CRING! CMS

Blog

  • Memahami Proses Settlement: Pengertian dan Pentingnya dalam Bisnis

    Memahami Proses Settlement: Pengertian dan Pentingnya dalam Bisnis

    pengaruh proses settlement untuk bisnis

    Apakah Anda pernah mendengar istilah Settlement? Dalam bahasa Inggris, kata ini memiliki arti penyelesaian. Namun, dalam dunia keuangan istilah ini juga cukup sering digunakan, terutama di bagian akuntansi biaya.  Penyelesaian di sini dapat berarti akhir dari proses suatu transaksi yang terjadi di antara perusahaan dan pembeli. Untuk memahami lebih jauh tentang settlement, Anda bisa menyimak artikel di bawah ini.


    Baca Juga : Pelajari Transfer Bank yang Sesuai Kebutuhan Bisnis


    Definisi Settlement

    Dalam dunia bisnis dan keuangan, istilah settlement seringkali muncul dalam berbagai transaksi pembayaran. Transaksi pembayaran merupakan sesuatu yang akan sering terjadi dalam sebuah usaha dan settlement terjadi ketika pelanggan melakukan pembayaran dan perusahaan menyelesaikan pesanan. Jadi, apa yang dimaksud dengan settlement? Apa definisi sebenarnya dari istilah ini?


    Settlement merupakan tahap akhir dalam sebuah transaksi, sebagaimana secara harfiah yang berarti penyelesaian. Dalam konteks ini, settlement menandakan akhir dari sebuah transaksi, dan proses ini terjadi setelah penjual menyelesaikan pesanan dan pembeli membayar, yang memastikan bahwa semua aspek dari transaksi tersebut telah terpenuhi. Settlement juga berarti pencatatan seluruh aktivitas transaksi keuangan dalam sebuah bisnis, yang sederhananya merupakan pendapatan yang diterima dan dicatat dalam jurnal akuntansi. 


    Tujuan Proses Settlement

    Proses settlement dalam akuntansi memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai berikut.

    1. Mencegah kendala suatu transaksi agar prosesnya berjalan lebih cepat

    2. Mempercepat proses pembukuan keuangan bagi penjual

    3. Settlement menghilangkan kewajiban pembeli untuk membayar utang kepada penjual dan membebaskan penjual dari tanggungan piutang yang harus ditagih dari pembeli.

    4. Penjual akan memberikan produk/barang kepada pembeli apabila telah melakukan pembayaran dan memenuhi beberapa persyaratan tertentu

    5. Pembeli akan menerima layanan atau jasa dengan membayar sejumlah tagihan tertentu serta memenuhi beberapa persyaratan yang berlaku

    6. Memperoleh penghasilan atau keuntungan dari barang atau jasa yang dijajakan

    7. Mengurangi atau meminimalisasi risiko dalam suatu sistem pembayaran


    Berbagai Macam Istilah Settlement

    Settlement dalam dunia keuangan memiliki beberapa istilah yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Real Time Gross Settlement

    Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah Real Time Gross Settlement (RTGS). RTGS adalah sebuah layanan dari bank untuk mentransfer uang antar bank secara real-time. Uang yang dikirim tersebut baru akan diterima 3-4 jam kemudian karena jumlah uang yang dikirim dalam nominal besar. Pengguna layanan ini akan dikenakan admin sebesar Rp25000-Rp50000, sesuai kebijakan bank. Bagi Anda yang ingin bertransaksi dalam jumlah besar, layanan ini bisa dipertimbangkan.


    2. Local Currency Settlement

    Local Currency Settlement (LCS) bisa Anda temukan pada contoh kerjasama antara Bank Indonesia dengan berbagai bank sentral di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Tiongkok dan Jepang. LCS merupakan sistem untuk membantu menyelesaikan transaksi yang sifatnya belateral dan biasanya dilakukan oleh pebisnis Indonesia dengan negara partner menggunakan mata uang masing-masing negara.


    3. Net Settlement

    Istilah satu ini cukup umum didengar karena memiliki kaitan antara rekening nasabah dan bank. Pada net settlement, kewajiban bayar dan hak tagih akan dihapus pada akhir periode akuntansi sebagai proses akhir penyelesaian suatu transaksi.


    Fungsi Utama Settlement

    Settlement memiliki beberapa fungsi utama yang wajib Anda ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Fungsi Pemenuhan

    Settlement memiliki fungsi pemenuhan baik bagi perusahaan maupun pelanggan. Bagi pelanggan, transaksi yang dapat terselesaikan dengan cepat adalah yang terbaik karena dapat memenuhi kebutuhannya. Begitu pula bagi perusahaan, transaksi yang selesai dengan cepat maka akan membantu perusahaan memenuhi target penjualan dengan cepat pula.


    2. Fungsi Stabilitas

    Settlement juga berfungsi untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Semakin cepat transaksi terselesaikan, maka akan semakin cepat uang dapat diputar kembali. Sehingga perusahaan dapat terus menjalankan bisnisnya dengan lancar.


    3. Fungsi Penyelesaian

    Secara harfiah settlement berarti penyelesaian. Maka fungsi penyelesain menjadi paling dasar karena saat transaksi terselesaikan antara penjual dan pembeli, maka keduanya telah melaksanakan semua kewajiban dan tidak menyisakan tanggungan atau tagihan lainnya.


    Baca Juga : Dapatkan Transaksi Online yang Aman dengan Payment Link


    Real-time settlement dengan CRING! Payment Facilitator

    Settlement dalam keuangan memiliki peranan penting dalam memastikan kelancaran dan transparansi suatu transaksi bisnis. Dengan menyelesaikan setiap transaksi dengan tepat dan akurat, perusahaan akan bisa menjaga kepercayaan pelanggan, mengatur dan mengelola arus kas dengan lebih efektif, serta meminimalisasi risiko kesalahan dalam pencatatan akuntansi. Proses settlement yang efisien bukan hanya membantu dalam pencatatan keuangan yang benar, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan dan stabilitas bisnis jangka panjang. Sebagai pelaku bisnis, Anda mungkin ingin setiap transaksi pembayaran dapat terselesaikan dengan lebih cepat. Oleh karena itu, kami hadirkan sebuah Payment Facilitator agar Anda dapat memanfaatkannya untuk melakukan settlement secara real-time dengan menghubungi tim CRING! Payment Facilitator Sekarang.


  • Payment Link untuk stakeholder enterprise: optimalkan transaksi, integrasi IT, dan efisiensi bisnis medium-high.

    Payment Link untuk stakeholder enterprise: optimalkan transaksi, integrasi IT, dan efisiensi bisnis medium-high.

    keuntungan payment link untuk transaksi

    Transaksi online kini semakin beragam jenisnya, salah satunya adalah payment link. Metode pembayaran yang satu ini dapat membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, dan aman. Para pelaku bisnis dapat memanfaatkan payment link untuk mengefisiensikan proses pembayaran karena platform pembayaran akan memproses transaksi secara otomatis, sehingga pelaku bisnis tak perlu melakukannya secara manual.


    Baca Juga : Pilih Metode Transfer yang Tepat Sesuai Kebutuhan


    Payment Link itu apa?

    Sebagian dari Anda mungkin sudah familiar dengan payment link, tapi sebagian orang bisa jadi masih asing dengan metode pembayaran yang satu ini. Sebenarnya payment link itu apa?


    Payment link adalah sebuah cara atau metode pembayaran yang dapat dilakukan oleh pelanggan dengan cara mengklik suatu link pembayaran. Lewat tautan tersebut, pelanggan dapat melakukan transaksi secara online dengan cepat dan mudah, tanpa harus membuka aplikasi atau website. Metode ini dapat menggantikan cara pembayaran tradisional atau  proses checkout manual di keranjang belanja online.


    Umumnya tautan untuk link pembayaran akan dikirim lewat email atau SMS. Namun, link pembayaran sebenarnya bisa berada di mana saja seperti di website, chat, atau aplikasi pemesanan. Metode ini dapat mempermudah proses pembayaran yang sebelumnya bisa sampai beberapa tahap, karena berbagai transaksi dapat diselesaikan hanya dengan satu link.


    Bagaimana Sistem Payment Link Bekerja?

    Untuk dapat menggunakan Payment Link, tentu Anda harus mengetahui bagaimana sistem ini bekerja.

    1. Pembuatan Link

    Langkah pertama adalah pembuatan link. Untuk proses pembuatan tautan, pelaku bisnis bisa mengandalkan platform pembayaran online untuk membuat link pembayaran yang unik. Tautan atau link tersebut biasanya bersifat unik dan dapat dipesan agar sesuai dengan bisnis atau perusahaan Anda. Lewat laman payment gateway, pebisnis dapat membuat tautan dengan mengisi informasi yang dibutuhkan terkait dengan pembayaran usaha mereka. Kemudian, penyedia layanan payment gateway akan membuat link khusus yang dapat pelaku bisnis bagikan kepada para pembeli


    2. Pengiriman Link dan Proses Pembayaran

    Jika link sudah dibuat, pebisnis dapat mengirimkan tautan tersebut kepada pelanggan melalui SMS, email, atau media sosial. Untuk melakukan pembayaran, pelanggan bisa langsung mengklik tautan tersebut yang akan mengarahkan mereka pada informasi terkait tagihan pesanan. Kemudian, pembeli bisa memilih metode pembayaran pilihan mereka dan melakukan pembayaran. Jika pembayaran telah selesai dilakukan, pembeli dan penjual akan menerima notifikasi sebagai konfirmasi.


