CRING! CMS

Blog

  • Peran SNAP BI untuk Ekosistem Pembayaran Indonesia

    Peran SNAP BI untuk Ekosistem Pembayaran Indonesia

    SNAP BI Indonesia

    Saat ini Open API Pembayaran telah banyak digunakan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pembayaran. Pada awal kemunculannya, sistem ini sempat diragukan oleh sebagian masyarakat terkait keamanan data pribadi. Untuk mengenyahkan kekhawatiran tersebut, Bank Indonesia menerbitkan SNAP BI untuk menjamin keamanan data nasabah. Namun, apa itu SNAP Bank Indonesia?


    Baca Juga : Manfaat Open Banking API untuk Pelaku Bisnis Indonesia


    Mengenal SNAP API BI

    Sebagian masyarakat mungkin masih asing saat mendengar istilah SNAP API BI. Namun sebenarnya, SNAP API BI telah menjadi bagian dari kegiatan pembayaran yang sering dilakukan oleh banyak orang. SNAP API BI merupakan singkatan dari Standar Nasional Open API Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui “Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.23/10/KEP.GBI/2021 tanggal 16 Agustus 2021 tentang Penetapan Standar Open Application Programming Interface (API) Pembayaran”.


    SNAP API BI digunakan untuk meregulasi Open API Pembayaran yang merupakan API pembayaran terbuka. Open API sendiri merupakan layanan keuangan yang memungkinkan pihak ketiga dapat mengakses layanan perbankan dan data nasabah yang terintegrasi dengan sebuah aplikasi. SNAP API BI hadir untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi nasabah yang mungkin dilakukan.


    Selanjutnya, sebagai sebuah peraturan, ada dua hal yang distandarkan oleh SNAP API BI yaitu sebagai berikut:

    1.  Dokumen standar teknis dan keamanan, standar data, dan spesifikasi teknis SNAP menstandarkan antara lain: protokol komunikasi, tipe arsitektur API, struktur dan format dana, metode otentikasi, metode otorisasi, metode enkripsi, Ketentuan tentang pengelolaan akses API, serta format permintaan dan tanggapan data, diatur dalam Pedoman Tata Kelola SNAP. Dokumen ini bertujuan untuk menyamakan standar dalam hal perlindungan konsumen, keamanan data, persyaratan yang harus ditaati oleh Penyedia Layanan dan Pengguna Layanan, serta kontrak.

    2. Dokumen pedoman tata Kelola SNAP menstandarkan pedoman untuk perlindungan konsumen, perlindungan data, persyaratan kehati-hatian bagi Penyedia Layanan dan Pengguna Layanan, serta kontrak.


    Tujuan Penerbitan Kebijakan SNAP BI

    SNAP BI diterbitkan karena suatu alasan, tujuan utama dari SNAP adalah untuk menyediakan wadah agar para penyedia layanan pembayaran dan berbagai aplikasi dapat terintegrasi dengan baik. Kemudian, beberapa tujuan penerbitan kebijakan SNAP BI adalah sebagai berikut:

    1. Industri Pembayaran yang Sehat

    Untuk menciptakan suatu industri dengan sistem pembayaran yang sehat, kompetitif dengan cara yang seharusnya, dan memberi kesempatan kepada pihak ketiga untuk melakukan inovasi.


    2. Keamanan Integrasi

    Untuk mendorong agar terciptanya integrasi, interkoneksi, interoperabilitas, dan keamanan bagi semua pihak serta keandalan infrastruktur pada sistem pembayaran.


    3. Meningkatkan Praktik Pasar yang Efisien

    Untuk meningkatkan market practice atau praktik pasar yang lebih sehat dan efisien, serta wajar dalam pelaksanaan sistem pembayaran.


    Langkah Penerapan SNAP Bank Indonesia

    Untuk menerapkan SNAP BI ada beberapa langkah yang harus diimplementasikan. Berikut adalah beberapa langkah penerapan SNAP BI. 

