meski transaksi konvensional masih tetap eksis hingga saat ini, namun banyak orang yang telah beralih ke sistem pembayaran non-tunai. Bukan tanpa alasan banyak orang lebih menyukai transaksi digital. Kelebihan dan kekurangan transaksi digital memang sering menjadi pertimbangan banyak orang dalam penggunaannya, tetapi ada banyak kelebihan dan keunggulan transaksi digital dibandingkan dengan transaksi konvensional. 


    Berikut adalah alasan transaksi digital lebih baik dari transaksi konvensional.

    1. Efektif dan efisien

    Transaksi digital membuat kegiatan bertransaksi menjadi lebih efektif dan efisien. Anda tidak lagi perlu membawa uang tunai kemana-mana. Cukup membawa kartu debit, e-Money, atau ponsel, transaksi sudah dapat dilakukan. 


    2. Lebih Aman

    Membawa uang tunai dalam jumlah besar seringkali membuat perasaan tidak aman. Sedangkan transaksi digital dapat memberikan jaminan keamanan yang dibutuhkan, karena transaksi jenis ini telah diawasi oleh lembaga keuangan negara.


    3. Hemat Waktu

    Tak perlu menghitung secara manual, transaksi digital dapat secara otomatis menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan. Orang yang menerima pembayaran pun tak perlu menyiapkan uang kecil untuk kembalian.


    4. Fleksibel

    Transaksi digital bersifat lebih fleksibel karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, asal terkoneksi dengan jaringan internet. Kapanpun Anda memerlukannya, Anda bisa bertransaksi secara digital selama 24 jam setiap hari.


    5. Memudahkan Pencatatan Keuangan dan Melacak Transaksi

    Transaksi digital dapat memudahkan pelaku bisnis dalam pencatatan keuangan. Semua transaksi yang dilakukan secara digital akan mudah dilacak dan tercatat secara otomatis. Hal ini sangat berguna dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.


    6. Lebih Murah

    Tak bisa dipungkiri, seringkali pelanggan mendapat keuntungan lebih saat bertransaksi secara digital. Entah diskon dengan metode pembayaran tertentu atau mendapat cashback. Selain itu, biaya transaksi digital atau biaya admin pun masih terhitung murah atau bahkan gratis sama sekali.


    Baca Juga : Integrasi Sistem Pembayaran yang Optimal Tingkatkan Efisiensi Bisnis


    Transaksi Digital Lebih Mudah Dengan CRING!

    Setelah memahami apa yang dimaksud dengan transaksi digital, mungkin kini Anda semakin yakin untuk menggunakan jenis transaksi ini bahkan untuk kepentingan bisnis. Agar pengaturan keuangan perusahaan Anda dapat berjalan dengan baik, gunakan CRING! yang dapat membantu mengelola keuangan Cash-In dan Cash-Out secara realtime. Hubungi tim Produk CRING!, Untuk menemukan berbagai layanan menarik yang dapat membantu permudah transaksi digital untuk kelancaran bisnis Anda.