    3. Verifikasi Transaksi

    Untuk menjaga keamanan informasi pembayaran, setelah transaksi selesai platform pembayaran biasanya akan melakukan verifikasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran data dan informasi.


    Apa Saja Tipe Payment Link?

    Payment link memiliki beberapa model atau tipe yang bisa Anda manfaatkan, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Payment Link Standar

    Payment Link Standar merupakan model tautan pembayaran yang paling standar atau dasar. Tipe ini bisa dimanfaatkan oleh pebisnis untuk menyederhanakan proses pembayaran bagi pelanggan. 


    2. Payment Link Invoice

    Mirip dengan fungsi invoice, payment link invoice juga digunakan untuk mengirimkan invoice kepada pelanggan lengkap dengan detail produk dan harga. Tipe link ini juga dapat Anda gunakan untuk mengecek status pembayaran.


    3. Payment Link Product

    Model link pembayaran ini bisa dimanfaatkan untuk mengkategorikan proses pembayaran tiap produk. Pelaku bisnis bisa membuat link pembayaran khusus untuk tiap-tiap produk yang akan mempermudah pelanggan dalam proses pembayaran.


    4. Payment Link Subscription

    Dengan Payment Link Subscription, pembeli dapat berlangganan dan melakukan pembayaran untuk setiap periode berlangganan.


    5. Payment link donasi

    Payment link donasi dapat dimanfaatkan untuk pembayaran dengan tujuan donasi. Tautan ini akan mempermudah setiap transaksi pelanggan yang berdonasi.


    Baca Juga : Keputusan Keuangan Bisnis yang Cermat dengan Menganalisa Transaksi


    Keuntungan Menggunakan Payment Link

    Hampir setiap metode pembayaran memiliki keunggulannya masing-masing. Adapun keuntungan menggunakan payment link adalah sebagai berikut.

    1. Proses Pembayaran yang Mudah

    Semakin mudah suatu metode pembayaran biasanya semakin banyak dicintai. Payment link menawarkan kemudahan pembayaran karena hanya dengan mengklik tautan transaksi dapat terselesaikan dengan mudah, tanpa aplikasi atau website. Selain itu, pebisnis juga dapat memantau dan melacak untuk mengetahui status pembayaran, serta jika ada masalah dapat diatasi dengan cepat.


    2. Akses yang Mudah

    Payment link juga dapat menjadi solusi untuk pembayaran lintas negara, karena dapat diakses dengan mudah di berbagai wilayah atau negara. Tautan dapat dikirim lewat SMS, email, atau media sosial yang memungkinkan proses pembayaran lebih fleksibel berdasarkan ketersediaan pelanggan.


    3. Cepat dan Efisien

    Di era ini, umumnya pembeli menyukai metode pembayaran yang cepat dan efisien. Payment link menawarkan dua hal tersebut karena tidak adanya pengecekan manual yang dapat menghemat waktu. Pengecekan akan dilakukan secara otomatis oleh penyedia layanan payment link.


    4. Aman

    Untuk memberikan rasa aman kepada pembeli maupun penjual, transaksi payment link dilakukan lewat laman yang terlindungi, sehingga informasi dan data pelanggan terjamin keamanannya.


    5. Kepercayaan dari Pelanggan

    Dengan semua kelebihan yang ditawarkan oleh payment link, metode ini dapat dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari pelanggan karena cepat, mudah, dan aman. Sehingga pelanggan pun dapat merasakan kenyamanan selama bertransaksi, dan hal ini tentu akan berimbas baik pada bisnis Anda.


    CRING! Payment Facilitator

    Bagi Anda para pelaku bisnis yang ingin membuat link pembayaran unik, Anda dapat mengandalkan CRING! Payment Facilitator untuk mengatasi hal tersebut. CRING! dapat membantu Anda dalam menyediakan metode pembayaran yang cepat, fleksibel, dan mudah. Hal ini tentu dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, daya tarik produk, serta kredibilitas perusahaan. Tunggu apa lagi? Gunakan CRING! sekarang juga.


  • Memilih Jenis Transfer Antar Bank yang Tepat Sesuai Kebutuhan

    Memilih Jenis Transfer Antar Bank yang Tepat Sesuai Kebutuhan

    transfer antar bank  yang tepat

    Transfer bank merupakan salah satu metode pembayaran yang cukup umum sejak lama. Transfer antar bank biasa digunakan untuk berbagai jenis transaksi bisnis, termasuk B2B. Alasannya karena transaksi ini dianggap mudah dan aman untuk digunakan, meskipun biasanya ada biaya admin yang dikenakan. Untuk memahami lebih dalam mengenai transfer antar bank, Anda bisa menyimak artikel ini hingga tuntas.


    Baca Juga : Pastikan Transaksi Anda Aman dari Ancaman Digital


    Apa itu Transfer Antar Bank

    Bank sebagai lembaga keuangan menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti simpanan berupa giro, simpanan tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, termasuk layanan transfer bank. Transfer bank merupakan kegiatan pemindahan dana dari rekening pengirim ke rekening penerima. Namun apakah transfer hanya bisa dilakukan ke sesama bank? Tentu tidak, bank juga menyediakan layanan transfer antar bank yang bisa Anda gunakan untuk memindahkan dana ke rekening di bank yang berbeda. Untuk memahami lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan transfer antar bank?


    Transfer antar bank merupakan layanan yang memungkinkan nasabah mengirim dana ke rekening di bank lain. Layanan ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan pembayaran atau mengirim uang ke rekening di bank berbeda. Transaksi transfer antar bank ini tidak hanya digunakan untuk mengirim dana dari satu pihak ke pihak yang lain. Dalam dunia bisnis, transfer antar bank juga menjadi metode pembayaran penting untuk memastikan kelancaran penjualan atau pembelian.


    Berbagai Jenis Layanan Transfer Antar Bank

    Terdapat berbagai jenis layanan transfer antar bank yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah transaksi bisnis Anda.

    1. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

    Sistem kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) adalah layanan transfer dana yang umumnya memerlukan waktu 2-3 hari kerja untuk diproses.. Hal ini karena bank perlu mengirim uang ke SKNI Bank Indonesia untuk melakukan proses kliring. Kemudian, sistem dari Bank Indonesia akan meneruskan dana tersebut ke bank tujuan, baru setelah itu pihak bank akan mentransfer dana ke rekening penerima. Meski memakan waktu yang cukup lama, sistem kliring memiliki keunggulan dalam jumlah transaksi. Nasabah dapat mentransfer uang hingga Rp1.000.000.000 dengan biaya admin terjangkau lewat sistem ini.


    2. Real Time Gross Settlement (RTGS)

    Mirip dengan kliring, proses transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) memiliki prosedur yang serupa. Namun, RTGS tidak perlu menunggu sampai 2-3 hari agar dana sampai ke penerima karena sifatnya yang real time. Proses transaksi RTGS biasanya dapat selesai dalam waktu sekitar 4 jam. Agar tidak terjadi keterlambatan penerimaan dana, sebaiknya Anda melakukan transaksi sebelum pukul 3 sore. Keterlambatan juga bisa terjadi jika Anda mengirim dana pada akhir bulan seperti tanggal 30 atau 31. Sistem transfer RTGS memiliki batas jumlah maksimum transfer yaitu sebesar Rp100.000.000 per transaksi. Selain itu, transaksi juga hanya dapat dilakukan melalui teller bank.

    3. Transfer Online atau via ATM

    Metode transfer online atau melalui ATM adalah metode transaksi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Proses transaksi pun dapat berlangsung dengan cepat dalam hitungan menit. Transfer online umumnya dilakukan melalui internet banking dan mobile banking, serta dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Sedangkan transfer via ATM, Anda perlu datang ke mesin ATM terdekat untuk melakukan transaksi. Untuk lebih memudahkan, Anda bisa menggunakan ATM bersama untuk melakukan transfer antar bank.


    4. BI-FAST

    BI-FAST merupakan metode transfer terbaru dengan kelebihan kecepatan dan biaya admin yang murah, sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien. Selain itu, jumlah maksimum dana yang dapat ditransfer dengan metode ini adalah sekitar Rp250.000.000 untuk setiap transaksi. Meski begitu, metode ini memiliki beberapa kekurangan seperti bermasalah, sehingga di waktu-waktu tertentu Anda tidak bisa mengirim dana dengan metode ini.


    Biaya Transfer Antar Bank

    Tidak seperti layanan transfer ke sesama bank yang bebas biaya admin, transfer antar bank biasanya akan dikenakan biaya untuk setiap transaksinya. Jumlah biaya yang dikenakan pun akan berbeda tergantung pada jenis layanan transfer yang digunakan. 

    1. Kliring/LGG, pada layanan ini, pengirim dana biasanya harus membayar biaya admin sekitar Rp3500 – Rp5000 untuk setiap transaksi. Biaya administrasi dapat bervariasi antara satu bank dengan bank lainnya.

    2. RTGS, layanan ini menetapkan biaya admin yang cukup mahal berkisar Rp25.000-Rp50.000 karena proses transfer antar bank dapat dilakukan dengan cepat dan jumlah dana yang dapat ditransfer pun relatif besar.