    • Mendalami dan Memetakan Persyaratan Standar

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami dengan jelas persyaratan apa saja yang ditetapkan oleh Standar Nasional Open API Pembayaran. Anda perlu mempelajari dokumen standar seperti panduan teknis yang dirilis oleh Bank Indonesia.

    • Penyesuaian Infrastruktur dan Sistem

    Infrastruktur dan sistem dalam sebuah teknologi merupakan hal yang penting. Anda harus memastikan sistem yang tersedia dapat mendukung penerapan Open API Pembayaran yang sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku.

    • Pengembangan Open API

    Ciptakan API yang sesuai dengan SNAP API BI. Dalam prosesnya, pihak ketiga dapat mengakses data dan informasi pembayaran pengguna. Oleh sebab itu, pastikan API dapat memberikan akses tersebut.

    • Perlindungan Keamanan dan Privasi

    Perlindungan keamanan dan privasi merupakan hal yang harus diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan pengguna. Lakukan berbagai langkah keamanan seperti enkripsi data dan autentikasi pengguna yang kuat. Pastikan data pribadi pengguna berada dalam keamanan yang tinggi.

    • Pengujian dan Sertifikasi

    API yang akan digunakan tentu sudah harus melewati pengujian dan tersertifikasi. Pastikan lakukan pengujian dan ajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikasi kepada otoritas keuangan yang berwenang agar memenuhi syarat untuk penerapan SNAP BI.

    • Sosialisasi

    Semua pihak yang terlibat dalam penggunaan API harus memahami cara penggunaan, manfaat, serta kewajiban terhadap standar. Oleh karena itu, sosialisasikan bagaimana cara penggunaan API dan penerapan SNAP BI.

    • Integrasi Pihak Ketiga

    Berikan fasilitas integrasi kepada pihak ketiga untuk dapat mengakses layanan pembayaran lewat API yang telah dikembangkan. Namun, sebelum itu pastikan bahwa pihak ketiga telah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku untuk dapat mengakses data dan informasi pembayaran.


    Baca Juga : Fund Transfer dengan Integrasi API Internet Banking


    Manfaat Penerapan Standar Nasional Open API

    SNAP API memberikan berbagai manfaat dalam proses pembayaran. Berikut adalah beberapa manfaat penerapan Standar Nasional Open API Pembayaran.


    1. Memudahkan Integrasi Antar Sistem Pembayaran 

    Open API dirancang agar pihak ketiga dapat mengakses data pembayaran dengan mudah. Sistem ini memberikan kemudahan integrasi bagi penyedia layanan pembayaran dan pihak ketiga.


    2. Mendorong Inovasi Layanan Pembayaran Nasional

    Open API yang melibatkan pihak ketiga membuat mereka dapat mengembangkan sistem ini agar lebih baik dan lebih responsif. Kebutuhan pengguna dapat lebih cepat terpenuhi yang membuat terbentuknya layanan yang lebih efisien, bervariasi, serta dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.


    3. Meningkatkan Aksesibilitas 

    Open API yang terintegrasi dengan berbagai layanan pembayaran dapat meningkatkan aksesibilitas untuk melakukan transaksi digital baik bagi bisnis maupun bagi individu. Penyedia layanan pembayaran dapat menyediakan lebih banyak solusi pembayaran agar lebih fleksibel.


    4. Menjadikan Transaksi Pembayaran Lebih Efisien. 

    Transaksi yang digunakan secara digital dapat diproses dengan lebih cepat dan mudah oleh API yang terintegrasi. Hal ini membuat proses transaksi berjalan lebih efisien dan dapat menghemat waktu.


    5. Meningkatkan Keamanan dan Perlindungan Data Pribadi

    Salah satu tujuan diterbitkannya SNAP API BI adalah untuk menjamin keamanan data pengguna. Sistem ini memberikan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dan disepakati semua pihak agar data dalam proses pembayaran dapat terjamin keamanannya.


    6. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas 

    Untuk memastikan kepatuhan pada peraturan dan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam industri keuangan, pihak yang berwenang seperti Bank Indonesia dan regulator dapat mengakses data transaksi secara terbuka.


    CRING! Payment Fasilitator Telah Menerapkan Standar SNAP BI

    Layanan pembayaran yang terintegrasi kini telah menjadi kebutuhan bagi berbagai bidang bisnis. CRING! Payment Facilitator menyediakan produk dengan berbagai layanan yang terintegrasi melalui API. Hubungi Tim CRING! untuk menggunakan CRING! Payment Facilitator untuk meningkatkan layanan pembayaran dalam bisnis Anda.




  • Mengenal Open Banking API dan Manfaatnya untuk Pelaku Bisnis di Indonesia

    Mengenal Open Banking API dan Manfaatnya untuk Pelaku Bisnis di Indonesia

    Open Banking API untuk Pelaku Bisnis

    Memulai bisnis itu artinya Anda harus mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu hal yang perlu diketahui oleh pelaku bisnis adalah perkembangan proses pembayaran. Hal ini penting karena bisnis memiliki kaitan yang erat dengan proses transaksi. Misalnya open banking API, sebuah layanan yang memberikan banyak manfaat bukan hanya bagi pihak bank atau nasabah, tetapi juga untuk pebisnis di Indonesia. Oleh sebab itu, sudah saatnya Anda mengetahui apa itu API di perbankan?


    Baca Juga : Integrasi API Internet Banking dalam Layanan Fund Transfer


    Pengertian Open Banking API

    Open banking merupakan layanan keuangan yang disediakan pihak bank untuk dimanfaatkan oleh nasabah. Layanan ini dilengkapi dengan teknologi Application Programing Interface (API), dimana layanan perbankan dan data nasabah seperti identitas dan histori transaksi keuangan dapat terintegrasi secara aman dengan sebuah aplikasi dari pihak ketiga. Namun, untuk mengakses data nasabah, pihak ketiga tentu harus mendapat persetujuan dari nasabah terlebih dahulu. 


    Umumnya, para pengguna atau nasabah akan diminta untuk mengisi formulir yang telah disediakan. Kemudian data tersebut akan diverifikasi melalui sistem perbankan oleh open banking API. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa open banking ialah sebuah wadah yang menghubungkan antara lembaga keuangan perbankan dengan aplikasi pihak ketiga untuk dapat mengakses data nasabah sesuai peraturan yang telah ditetapkan.


    Perkembangan Open Banking di Indonesia

    Sejak awal kemunculannya, open banking telah menerima banyak sambutan baik dari masyarakat. Namun, sebagian masyarakat lainnya masih ragu dengan sistem open banking terutama dalam hal keamanan data nasabah. Meski menawarkan beragam manfaat menjanjikan, sebagai suatu konsep baru, open banking harus bisa meyakinkan masyarakat yang masih ragu terhadap sistem ini.


    Open banking yang merupakan gerbang pembuka antara bank dengan aplikasi pihak ketiga harus dapat memastikan keamanan data nasabah dalam proses penggunaannya. Untuk menjawab keraguan masyarakat tersebut, Bank Indonesia kemudian menetapkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) atau saat ini dikenal juga sebagai BI SNAP.


    Hingga saat ini, banyak bank, nasabah, serta mitra atau penyedia aplikasi pihak ketiga yang tertarik dan menggunakan layanan ini terutama setelah layanan open banking terus menunjukkan keunggulannya. Masyarakat yang dulu sempat ragu dengan keamanan data juga tak perlu lagi khawatir karena sistem ini telah dijamin keamanannya oleh BI SNAP.


    Manfaat API Open banking Untuk Pebisnis

    Melihat tren positif yang dialami oleh open banking, tak bisa dipungkiri hal tersebut bisa terjadi karena manfaat yang ditawarkannya. Adapun manfaat API open banking untuk pebisnis adalah sebagai berikut. 