    3. Transfer online/via ATM, layanan transfer antar bank baik via ATM maupun online biasanya akan dikenakan biaya sebesar Rp6500-Rp7500. Namun, tarif biaya transfer bisa berbeda tergantung kebijakan bank.

    4. BI-FAST, menggunakan layanan ini Anda akan dikenakan biaya admin sebesar Rp2500 untuk setiap transaksi.


    Baca Juga : Cermat Ambil Keputusan Keuangan dengan Analisis Transaksi


    Pilihlah Jenis Transfer Bank Sesuai Kebutuhan

    Memilih jenis transfer bank yang tepat dapat membantu Anda menghemat waktu, biaya, dan memberikan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang Anda lakukan. Pilihlah jenis transfer yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.

    1. Tentukan Kebutuhan Anda

    Pertama, Anda harus mengetahui dan menentukan apa kebutuhan Anda. Apakah Anda memerlukan transfer instan, transfer dalam jumlah besar, atau transfer ke luar negeri. Lalu, pilih metode transfer yang paling pas dengan keperluan Anda.


    2. Perhatikan Biaya Transfer 

    Transfer antar bank umumnya memiliki biaya transfer yang harus Anda tanggung. Sebaiknya Anda memilih metode yang menawarkan biaya transfer paling murah sesuai dengan kebutuhan Anda.


    3. Pertimbangkan Keamanan 

    Memperhatikan keamanan dalam bertransaksi merupakan hal yang penting. Jika Anda ingin mengirim dana dalam jumlah besar atau transaksi internasional, sebaiknya pilih metode yang menawarkan tingkat keamanan tinggi.


    CRING! Kemudahan Transfer Antar Bank dengan Layanan Terlengkap

    Dalam sebuah bisnis, melakukan transaksi seperti transfer antar bank merupakan sebuah keniscayaan. Penting bagi Anda untuk memilih layanan yang lengkap yang bisa memudahkan proses transaksi bisnis. Anda bisa menggunakan CRING! Payment Facilitator, sebuah produk perbankan dengan berbagai layanan produk yang terintegrasi melalui API yang dapat memberikan kemudahan transfer antar bank. Dengan layanan yang terintegrasi, semua proses transaksi akan dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan efisien.


  • Memahami Analisis Transaksi untuk Pengambilan Keputusan Keuangan yang Cermat

    Memahami Analisis Transaksi untuk Pengambilan Keputusan Keuangan yang Cermat

    Analisis Transaksi Pengambillan Keputusan

    Pencatatan dan pengaturan keuangan yang baik merupakan hal yang penting dalam sebuah bisnis. Namun, analisis transaksi yang baik bisa membantu Anda memantau status keuangan perusahaan yang dapat membawa Anda pada perencanaan keuangan perusahaan yang koheren dan pengambilan keputusan keuangan yang tepat.


    Dalam kegiatan akuntansi, analisis transaksi akan merangkum semua data keuangan perusahaan seperti pengeluaran, pemasukan, dan lain sebagainya. Analisis transaksi juga diperlukan untuk menjamin akurasi data untuk menjaga pengaruh positif pada saat pengelolaan anggaran perusahaan.


    Baca Juga : Dukung Digitalisasi Bisnis Sebagai Komitmen Nyata CRING!


    Konsep Dasar Analisis Transaksi

    Analisis transaksi memiliki peranan penting untuk menentukan kondisi keuangan perusahaan. Keuangan perusahaan menjadi fondasi utama bisnis agar dapat terus berjalan dengan baik. Untuk menjaga kestabilan usaha, sebagai pelaku bisnis Anda perlu memahami apa yang dimaksud dengan analisis transaksi?


    Konsep dasar analisis transaksi cukup sederhana yaitu kegiatan mengumpulkan data dari setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Dalam prosesnya, manajemen akan menganalisis dan mengevaluasi setiap data transaksi yang tercatat untuk kemudian dibuatkan sebuah pelaporan yang dicatat dalam buku jurnal lanjutan. Bisa disimpulkan bahwa analisis transaksi merupakan gerbang utama atau tahapan awal pada saat akan membuat laporan keuangan. Perusahaan akan mempelajari setiap transaksi untuk memastikan agar pembukuan tetap seimbang. 


    Tujuan Melakukan Analisis Transaksi

    Kegiatan analisis transaksi memiliki tujuan yang jelas dan berimbas pada bisnis. Adapun tujuan melakukan analisis transaksi adalah sebagai berikut.

    1. Pencatatan Keuangan yang Akurat

    Analisis transaksi diperlukan untuk menjamin keakuratan pencatatan setiap transaksi, serta memastikan transaksi dicatat sesuai standar akuntansi yang berlaku.


    2. Pemahaman Transaksi

    Dalam bisnis, setiap dana yang masuk dan keluar harus jelas sumbernya dan akan disalurkan kemana. Analisis transaksi akan membantu perusahaan untuk memahami sumber dan pemakaian dana tersebut.


    3. Pelaporan Keuangan

    Analisis transaksi dapat menjadi landasan dan tahapan awal dalam penyusunan laporan keuangan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan dapat dipercaya.


    4. Penilaian Kinerja

    Seperti disebutkan sebelumnya bahwa kondisi keuangan perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap bisnis. Analisis transaksi yang menyimpan data keuangan seperti arus kas, keuntungan, serta kerugian dapat membantu Anda untuk menilai dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.


    5. Pengambilan Keputusan

    Informasi terkait kondisi keuangan perusahaan dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perencanaan ke depan, seperti alokasi anggaran dan strategi bisnis.


    Manfaat Menerapkan Analisis Transaksi

    Terdapat beberapa manfaat bagi perusahaan jika menerapkan analisis transaksi, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Mengetahui Situasi Keuangan Periode Tertentu

    Dalam proses analisis transaksi selalu terdapat pengecekan terhadap semua data cash-in dan cash-out. Hal ini membuat perusahaan bisa mengecek aktivitas keuangan selama setahun, yang nantinya dapat digunakan untuk memantau situasi keuangan perusahaan apakah berada dalam kondisi yang baik atau sebaliknya.


    2. Mengetahui Kelemahan Perusahaan

    Mengetahui kelemahan perusahaan merupakan hal penting agar Anda dapat membenahi apa yang kurang dari bisnis Anda. Lewat analisis ini, Anda juga bisa membandingkan produk mana yang kurang penjualannya sehingga Anda bisa membuat keputusan apakah akan melanjutkan produksi atau tidak.


    3. Memahami Kelebihan Perusahaan

    Proses analisis transaksi juga bisa membuat perusahaan memahami kelebihan apa yang dimiliki perusahaan. Misalnya mana yang paling menguntungkan, bentuk investasi apa yang berhasil, dan sebagainya. Dari situ, Anda dapat menentukan langkah selanjutnya untuk meningkatkan performa perusahaan.


    4. Membantu Proses Pengambilan Keputusan

    Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa analisis transaksi, pengelolaan dan pengaturan yang baik dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat. Keputusan yang akan berpengaruh pada untung atau ruginya perusahaan bisa didasarkan pada kondisi keuangan saat ini.


    5. Sebagai Bahan Evaluasi dan Penilaian Kerja

    Laporan keuangan yang dihasilkan analisis transaksi bisa menjadi bahan evaluasi dan penilaian kinerja terhadap seluruh karyawan yang terlibat. Hal ini akan berguna untuk meningkatkan kinerja yang tentunya akan berdampak baik ke depannya.


    Jenis-jenis Transaksi Keuangan

    Terdapat beberapa jenis transaksi yang mungkin terjadi dalam sebuah bisnis. Berikut ada jenis-jenis transaksi keuangan yang perlu Anda ketahui. 

    1. Transaksi dengan Pelanggan

    Entah Anda menawarkan produk atau jasa, transaksi dengan pelanggan tentu saja akan sering terjadi. Transaksi ini berupa penjualan produk atau jasa yang Anda tawarkan, termasuk transaksi retur (pengembalian barang) jika terdapat barang yang cacat atau tidak sesuai pesanan.


    2. Transaksi dengan Supplier 

    Transaksi jenis ini biasanya berupa pembelian bahan baku untuk perusahaan manufaktur, pembelian barang dagangan atau produk, dan berbagai transaksi lainnya dengan supplier atau pemasok.


    3. Transaksi dengan Pemilik

    Transaksi dengan pemilik biasanya dilakukan di awal-awal pendirian perusahaan berupa setoran modal awal untuk bisnis. Namun, transaksi juga bisa berupa penarikan uang untuk urusan pribadi.


    4. Transaksi dengan Kreditur

    Utang piutang termasuk hal yang lumrah dalam sebuah bisnis. Beberapa contoh transaksi jenis ini ialah transaksi pelunasan atau penarikan pinjaman dengan kreditur atau yang memberikan kredit.


    5. Transaksi dengan Penyedia Nilai Tambah

    Transaksi dengan penyedia nilai tambah merupakan transaksi yang umum terjadi dalam sebuah perusahaan. Contohnya adalah penggajian karyawan yang memberikan tenaga dan pikiran untuk mengembangkan perusahaan. Gaji yang dibayarkan bisa disebut sebagai transaksi penyedia nilai tambah.


    Baca Juga : Keamanan Transaksi Penting Dilindungi dari Ancaman Digital


    Analisis Keuangan Lebih Mudah, Transaksi Menggunakan CRING!