    1. Meningkatkan Kenyamanan Pengelolaan Keuangan 

    Dalam dunia bisnis, kegiatan finansial merupakan hal yang sangat penting. Kondisi keuangan perusahaan bisa menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah bisnis. Dengan menggunakan API open banking pengelolaan arus kas dan berbagai pembayaran lainnya akan lebih dipermudah dan disederhanakan. Terutama jika perusahaan perlu melakukan berbagai transaksi untuk jenis banyak akun, API open banking akan membantu menyederhanakan proses transaksi tersebut.


    2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    API open banking juga memungkinkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan sifatnya yang fleksibel dan dapat mengintegrasi berbagai fitur dalam aplikasi, API open banking dapat menyesuaikan kebutuhan dan preferensi penggunanya.


    3. Tingkat Keamanan yang Tinggi

    Seperti telah dijelaskan sebelumnya, keamanan data dalam API open banking telah dijamin oleh BI SNAP. Para pengguna juga bisa mengatur sendiri data mana saja yang diizinkan diakses oleh pihak ketiga.


    4. Memudahkan Pengaturan

    Dengan API open banking, kegiatan transaksi dan keuangan bisnis Anda akan bersifat lebih dan dapat dioperasikan secara otomatis. Teknologi ini dapat mempermudah berbagai pengaturan perbankan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. 


    5. Membuka Peluang Inovasi

    Melanjutkan manfaat sebelumnya, API open banking yang dapat membantu mempermudah keuangan bisnis Anda juga akan membuka peluang inovasi. Saat Anda tidak perlu lagi mengatur keuangan secara manual, maka Anda bisa memindahkan fokus dan perhatian pada pengembangan inovasi bisnis.


    6. Transaksi Real-time

    Setiap transaksi yang terjadi akan bersifat real-time. Teknologi ini dapat membantu proses transaksi lebih cepat dan otomatis sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam pencatatan pembukuan.


    7. Hemat Biaya

    Prosesnya yang cepat, sederhana, dan fleksibel, membuat pengaturan keuangan lebih efisien. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena pekerjaan dapat dilakukan secara otomatis.


    Baca Juga : CRING! Payment Facilitator utuk Optimalkan Manajemen Transaksi Bisnis


    CRING! Payment Facilitator Terintegrasi API

    Setelah memahami pengertian dan manfaat API open banking untuk pelaku bisnis di Indonesia, Anda mungkin mulai tertarik untuk menggunakan layanan ini. Anda juga bisa menggunakan CRING! payment facilitator yang telah terintegrasi oleh API. Hubungi tim CRING! payment facilitator sekarang juga, karena dengan CRING! dapat mempermudah proses pengaturan keuangan bisnis Anda.

  • Fund Transfer : Integrasi API Internet Banking Optimalkan Transaksi Bisnis

    Fund Transfer : Integrasi API Internet Banking Optimalkan Transaksi Bisnis

    Fund transfer API Bangking

    Fund transfer atau transfer dana telah menjadi kegiatan yang sering dilakukan dalam sehari-hari oleh banyak orang. Terutama dalam bisnis, fund transfer merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan karena dapat memengaruhi arus kas baik secara positif maupun negatif. Bank transfer dalam dunia bisnis pun dapat memberikan berbagai manfaat untuk kelangsungan bisnis. Oleh sebab itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk memahami apa yang dimaksud dengan bank transfer?


    Baca Juga : CRING! Bank Facilitator Maksimalkan Manajemen Transaksi Bisnis


    Definisi Fund Transfer dan Transfer Bank 

    Fund transfer atau yang biasa dikenal sebagai transfer dana adalah suatu kegiatan pemindahan uang dari satu rekening ke rekening yang lain, akan tetapi, belakangan kegiatan transfer dana bisa dilakukan dengan berbagai cara dan jenis jasa keuangan. Sementara itu, transfer bank merupakan layanan yang disediakan oleh bank agar dapat memindahkan sejumlah dana dari suatu bank ke bank lain, baik sesama bank maupun berbeda bank.