    Untuk menganalisis keuangan perusahaan, Anda bisa mengandalkan CRING! Payment Facilitator. Dengan menggunakan CRING! setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan Anda seperti pengeluaran, pemasukan, dan lain sebagainya akan tercatat secara otomatis dan teratur. Pengaturan keuangan yang baik tentunya akan mempermudah proses analisis transaksi dan pembukuan. Selain itu, CRING! juga akan membuat proses transaksi menjadi lebih cepat, mudah, aman, dan fleksibel. Oleh karena itu, gunakan CRING! sekarang juga agar analisis keuangan lebih mudah dan teratur.

  • Pentingnya Memastikan Keamanan Transaksi dari Ancaman Digital

    Pentingnya Memastikan Keamanan Transaksi dari Ancaman Digital

    Keamanan Transaksi untuk Digital

    Transaksi digital merupakan salah satu jenis transaksi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena kemudahan dan manfaat yang ditawarkannya. Namun, di balik kelebihan tersebut, rupanya terdapat ancaman digital yang bisa sangat serius jika tidak berhati-hati. Untuk memastikan keamanan transaksi, Anda perlu mengetahui bagaimana tips aman dalam bertransaksi secara online. 


    Baca Juga : Pahami Konsep dan Implementasi Disbursement dalam Bisnis


    Pentingnya Keamanan Transaksi Online

    Kejahatan transaksi digital bisa menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, sebagai pengguna aktif transaksi online Anda harus lebih waspada terhadap ancaman kejahatan cyber yang kian meningkat. Data pribadi seperti alamat, rincian informasi kartu debit/kredit harus dijaga dengan baik agar tidak terjadi kebocoran data. Untuk itu, Anda juga harus mengetahui apa saja standar keamanan dalam melakukan transaksi digital?


    Biasanya pelaku menggunakan teknik social engineering untuk menaklukan mangsa. Teknik ini bisa membuat nasabah memberikan informasi rahasia seperti pin ATM kepada pelaku. Tentu saja korban tidak sadar saat memberitahu informasi tersebut karena telah dimanipulasi dengan memanfaatkan kelalaian seseorang lewat interaksi sosial.


    3 Standar Keamanan Transaksi Pembayaran Online

    Dalam transaksi pembayaran online, terdapat tiga standar yang wajib dipatuhi oleh penyedia jasa pembayaran yang memberikan opsi transaksi online, diantaranya sebagai berikut.

    1. Memiliki Izin Operasional dari Bank Indonesia

    Standar keamanan paling dasar dalam hal pembayaran adalah memiliki izin operasional dari Bank Indonesia. Hal ini telah terstandarkan dalam sistem keamanan payment gateaway Indonesia, dimana semua transaksi online yang melewati payment gateaway akan dijamin keamanannya oleh BI jika telah mendapat izin.


    2. Bersertifikasi PCI-DSS Level 1

    Standar keamanan selanjutnya adalah harus telah tersertifikasi PCI-DSS Level 1. PCI-DSS yang merupakan kependekan dari Payment Card Industry Data Security Standard adalah sebuah standar internasional yang berfungsi untuk data kartu atau akun nasabah. Level 1 merupakan peringkat tertinggi dalam sertifikasi ini, sehingga data pengguna akan dijaga dengan sangat ketat. 


    3. Terdapat Fraud Detection System (FDS)

    Terakhir adalah Fraud Detection System (FDS), yang merupakan sistem keamanan untuk melacak aktivitas penipuan yang mungkin terjadi dalam proses transaksi online. Dengan analisis data dan algoritma tertentu, FDS akan mengecek hal-hal yang berpotensi sebagai transaksi mencurigakan. Sistem ini juga dapat melakukan tindakan pencegahan seperti pemblokiran dan upaya-upaya lainnya untuk memastikan bahwa transaksi aman.


    Manfaat Keamanan Transaksi Online

    Keamanan transaksi online memiliki beberapa manfaat berguna bagi nasabah atau pengguna, diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Data Pribadi Pengguna Aman

    Hal yang diinginkan oleh pengguna saat bertransaksi online tentu saja keamanan data pribadi. Dengan standar keamanan yang wajib ditaati oleh penyedia jasa pembayaran, pengguna akan yakin bahwa data pribadi mereka aman dan terjaga dengan baik. Dengan begitu, risiko kebocoran data, penyalahgunaan informasi, dan pencurian identitas dapat dihindari.


    2. Kemudahan Belanja Jarak Jauh

    Manfaat keamanan transaksi online juga memberikan rasa aman bagi pengguna yang ingin belanja jarak jauh. Seiring dengan canggihnya teknologi dan merebaknya marketplace, pengguna dapat membeli apa saja yang diinginkan. Transaksi online yang aman akan membuat konsumen percaya diri melakukan transaksi online meski dengan jarak yang jauh sekalipun.


    3. Aktivitas Pembayaran Non Tunai Meningkat

    Keamanan transaksi online rupanya juga memberikan dampak positif bagi perekonomian negara. Saat keamanan transaksi online telah terjamin, masyarakat akan memiliki kecenderungan untuk menggunakan metode pembayaran non-tunai. Hal ini dapat membuat negara mengurangi biaya produksi untuk mencetak uang tunai. Di samping itu, transaksi digital juga membuat proses pembayaran lebih efektif dan efisien. 


    Tips Aman Melakukan Transaksi Online

    Untuk memastikan keamanan transaksi dari ancaman digital, berikut adalah beberapa tips aman melakukan transaksi online.

    1. Pastikan Toko Online yang Dipilih Terpercaya

    Memastikan apakah toko online yang akan dipilih terpercaya atau tidak merupakan hal yang penting. Periksa apakah toko tersebut berstatus official atau bukan. Kemudian, Anda juga dapat melihat ulasan pelanggan lain untuk lebih meyakinkan reputasi toko dan keamanan dalam bertransaksi.

    2. Gunakan Situs Web Terpercaya

    Selain memilih toko, Anda juga perlu menggunakan situs web terpercaya. Website yang aman umumnya telah tersertifikasi keamanan SSL (Secure Sockets Layer). Kemudian, situs web dengan protokol HTTPS biasanya dapat memberikan keamanan yang berlapis.

    3. Gunakan Metode Pembayaran yang Aman

    Pemilihan metode pembayaran juga merupakan hal yang penting untuk menjaga keamanan transaksi online. Sebaiknya pilih metode pembayaran aman yang dapat memberikan perlindungan tambahan contohnya seperti PayPal atau kartu kredit. Selain itu, hindari penggunaan metode pembayaran yang kurang dikenali dan belum terjamin keamanannya.

    4. Gunakan Perangkat dengan Keamanan Tinggi

    Saat melakukan transaksi online, sebaiknya gunakan perangkat pribadi. Menggunakan perangkat umum yang terkoneksi dengan WiFi publik untuk bertransaksi online dapat berpotensi pada pencurian data. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan perangkat pribadi karena keamanannya akan lebih terjamin.

    5. Waspada Terhadap Email dan Tautan yang Tidak Dikenal

    Jika ada email mencurigakan atau Anda menerima tautan dari sumber tidak dikenal, sebaiknya jangan asal dibuka atau diklik. Pelaku kejahatan cyber seringkali menggunakan tautan untuk menipu korban. Untuk mencegah kejahatan cyber tersebut, sebaiknya abaikan saja email atau tautan mencurigakan.


    Baca Juga : Seminar Bisnis Gratis dari CRING! untuk Digitalisasi Bisnis UMKM Bandung


    CRING! Platform Transaksi Online dengan Standar Keamanan Terjamin

    Untuk menjamin setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna, CRING! berkomitmen akan memberikan pelayanan yang prima, keamanan data dan transaksi, serta legalitas bisnis. 

    CRING! Payment Facilitator dibangun oleh Tim developer SPEcial team yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun dalam membangun aplikasi finansial dan perbankan di Indonesia. Setiap produk CRING! telah terjamin keamanannya dengan menggunakan standar ISO 27001 dan PCI DSS. PT Solusi Pembayaran Elektronik juga berkomitmen dalam memastikan keamanan transaksi elektronik menjadi manifestasi nyata dalam bisnis operasional yang dapat kami berikan pada Anda. Oleh sebab itu, tak perlu ragu, gunakan CRING! sekarang juga.


  • CRING! Talks Bandung: Komitmen Nyata Dukung Digitalisasi Bisnis Indonesia

    CRING! Talks Bandung: Komitmen Nyata Dukung Digitalisasi Bisnis Indonesia

    Bisnis Indonesia Digitalisasi

    CRING! Talks kembali hadir menyajikan seminar bisnis sebagai bentuk dukungan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Acara ini digelar di Bandung pada 29 Mei 2024 dengan tema “Innovating Together: CRING Collaborative Approach in Solving Merchant Challenges.” Gelaran seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang transformasi penyediaan fasilitas keuangan digital serta menawarkan solusi terhadap inovasi layanan keuangan kepada pelaku bisnis di Indonesia. Dengan hadirnya seminar bisnis ini, CRING! dengan lugas menyatakan komitmen nyata dalam mendukung digitalisasi bisnis di Indonesia.


    Baca Juga : Keseruan Acara CRING! Talks 2024 Jakarta, Dukung Perkembangan Bisnis


    Mengenal Konsep Digitalisasi Bisnis

    Sebagai pelaku bisnis, sebagian dari Anda mungkin sudah tahu apa itu digitalisasi bisnis dan kenapa digitalisasi itu penting? Seperti namanya, digitalisasi bisnis merupakan pemanfaatan teknologi digital yang digunakan dalam sebuah usaha dengan tujuan untuk meningkatkan bisnis tersebut.