    Selain itu, transfer juga merupakan kiriman uang yang dialihkan dari si pemberi amanat kepada si penerima transfer yang dapat berupa suatu keuntungan. Kemudian, agar proses transaksi penjualan atau pembelian berjalan lancar, sebuah bisnis dapat memanfaatkan transfer bank sebagai salah satu metode pembayaran.


    Fungsi API Internet Banking

    Dalam artikel Optimalkan Bisnis dengan API Pembayaran yang Lebih Efisien dan Flexible telah dijelaskan bahwa API merupakan sebuah software yang dapat menghubungkan berbagai aplikasi berbeda yang memungkinkan untuk melakukan proses penukaran data. Dengan menggunakan teknologi API, proses transaksi dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Berikut adalah beberapa fungsi API internet banking.


    Transfer Masal Cepat dan Mudah

    Dalam bisnis, kemungkinan Anda perlu melakukan transfer dalam skala besar seperti transfer dana kepada klien, mengirim gaji karyawan, dan lain-lain. Dengan API internet banking atau API transfer bank, Anda dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan lebih cepat dan mudah.


    Biaya Transaksi Murah

    Meski melakukan transfer dana antar bank secara massal, biaya admin yang mesti dibayar masih terhitung murah. Berbeda jika transaksi dilakukan menggunakan bank yang akan meminta biaya layanan sekitar Rp6.500 atau lebih.


    Transfer Antar Bank secara Real Time

    Transaksi yang dilakukan menggunakan API transfer bank atau API internet banking akan diproses secara realtime, sehingga uang yang dikirim di hari itu akan diterima di hari yang sama.


    Berbagai Macam Layanan Fund Transfer

    Berbagai macam layanan fund transfer yang dapat Anda manfaatkan adalah sebagai berikut:

    LLG

    LGG (Lalu Lintas Giro) atau lebih sering dikenal sebagai kliring merupakan layanan transfer yang prosesnya dapat memakan waktu 2-3 hari kerja. LGG atau kliring hanya melayani proses transfer antarbank karena terhubung dalam suatu sistem bernama Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Sistem kliring digunakan untuk proses transfer dalam jumlah besar di atas Rp100.000.000, namun tidak lebih dari Rp500.000.000. 


    RTGS

    Hampir mirip dengan sistem kliring, RTGS (Real Time Gross Settlement) merupakan layanan transfer yang dapat mengirim uang dalam jumlah besar, namun tidak lebih dari Rp100.000.000 per transaksi. Kemudian, sistem ini juga tidak memakan waktu lama seperti kliring karena sifatnya yang real time. Namun, proses pengiriman harus dilakukan sebelum pukul 3 sore, karena jika dilakukan di atas jam tersebut kemungkinan proses transfer baru akan dilakukan pada keesokan harinya.


    Transfer antar bank

    Transfer antar bank adalah layanan yang disediakan oleh bank untuk dapat memindahkan dana ke rekening bank lain. Umumnya nasabah akan dikenakan biaya admin atau biaya layanan untuk dapat menggunakan layanan ini, namun jumlah biaya admin dapat berbeda bergantung pada jenis layanan yang digunakan.


    Transfer Sesama Bank

    Transfer sesama bank adalah layanan yang disediakan oleh bank untuk mengirim atau memindahkan dana ke rekening di bank yang sama. Proses transfer sesama bank dapat dilakukan dengan cepat dan biasanya tidak dikenakan biaya admin atau biaya layanan.


    BI-FAST

    Pada tahun 2021, BI meluncurkan metode transfer antar bank bernama BI-FAST. Layanan ini menawarkan proses transaksi yang cepat dan aman tetapi dengan biaya admin murah yaitu hanya Rp2.500.