    Penggunaan teknologi juga memberikan berbagai manfaat dalam bisnis seperti pemasaran secara online yang dapat membuat jangkauan audiens lebih luas, proses analisis data yang lebih mudah karena telah berbasis digital, memberikan konsumen banyak alternatif pilihan produk, modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, serta dapat mendukung inovasi.


    Selain itu, digitalisasi bisnis juga bisa mempermudah proses transaksi. Pebisnis dapat menyediakan berbagai layanan jenis pembayaran dan pelanggan dapat memilih metode pembayaran yang paling disukai, baik itu menggunakan uang tunai, kartu debit/kredit, e-money, QRIS, dan sebagainya.


    Kemudian digitalisasi bisnis juga tidak hanya terbatas pada penjualan produk, Anda juga bisa menawarkan jasa secara online. Selain itu, bisnis yang memanfaatkan teknologi juga lebih mampu bertahan meski di kondisi sulit, hal ini telah terbukti saat masa pandemi COVID-19. 


    Inovasi dan Solusi Digitalisasi Bisnis dari Cring!

    CRING! Payment Facilitator merupakan produk perbankan persembahan PT Solusi Pembayaran Elektronik yang menyediakan berbagai layanan produk pembayaran yang terintegrasi melalui API. CRING! sengaja dihadirkan untuk menjadi sebuah solusi pembayaran bagi pebisnis, baik dalam skala besar maupun skala kecil seperti UMKM. Untuk membantu para pelaku bisnis dalam menyediakan pembayaran yang aman dan terintegrasi CRING! menawarkan berbagai fitur layanan seperti Virtual Account, Fund Transfer, Bank Validator, Direct Debit, dan Rekening Dana Lender. Selain itu, untuk mendukung keberlangsungan bisnis di Indonesia, CRING! juga sering mengadakan event yang dapat memberikan banyak manfaat untuk para pebisnis.


    CRING! Talks kali ini diisi oleh dua narasumber hebat yaitu Bapak Rio Agustra Anjany (VP of Product SPE Solution) dan Bapak Khoirul Anam (Product Manager Sekolahku App) yang juga merupakan mitra dari CRING. Bersama kedua pengisi acara tersebut, CRING! Talks di Bandung fokus membahas bagaimana disrupsi digital tidak hanya memberikan tantangan tetapi juga banyak peluang bagi bisnis untuk dapat bersaing di era digital saat ini.


    Bapak Rio Agustra Anjany mengawali sesi dengan membahas “Peran CRING! dalam Membantu Digitalisasi Bisnis”. Dijelaskan bahwa CRING! sengaja dirancang agar dapat menjadi solusi untuk membantu digitalisasi bisnis. Dalam bisnis digital, salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh pebisnis adalah menyediakan layanan pembayaran yang aman, cepat, dan mudah bagi pelanggan. Di sinilah, CRING! hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Sebagai payment facilitator, CRING! berkomitmen untuk memberikan penyediaan akses yang merata bagi bisnis dalam melakukan integrasi terhadap digitalisasi layanan keuangan yang dapat meningkatkan pengalaman bagi pelanggan baik dari sisi efisiensi dan juga keamanan pembayaran.


    Kemudian, sesi diskusi dilanjutkan oleh Bapak Khoirul Anam dari Sekolahku App. Secara komprehensif, ia menjelaskan bagaimana sebuah bisnis dapat melakukan integrasi dengan CRING, dalam hal ini adalah Sekolahku App. Sebagai payment facilitator, CRING! melakukan tugasnya dengan baik. Ia mengatakan bahwa CRING! telah membantu mempermudah Sekolahku APP dalam pengelolaan operasional bisnis, serta membantu dalam melakukan pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien.


    Komitmen CRING! Terus Mendukung Digitalisasi Bisnis UMKM

    Sejak awal mula didirikan, CRING! telah berkomitmen akan terus mendukung digitalisasi bisnis UMKM. Revolusi bisnis digital membawa banyak perubahan dalam cara berbisnis, salah satunya adalah metode pembayaran. Mau tak mau, pebisnis harus menyesuaikan perkembangan zaman dengan cara menyediakan layanan pembayaran yang cepat, mudah, dan fleksibel untuk meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. 


    Untuk mendukung digitalisasi bisnis UMKM, CRING! hadir sebagai fasilitator keuangan antara pelaku bisnis dan infrastruktur pembayaran digital. Dengan CRING! proses transaksi yang terjadi dalam bisnis Anda akan lebih sederhana, pelanggan pun dapat merasakan pengalaman pembayaran yang aman, cepat, dan mudah. 


    Urusan operasional keuangan perusahaan Anda akan lebih optimal dengan CRING! tantangan dan peluang dalam penggunaan pembayaran digital dapat teratasi, serta keunggulan transaksional bisa lebih mudah tercapai dengan memanfaatkan teknologi. Di samping itu, CRING! juga menawarkan berbagai layanan yang dapat disesuaikan dengan bisnis Anda.


    Baca Juga : Rekening Bisnis Sangat Penting untuk Optimalkan Pertumbuhan Bisnis


    Jualan Extra Cuan Bersama CRING!

    Sedikit rugi bagi para pebisnis yang melewatkan event CRING! Talks kali ini. Selain mendapatkan banyak ilmu, CRING! juga menawarkan program menarik #JualanExtraCuan dengan menawarkan promo Cashback 30% untuk setiap transaksi khusus bagi merchant yang melakukan pendaftaran CRING! pada saat acara CRING! Talks berlangsung. 


    Program ini memiliki tujuan untuk membantu UMKM di Indonesia agar mendapatkan kesempatan bertumbuh dan berkembang dalam persaingan bisnis di era digital yang semakin ketat ini. Hal ini juga sejalan dengan komitmen CRING dalam upaya mendukung pemerintah untuk menyediakan sistem layanan keuangan yang merata bagi seluruh pelaku bisnis di Indonesia, termasuk bisnis menengah. Program yang berlaku selama 3 bulan berturut-turut ini akan memberikan keuntungan bagi merchant setiap kali menerima pembayaran online. 


    Lewat acara ini pula, CRING! menyuarakan komitmennya untuk terus dapat meliterasi masyarakat, serta membantu bisnis dalam melakukan digitalisasi layanan keuangan, termasuk memberikan solusi nyata kepada para pelaku usaha yang ingin mengembangkan dan meningkatkan bisnisnya. CRING! yang merupakan layanan untuk mendukung sistem keuangan perusahaan adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh bisnis Anda. Oleh sebab itu, pantau terus agar tak ketinggalan event CRING! Talks selanjutnya. Daftar CRING! Sekarang dan Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti event CRING! Talks selanjutnya dan dapatkan wawasan berharga untuk kemajuan bisnis Anda.  

  • Disbursement: Konsep dan Implementasinya dalam Kegiatan Bisnis

    Disbursement: Konsep dan Implementasinya dalam Kegiatan Bisnis

    Disbursement dalam kegiatan Bisnis

    Sebagai pelaku bisnis, mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah disbursement. Istilah ini sering berkaitan dengan kegiatan pembayaran, keuangan atau aktivitas akuntansi. Meski begitu, sebagian dari Anda yang baru akan memulai bisnis mungkin masih bingung bagaimana dengan konsep dan implementasinya. Artikel ini akan membahas definisi, jenis, manfaat, dan contoh implementasi dari disbursement. Maka dari itu, mari simak artikel ini hingga tuntas.


    Baca Juga : Konsep dan Strategi Implementasi Crowdfunding yang Tepat


    Definisi Disbursement dan Perbedaannya dengan Pembayaran Lainnya

    Istilah disbursement telah populer dalam dunia bisnis karena merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan baik dalam periode harian, mingguan, maupun bulanan. Namun, apa yang dimaksud dengan disbursement?


    Disbursement, secara gamblang memiliki arti pengeluaran atau pembayaran. Dalam proses pelaksanaannya, disbursement erat kaitannya pencairan dana dari rekening bank. Hal ini juga membuat disbursement sering disebut sebagai biaya, kas, atau pembelanjaan. 


    Pencairan dana atau uang dalam sebuah bisnis termasuk ke dalam cash flow yang tercatat sebagai pengeluaran harian perusahaan. Dana yang telah dicairkan tersebut nantinya akan disalurkan untuk berbagai keperluan perusahaan seperti pembelian bahan baku, menyewa gedung, membayar vendor, termasuk pembayaran gaji karyawan. Pengeluaran tersebut juga akan dicatat dalam sebuah buku besar yang akan berguna untuk proses jalannya bisnis.


    Meski berfungsi untuk melakukan pembayaran, payment disbursement memiliki perbedaan dengan pembayaran lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada darimana sumber dana yang digunakan berasal. Umumnya, pembayaran merupakan peralihan dana dari pembeli ke penjual. Namun, dalam sistem disbursement, dana berasal dari sebuah rekening khusus yang digunakan pebisnis untuk melakukan pembayaran kepada pihak tertentu.


    Berbagai Jenis Disbursement

    Sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui jenis-jenis disbursement, diantaranya adalah berikut:

    1. Cash Disbursement

    Jenis yang satu ini merupakan proses pembayaran yang berlangsung secara tunai. Dana yang harus dibayarkan pun biasanya memiliki nominal yang kecil. Jika melibatkan nominal yang lebih besar, biasanya akan memakan waktu lebih lama.


    2. Cash Disbursement Journal

    Setiap transaksi dalam perusahaan tentu harus memiliki pencatatan yang terorganisasi. Cash disbursement journal akan mengambil peran tersebut untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan cash disbursement atau pembayaran tunai.


    3. Cash Receipt Journal

    Berkebalikan dengan cash disbursement journal yang berfungsi untuk mencatat pembayaran atau pengeluaran, cash receipt journal memiliki fungsi untuk mencatat setiap transaksi penerimaan kas.


    Manfaat Disbursement dalam Kegiatan Bisnis 

    Disbursement memiliki beberapa manfaat baik untuk bisnis. Berikut adalah manfaat disbursement dalam kegiatan bisnis:

    1. Transaksi Lebih Aman

    Pencatatan transaksi disbursement yang berkala, dapat membantu perencanaan alokasi keuangan yang lebih matang. Selain itu, pencatatan transaksi juga bisa membuktikan bahwa tidak ada penyalahgunaan dana dalam bisnis sehingga keamanan transaksi lebih terjamin.


    2. Proses Transaksi Lebih Cepat dan Praktis

    Dengan disbursement, proses transaksi dapat berjalan dengan lebih cepat dan praktis. Perusahaan bisa melakukan pembayaran ke banyak rekening tujuan sekaligus. Sehingga kegiatan keuangan atau finance dapat berjalan lebih efektif.


    3. Backup Data yang Lebih Sistematis

    Umumnya, semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan akan direkam sebagai data yang perlu diarsipkan. Disbursement membuat proses backup data menjadi lebih mudah sistematis.


    4. Mempermudah Proses Audit

    Disbursement juga bermanfaat untuk memudahkan proses audit. Jika setiap transaksi disbursement dicatat dengan benar, maka proses audit akan jadi lebih mudah karena catatan atau bukti pembayaran tersebut dapat segera di-input ke dalam audit.


    5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

    Kinerja perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh disbursement. Misalnya saat pembayaran gaji atau melakukan refund, perusahaan dapat dengan tanggap menangani hal tersebut sehingga karena dengan disbursement proses pembayaran bisa dilakukan dengan cepat. 


    6. Mencegah Denda dan Sanksi

    Karena prosesnya yang bisa dilakukan dengan cepat, maka perusahaan bisa menghindari keterlambatan waktu yang bisa berakibat pada denda dan sanksi. 


    7. Pengelolaan Risiko Keuangan

    Seperti telah disebutkan sebelumnya, disbursement dapat membantu dalam perencanaan keuangan yang matang. Perencanaan keuangan yang baik dapat membantu mengurangi risiko dalam proses pengelolaan keuangan.


    Baca Juga : Perencanaan yang Optimal dengan Penggunaan Rekening Dana Lender


    Contoh Penggunaan Disbursement dalam Kegiatan Bisnis

    Untuk lebih memahami sistem disbursement, Anda perlu mengetahui contoh implementasi disbursement dalam kegiatan bisnis. Berikut adalah beberapa contohnya:

    1. Pembayaran Gaji

    Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa disbursement juga berguna untuk melakukan pembayaran gaji. Dengan sistem ini, proses pembayaran gaji akan lebih efisien dan menghemat waktu. 


    2. Refund atau Pengembalian Dana 

    Proses pengembalian dana dengan jumlah nominal besar atau ke banyak pelanggan juga dapat dilakukan oleh sistem ini. Prosesnya pun akan lebih cepat dan tidak perlu dilakukan secara manual.


    3. Peminjaman Uang dari Aplikasi atau Situs Web 

    Disbursement juga bisa dimanfaatkan untuk peminjaman uang dari aplikasi atau situs web. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, setelah memastikan kelengkapan persyaratan peminjaman, pemilik platform pinjaman bisa langsung mentransfer dana kepada peminjam secara otomatis.


    Optimalkan Disbursement Bisnis dengan CRING! Payment Facilitator

    CRING! Payment Facilitator dirancang dengan tujuan untuk menjadi solusi bagi bisnis, yang dapat membantu semua masalah keuangan bisnis Anda mulai dari pengelolaan, pencatatan, hingga perencanaan keuangan di masa mendatang. Berbagai produk yang ditawarkan CRING! dapat mengatasi masalah keuangan tersebut, sehingga keuangan perusahaan dan aliran dana dapat dikelola dan dioptimalkan dengan strategi praktis lewat implementasi disbursement. Jadi tunggu apalagi, gunakan CRING! sekarang juga.

  • Crowdfunding : Konsep, Strategi dan Langkah Implementasi yang Tepat

    Crowdfunding : Konsep, Strategi dan Langkah Implementasi yang Tepat

    crowdfunding langkah implementasi yang Tepat

    Untuk memulai sebuah bisnis, seringkali membutuhkan modal yang tidak sedikit. Modal bisa saja didapatkan dari kantong pribadi, tetapi jika kekurangan modal, Anda sebagai pengusaha tentu harus mencari cara dan solusi untuk memenuhi kebutuhan modal usaha tersebut. Salah satu solusi alternatif yang bisa Anda gunakan adalah crowdfunding. Lewat platform ini, Anda bisa menemukan calon investor potensial yang bisa mendanai proyek usaha Anda. Namun, apa yang dimaksud dengan crowdfunding?


    Baca Juga : Ketahui Manfaat Rekening Dana Lender untuk Perencanaan Keuangan


    Pengertian Crowdfunding

    Crowdfunding merupakan sebuah sistem pendanaan yang melibatkan banyak orang atau masyarakat umum untuk mendanai suatu proyek atau usaha. Crowdfunding terdiri dari dua kata yaitu crowd  (keramaian atau sejumlah besar orang) dan funding (pengumpulan dana). Dana yang dikumpulkan tersebut berasal dari orang-orang yang meminati suatu gagasan tertentu dari sebuah usaha yang sedang atau akan dibangun. 


    Dengan memanfaatkan teknologi yang kian canggih, proses pengumpulan dana dalam sistem crowdfunding pun menjadi lebih cepat dan mudah, baik lewat sosial media atau situs crowdfunding yang kini telah banyak bermunculan. Di samping itu, crowdfunding juga memiliki peluang untuk meningkatkan suatu bisnis, dimana dana para investor dapat dikumpulkan melalui sistem ini, dengan catatan gagasan atau ide bisnis yang ditawarkan para pengusaha dapat menarik minat para investor.


    Jenis-jenis Crowdfunding

    Crowdfunding sebagai sistem pendanaan massal memiliki beberapa jenis yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Equity Crowdfunding

    Para pebisnis yang ingin mendapatkan modal bisa memanfaatkan Equity Crowdfunding. Memiliki konsep yang mirip dengan saham, para investor akan mendapatkan imbalan dividen dimana dana yang disetorkan akan menjelma menjadi ekuitas atau bagian kepemilikan dari perusahaan.


    2. Reward Crowdfunding

    Reward Crowdfunding umumnya digunakan oleh industri kreatif seperti proyek games. Keuntungan yang akan didapatkan pendana pun biasanya bukan merupakan bagi hasil. Mereka yang memiliki proyek akan mengajukan proposal dengan penawaran imbalan atau hadiah berupa jasa, barang, atau sebuah hak. 


    3. Debt Crowdfunding

    Debt Crowdfunding memiliki konsep yang mirip dengan pinjaman biasa. Para penyetor dana (kreditur) akan menyetorkan dana mereka kepada para pemilik proyek (calon debitur). Imbalan yang ditawarkan oleh pemilik proyek akan berupa bunga karena dana atau modal yang disetorkan tersebut akan dianggap sebagai pinjaman.


    4. Donation Crowdfunding

    Jenis yang satu ini mungkin tidak bisa diterapkan untuk keperluan bisnis, akan tetapi Donation Crowdfunding merupakan salah satu yang populer. Donation Crowdfunding biasanya diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya non-profit, misalnya untuk membangun sekolah atau panti asuhan. Oleh karena itu, pendana yang turut mengumpulkan dana tidak akan mendapatkan imbalan atau keuntungan apapun dari proyek yang akan dijalankan.


    Cara Kerja Bisnis Crowdfunding

    Crowdfunding yang berfungsi untuk mengumpulkan dana dari sejumlah orang memiliki cara kerja yang harus dipahami. Berikut adalah cara kerja bisnis crowdfunding. 

    1. Pembuatan Proposal Usaha

    Untuk dapat mengusulkan sebuah proyek, Anda harus lebih dulu membuat proposal usaha yang informatif, interaktif, dan tentunya menarik agar para investor mau menanamkan modalnya di proyek yang akan Anda jalankan. Selain itu, informasi yang tertuang dalam proposal harus lengkap, meliputi jenis usaha, tujuan usaha, proses pemasaran, dan proses manajemen untuk menunjukkan bahwa proyek Anda telah terencana dengan matang. 


    2. Pengajuan Proposal pada Platform Crowdfunding

    Setelah membuat proposal yang menarik dan informatif, Anda perlu mencari platform crowdfunding yang terpercaya dan sesuai dengan jenis proyek yang ingin Anda ajukan. Selain itu, Anda bisa membuat iklan atau kampanye untuk mempromosikan proyek Anda agar banyak orang yang melirik dan tertarik. 