    Manfaat Menggunakan Fund Transfer untuk Bisnis

    Penggunaan fund transfer untuk bisnis memiliki beberapa manfaat baik yang dapat mengefisiensikan bisnis, diantaranya adalah sebagai berikut.


    1. Fleksibilitas dan Kenyamanan

    Layanan fund transfer merupakan salah satu cara yang mudah dan fleksibel untuk mengirim uang dari satu rekening bank ke rekening bank yang lainnya. Layanan ini juga dapat digunakan kapanpun dan dimanapun.


    2. Biaya Tambahan Rendah

    Umumnya saat melakukan transfer antar bank, pihak pengirim harus membayar biaya tambahan atau sering disebut biaya admin. Namun, saat melakukan transfer dana internasional, biaya tambahan yang mesti dibayarkan relatif rendah.


    3. Fasilitas Transaksi Non Tunai

    Fund transfer membuat kegiatan pengiriman dapat dilakukan elektronik dan online, sehingga pekerjaan manual yang mungkin memakan waktu dapat dikurangi. 


    Baca Juga : Efisiensi Sistem pemrosesan Transaksi Perusahaan


    Layanan Fund Transfer dari CRING! Payment Facilitator

    Untuk mengoptimalkan transaksi dalam bisnis, Anda dapat menggunakan layanan Fund Transfer dari CRING! Payment Facilitator. Layanan ini sengaja dibuat untuk memfasilitasi pelanggan dalam hal pembayaran online ke berbagai bank tujuan. Fund transfer dari CRING! Payment Facilitator menawarkan dua tipe layanan yaitu Bank Validator Bank account Verification dan NPWP Verification.


  • Maksimalkan Manajemen Transaksi Bisnis dengan CRING! Payment Facilitator

    Maksimalkan Manajemen Transaksi Bisnis dengan CRING! Payment Facilitator

    manajemen transaksi bisnis dengan CRING!

    Transaksi merupakan hal rutin yang terjadi dalam sebuah bisnis. Penting bagi para pebisnis untuk dapat mengelola transaksi bisnis agar dapat membuat fondasi pengaturan keuangan yang kuat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengelolaan keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan teknologi manajemen transaksi. Namun sebelum itu, penting bagi para pemilik bisnis untuk memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan transaksi bisnis?


    Transaksi bisnis (business transaction) merupakan kegiatan pertukaran, baik berupa uang, barang, atau jasa yang dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan. Kegiatan ini biasanya melibatkan pihak ketiga untuk melakukan transaksi. Jika transaksi keuangan bernilai tinggi, umumnya perusahaan akan membutuhkan sebuah jurnal seperti jurnal penjualan atau jurnal pembelian. Namun, jika transaksi bernilai lebih rendah, maka laporan transaksi bisa langsung dimasukkan ke dalam buku besar.


    Baca Juga : Efisiensi Sistem Pemrosesan Transaksi Perusahaan


    Definisi Manajemen Transaksi

    Manajemen transaksi adalah peralatan manajemen berupa sistem akuntansi yang akan mencatat segala hal yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Sistem ini dapat membuat tingkat efisiensi pelayanan transaksi semakin terintegrasi dan teroptimasi. 

    Para pebisnis dapat memanfaatkan teknologi manajemen transaksi untuk mengelola transaksi bisnis agar lebih teratur dan terstruktur. Teknologi ini akan mengawasi, memastikan, dan menyederhanakan proses transaksi bisnis sehingga kegiatan transaksi dapat berjalan dengan lebih praktis. 


    5 Manfaat Manajemen Transaksi yang Baik dalam Bisnis

    Banyak perusahaan besar yang telah menggunakan manajemen transaksi agar bisnis dapat berjalan lebih optimal. Berikut adalah manfaat manajemen transaksi yang baik dalam bisnis.