    3. Pantau Perkembangan Proposal yang Diajukan

    Penting untuk memantau perkembangan proposal yang telah diajukan. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ada pendana atau investor yang bertanya tentang usaha yang akan Anda bangun. Dengan begitu, Anda bisa dengan cepat membalas pertanyaan tersebut. 


    4. Pelaksanaan Proyek

    Jika dana yang dibutuhkan telah terkumpul, pemilik proyek akan mengerjakan proyek sesuai rencana yang telah tercantum dalam proposal. Selain itu, para investor dan pemilik proyek pun harus tetap terhubung agar perkembangan proyek dapat terpantau dan terlaksana sesuai rencana.


    Kelebihan Crowdfunding

    Crowdfunding memiliki beberapa kelebihan yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Proses Pengajuan Proposal Mudah

    Proposal bisnis dapat diajukan dengan mudah lewat platform crowdfunding karena dapat dilakukan secara online. Selain itu, Anda tidak perlu mendatangi calon investor secara langsung karena jika mereka tertarik dengan jenis usaha Anda, para calon investor bisa dengan mudah menyetorkan dana.


    2. Menggaet Investor Potensial

    Jika Anda memiliki gagasan atau ide bisnis yang unik dan menarik, bukan tidak mungkin calon investor potensial akan bersedia untuk menanamkan modal. Terutama, lewat platform ini, para calon investor bisa dengan mudah mempelajari bisnis yang akan Anda kerjakan dan potensi keuntungannya. Platform crowdfunding dapat menjadi wadah bertemunya pebisnis dengan calon investor yang cocok. 


    3. Membuat Bisnis Lebih Cepat Dikenal

    Platform crowdfunding yang bersifat publik membuat proposal bisnis Anda dapat dilihat oleh siapapun. Untuk menarik calon investor, Anda juga perlu menjelaskan rencana bisnis yang akan dijalankan. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan media sosial atau website untuk mengkampanyekan crowdfunding milik Anda.


    4. Mengurangi Kompetisi

    Crowdfunding bisa menjadi solusi alternatif untuk modal awal bisnis Anda. Untuk mendapatkan modal tersebut, Anda juga tak perlu bersaing dan berkompetisi dengan perusahaan yang telah memiliki kredibilitas. Karena yang Anda perlukan hanyalah ide bisnis yang cemerlang.


    5. Dapat Menentukan Sistem Crowdfunding

    Crowdfunding yang terdiri dari beberapa jenis membuat Anda dapat menentukan sistem mana yang ingin digunakan. Anda hanya perlu menyesuaikan jenis-jenis crowdfunding dengan kebutuhan bisnis Anda.


    6. Membangun Basis Konsumen

    Crowdfunding yang bersifat publik juga bisa membentuk atau membangun basis konsumen. Semua informasi tentang bisnis dapat dilihat oleh siapapun mulai dari investor hingga calon konsumen potensial.


    Baca Juga : CRING! Payment Facilitator untuk Cash Management System yang Optimal


    Risiko Crowdfunding

    1. Target Dana Tidak Tercapai

    Meski gagasan bisnis yang ditawarkan sangat menarik, kesuksesan crowdfunding tetap bergantung pada kesediaan investor untuk menanamkan modalnya. Jika tidak ada investor yang bersedia, maka ada kemungkinan target dana tidak tercapai. Hal ini juga bisa membuat bisnis mengalami risiko kegagalan karena dapat tertundanya proses produksi.


    2. Keamanan Platform Crowdfunding

    Kecanggihan teknologi yang pesat seringkali disertai dengan ancaman keamanan data. Oleh sebab itu, sebelum mendaftarkan proposal, pastikan dengan benar bahwa platform crowdfunding yang akan digunakan memiliki tingkat keamanan yang tinggi agar data bisnis Anda tetap aman.


    3. Ide Bisnis Rentan Dicuri

    Sifatnya yang publik yang dapat dilihat oleh siapapun, termasuk kompetitor, membuat ide bisnis jadi rentan dicuri. Oleh sebab itu, kamu harus benar-benar mempertimbangkan dengan matang sebelum mendaftarkan proposal ke platform crowdfunding.


    Cring! Payment Facilitator Dukung Bisnis Crowdfunding

    CRING! Payment Facilitator berkomitmen untuk mendukung berbagai jenis usaha mulai dari skala kecil hingga skala besar. Crowdfunding yang dapat menjadi solusi bagi pebisnis yang ingin mencari modal bisa dijadikan strategi yang efektif dan tepat untuk menggalang dana dan menemukan modal usaha. 


    CRING! yang juga merupakan Payment Facilitator dirancang agar mampu menjadi solusi untuk transaksi bisnis crowdfunding yang efisien dan aman. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang menghadapi kendala dan ingin mencari solusi untuk keuangan bisnis Anda, jangan ragu untuk memanfaatkan CRING! Payment Facilitator. Hubungi tim expert CRING! sekarang.


  • Pemanfaatan Optimal Rekening Dana Lender dalam Perencanaan Keuangan

    Pemanfaatan Optimal Rekening Dana Lender dalam Perencanaan Keuangan

    Optimalkan Dana Lender

    Teknologi terus membawa perkembangan bagi dunia, termasuk dalam kegiatan keuangan. Salah satu inovasi dalam dunia perbankan adalah Rekening Dana Lender atau biasa disingkat dengan RDL. Rekening Dana Lender adalah akun yang disediakan bank untuk dapat digunakan oleh pendana atau perusahaan. Akun bank tersebut dapat dipakai untuk melakukan transaksi pendanaan di peer-to-peer lending.

    RDL membuat perubahan pada tata cara pinjam meminjam. Dengan RDL, pemberi pinjaman dapat memantau dana yang mereka pinjamkan. Sehingga meningkatkan keamanan dan transparansi dana yang telah dipinjamkan.


    Baca Juga : CRING! Payment Facilitator Maksimalkan Cash management System


    Pengertian Rekening Dana Lender

    Rekening Dana Lender atau RDL merupakan rekening khusus yang digunakan pendana untuk melakukan transaksi pendanaan di Modal Rakyat pada sebuah bank. RDL memiliki konsep yang mirip dengan akun tabungan di bank. Perbedaannya terletak pada fungsi akun RDL yang hanya dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi di platform Modal Rakyat. Keamanan akun Rekening Dana Leder juga telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


    Selain itu, melihat dari fungsinya, Rekening Dana Lender memiliki kemiripan dengan Rekening Dana Nasabah atau Rekening Dana Investor yang juga digunakan untuk melakukan transaksi di pasar modal. Namun, akun RDL dibuat khusus untuk melakukan transaksi di fintech peer to peer lending. Transaksi akun RDL pun hanya dapat dilakukan lewat platform peer to peer lending dan tidak bisa dipakai lewat sistem bank konvensional.

    Pentingnya Rekening Dana Lender

    Memiliki Rekening Dana Lender merupakan hal yang penting untuk membantu meningkatkan pertumbuhan UMKM. Hal ini juga akan berimbas baik pada roda perekonomian negara. Di samping itu, pembukaan RDL juga memiliki proses yang mudah karena dapat dilakukan melalui web/aplikasi milik perusahaan P2P Lending, sehingga Anda tidak perlu pergi langsung ke bank terdekat. Pembuatan rekening pun umumnya tidak dikenakan biaya apapun.


    Kemudian, Pendana juga dapat melakukan setoran dana dengan aman, cepat, dan nyaman sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, hal paling penting adalah para Pendana selalu bisa mengawasi dana yang telah mereka pinjamkan. Setiap bulannya Lender atau nasabah akan menerima email yang berisi rekening koran atau laporan transaksi keuangan yang terjadi pada periode tertentu.


    Persyaratan Memiliki Rekening Dana Lender

    Proses pembukaan Rekening Dana Lender cukup mudah dan dapat dilakukan secara online. Namun, dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa persyaratan yang dibutuhkan yang harus Anda siapkan untuk melakukan registrasi. Persyaratan tersebut terbagi ke dalam dua kategori yaitu akun RDL milik pribadi dan akun RDL milik perusahaan atau badan usaha. 

    Persyaratan pembukaan akun RDL milik pribadi: 

    • Kartu identitas seperti KTP atau Paspor jika Anda WNI

    • Jika Anda merupakan WNA, Anda dapat menggunakan Paspor dan KITAS/KIMS/KITAP

    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    • Mengisi formulir pembukaan Rekening Dana Lender dan memenuhi dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan bank 


    Persyaratan pembukaan akun RDL milik perusahaan atau badan usaha:

    • Akta pendirian usaha serta perubahannya 

    • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

    • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    • Struktur organisasi perusahaan

    • Kartu identitas pengurus, seperti KTP/Paspor dan KIMS/KITAS pejabat yang berwenang dalam perusahaan 

    • Mengisi formulir pembukaan Rekening Dana Lender dan memenuhi dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan bank


    Cara Mendapatkan RDL

    Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara mendapatkan RDL atau Rekening Dana Lender. Sebenarnya cukup mudah untuk mendapatkan RDL. Bagi Pendana baru, setelah melakukan pendaftaran dan data yang diserahkan telah diverifikasi di Modal Rakyat, umumnya secara otomatis Anda akan memiliki akun RDL.


    Selanjutnya, bagi Anda Pendana yang telah mendaftar sebelumnya, Anda dapat mengaktifkan akun Rekening Dana Lender melalui halaman setor dana. Setelah itu, akun RDL Anda sudah dapat dioperasikan. 


    Manfaat Rekening Dana Lender

    Rekening Dana Lender yang kini semakin populer menawarkan berbagai manfaat baik. Adapun beberapa manfaat Rekening Dana Lender adalah sebagai berikut. 

    1. Aman dan Transparan

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, RDL memiliki tingkat keamanan dan transparansi yang tinggi. Hal ini telah terjamin dalam ketentuan penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Setiap nasabah atau pendana akan dibuatkan akun secara khusus atas nama mereka, sehingga para pendana akan lebih nyaman untuk melakukan transaksi. Selain itu, pendana atau pemberi pinjaman juga dapat memantau dana yang mereka pinjamkan.


    2. Gratis dan Mudah

    Rekening Dana Lender memiliki berbagai perbedaan dengan jenis rekening lainnya, seperti tidak adanya biasa khusus untuk pembukaan akun, tidak ada setoran minimum, biasa admin, ataupun bunga. Selain itu, pembuatan akun RDL juga bisa dilakukan secara daring (online), sehingga Anda tidak perlu berkunjung langsung ke bank. 


    3. Fasilitas E-Channel

    Sebagai akun perbankan yang khusus digunakan untuk melakukan transaksi di fintech lending, platform tersebut menyediakan berbagai fitur informasi seputar rekening yang bisa Anda akses seperti informasi saldo serta kegiatan mutasi yang dilakukan.


    4. Fasilitas E-Statement

    Platform fintech lending juga menyediakan fasilitas e-statement yang dapat Anda gunakan untuk memantau transaksi dalam akun RDL selama jangka waktu sebulan. Fasilitas e-statement dapat mengirimkan laporan transaksi ke alamat email terdaftar akun Anda. Seluruh informasi yang berkaitan dengan debit dan kredit akan dikirim melalui laporan tersebut.


    5. Meminimalisir Biaya Auto-Withdraw

    Manfaat lainnya memiliki akun RDL untuk meminimalisasi biaya dan dampak dari auto-withdraw. Dalam T+2 OJK, terdapat ketentuan mengenai biaya auto-withdraw yang harus ditanggung oleh lender. Akan tetapi, biaya admin dalam sistem auto-withdraw dapat dihindari dengan adanya akun RDL.


    Baca Juga : SNAP BI dalam Ekosistem Pembayaran Indonesia


    Layanan RDL Optimal dengan CRING! Payment Facilitator

    Rekening Dana Lender memberikan banyak manfaat dan dapat membantu Anda dalam perencanaan keuangan. Dalam pembuatan akun RDL, tentu Anda harus memilih penyedia layanan terpercaya. CRING! Payment Fasilitator menawarkan layanan RDL yang dibuat untuk memfasilitasi P2P Lending dalam mengumpulkan dana investasi dari investor yang kemudian dapat disalurkan kepada peminjam. Anda dapat menggunakan CRING! untuk mengoptimalkan pemanfaatan Rekening Dana Lender dalam perencanaan keuangan Anda. Tunggu apa lagi? Gunakan CRING! sekarang juga.

  • Maksimalkan Cash Management System dengan CRING! Payment Facilitator

    Maksimalkan Cash Management System dengan CRING! Payment Facilitator

    Cash Management dengan CRING!

    Dalam sebuah bisnis, mengelola keuangan dengan baik merupakan hal yang penting. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu bisnis untuk memastikan apakah dana yang dimiliki perusahaan cukup untuk memenuhi keperluan operasional bisnis. Salah satu cara untuk mengatur keuangan adalah dengan memiliki cash management system yang baik. Manajemen kas atau cash management dapat membantu pengaturan keuangan bisnis Anda dengan baik dan benar. Namun, apa yang dimaksud dengan cash management?


    Cash management merupakan layanan yang ditawarkan oleh bank kepada nasabah. Layanan ini dapat membantu mengelola segala transaksi dalam bisnis mulai dari yang sifatnya sederhana hingga ke tingkat paling kompleks. Cash management juga dapat memudahkan dan mempercepat proses transaksi dalam sebuah bisnis.  


    Baca Juga : SNAP BI Berperan dalam Optimalkan Ekosistem Pembayaran Indonesia


    Apa itu Cash Management System?

    Cash Management System (CMS) atau Sistem Manajemen Kas adalah sebuah sistem aplikasi dan informasi yang dapat digunakan untuk melakukan transfer dana antar rekening, pembayaran, penerimaan dana, mengecek saldo, dan berbagai transaksi perbankan lainnya secara realtime online. 


    Cash management melibatkan proses pengelolaan keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, pengumpulan, dan pengendalian uang tunai, dalam perusahaan. Penerapan manajemen kas juga berfungsi agar perusahaan memiliki kepastian informasi terhadap arus kas. Sehingga perusahaan dapat memastikan apakah dana yang tersedia cukup untuk memenuhi kewajiban finansial, baik jangka pendek maupun jangka panjang.


    Tujuan dari cash management system adalah agar bisnis dapat memaksimalkan penggunaan dana yang ada, agar cash flow perusahaan tetap terkendali dengan baik. Dengan pemantauan harian, perencanaan keuangan, dan pengelolaan financial risk, keuangan perusahaan akan lebih terarah sehingga bisa menghindari kondisi keuangan yang buruk.


    Teknologi Digital untuk Cash Management System

    Tak dapat dipungkiri, kehadiran teknologi telah membantu sistem keuangan menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk mengoptimalkan sistem manajemen kas, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi yang bisa mempermudah dalam mengawasi arus kas. Teknologi seperti perangkat keuangan yang terintegrasi bisa perusahaan gunakan untuk pengaturan keuangan yang lebih efisien. 


    Dengan bantuan teknologi, perusahaan dapat mengoptimalkan sistem keuangan dengan akses informasi yang lebih cepat dan mudah. Hal ini juga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat terkait keuangan. 


    10 Manfaat Cash Management System 

    Cash management sangat berguna untuk membantu meminimalisasi masalah keuangan. Berikut adalah berbagai manfaat cash management system.

    1. Mengurangi Risiko Keuangan 

    Sistem manajemen kas dapat meningkatkan efisiensi pengaturan keuangan, sehingga bisa mengurangi risiko keuangan. CMS akan membantu Anda memastikan kondisi keuangan bisnis Anda dalam keadaan baik.


    2. Mudah Dioperasikan

    Cash Management System dirancang agar mudah dioperasikan dan digunakan. CMS juga dilengkapi dengan fitur yang dapat mendukung kinerja bisnis Anda.


    3. Cepat dan Akurat

    Menggunakan sistem manajemen kas dapat membuat transaksi bisnis berjalan dengan cepat dan mudah. Sehingga pengelolaan arus kas dapat dilakukan dengan lebih akurat.


    4. Fleksibilitas

    Cash Management System memiliki fleksibilitas dalam proses pelayanannya. Sehingga Anda dapat menyesuaikan berbagai layanan yang ditawarkan dengan kebutuhan bisnis Anda.


    5. Memaksimalkan Pendapatan 

    Seperti yang telah disebutkan, manajemen kas dapat membantu Anda dalam pengambilan keputusan keuangan. Dengan ini, Anda bisa mengalokasikan keuangan perusahaan pada hal-hal yang lebih menguntungkan.


    6. Mengelola Wewenang atau Akses Layanan

    Anda bisa mengelola wewenang atau akses layanan, seperti dengan menentukan siapa saja yang diizinkan untuk mengakses layanan dan siapa saja yang tidak diizinkan.


    7. Meningkatkan Kepercayaan Investor 

    Perusahaan yang memiliki pengaturan keuangan yang baik cenderung lebih dipercaya oleh para investor karena dianggap dapat memenuhi kewajiban keuangan secara tepat.


    8. Keamanan dan Otorisasi

    CMS juga dilengkapi dengan berbagai macam sistem keamanan yang bisa Anda manfaatkan. Oleh sebab itu, keamanan dan otorisasi transaksi dapat Anda atur sendiri. 


    9. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

    Manfaat lainnya adalah CMS dapat membantu Anda untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Manajemen kas yang baik dapat membantu bisnis mengatur perencanaan seperti investasi yang akan berdampak baik pada perusahaan.


    10. Mengurangi Beban Bunga 

    Pengelolaan dana tunai yang baik memungkinkan bisnis Anda menghindari keterlambatan pembayaran. Ini merupakan hal baik karena dapat membuat bunga tambahan tidak bertambah tinggi. 


    Baca Juga : Manfaat Open Banking API untuk Pelaku Bisnis Indonesia


    CRING! untuk Cash Management System yang Lebih Baik

    Dengan semakin canggihnya teknologi, kini sudah saatnya Anda memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan arus kas bisnis Anda. CRING! Payment Facilitator menawarkan berbagai layanan yang dapat membantu cash management system yang lebih baik. CRING! juga menyediakan fasilitas portal web yang dapat membantu bisnis Anda untuk memonitoring, management Cash-in dan Cash-out secara real-time.


    CRING! sengaja dirancang untuk memfasilitasi transaksi bisnis agar lebih efisien dan efektif. Manajemen transaksi secara real-time juga memungkinkan perusahaan untuk dapat melakukan dan menerima pembayaran secara instan dan tanpa penundaan. Hal ini merupakan salah satu aspek penting di lingkungan bisnis yang bersifat dinamis dan cepat berubah. Jadi, tunggu apalagi? Gunakan CRING! sekarang juga untuk cash management system yang lebih baik.