    1. Efisiensi dan Akurasi 

    Kecanggihan sistem manajemen transaksi dapat membuat perusahaan menawarkan pelayanan transaksi yang efisien. Di samping itu, sistem ini juga dapat mengurangi kesalahan selama pemrosesan transaksi.


    2. Mengaudit Transaksi

    Teknologi manajemen transaksi bisnis dapat membuat proses audit transaksi dari awal hingga akhir berjalan secara otomatis. Selain itu, semua riwayat transaksi akan tersimpan dengan baik sehingga Anda dapat mencari transaksi yang diinginkan atau dibutuhkan. Hal ini tentu akan mempermudah dan meringkas pekerjaan mengaudit transaksi yang jika dilakukan secara manual dapat memakan waktu lebih banyak.


    3. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Proses transaksi dalam bisnis tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga penting bagi pelanggan. Jika proses transaksi yang harus dilewati cukup rumit, pelanggan kemungkinan akan berpikir berkali-kali untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, jika proses transaksi lebih sederhana dan cepat, pelanggan kemungkinan akan merasa lebih puas.


    4. Mengurangi Pengeluaran

    Dengan teknologi manajemen transaksi, banyak proses transaksi yang dapat disederhanakan dan diotomatisasi. Sehingga beberapa pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan oleh lebih sedikit karyawan. 


    5. Transformasi Digital Bisnis

    Sebuah bisnis tentu harus mengikuti tren agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan. Menggunakan sistem berbasis digital untuk kegiatan bisnis adalah salah satu hal yang dapat dilakukan. Perusahaan harus siap melakukan transformasi digital bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia modern yang serba digital.


    Faktor Penting dalam Sistem Manajemen Transaksi

    Sebelum menggunakan sistem manajemen transaksi untuk bisnis Anda, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan. Berikut adalah faktor penting dalam sistem manajemen transaksi. 


    Sistem Keamanan Data yang Canggih

    Keamanan data tentu menjadi faktor penting saat menggunakan sistem manajemen transaksi berbasis digital. Baik data pelanggan maupun data perusahaan harus terjaga dengan baik kerahasiaannya. Anda harus memastikan data memiliki sarana penyimpanan yang mutakhir agar tingkat keamanan sistem dapat terjamin.


    Sistem Autentikasi yang Mutakhir

    Untuk meningkatkan keamanan dalam bertransaksi, Anda perlu memilih sistem yang menyediakan  layanan tanda tangan elektronik (TTE) sebagai sistem autentikasi yang mutakhir.


    Sistem Kerja Otomatis

    Salah satu keunggulan yang dimiliki sistem manajemen transaksi berbasis digital adalah sifatnya yang bekerja otomatis. Kehadiran teknologi cloud juga memungkinkan berbagai jenis transaksi dapat diproses dalam satu tempat.


    Kemudahan Melakukan Integrasi

    Transaksi yang terintegrasi saat ini menjadi hal yang penting dalam sebuah bisnis. Sistem manajemen transaksi menawarkan kemudahan untuk melakukan integrasi yang dapat memberi keuntungan bagi perusahaan yang menyediakan berbagai jenis sistem pembayaran digital.


    Berbagai Macam Sistem Layanan Manajemen Transaksi untuk Bisnis

    Beberapa sistem manajemen transaksi mungkin pernah Anda temukan dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Berbagai macam sistem layanan manajemen transaksi untuk bisnis adalah sebagai berikut: 


    Sistem Online Banking

    Online banking adalah fasilitas yang disediakan bank agar para nasabah dapat melakukan transaksi secara online. Lewat situs web atau aplikasi bank tertentu, nasabah bisa mengecek saldo, transfer dana, pembayaran tagihan, dan lain-lain.


    Sistem Pembayaran Online

    Sebagian dari Anda tentu pernah berbelanja secara daring. Umumnya pembayaran dilakukan secara online dengan menggunakan virtual account, e-wallet, dan sebagainya. Selama proses pembayaran, sistem ini juga biasanya akan memberikan notifikasi seperti payment reminder, detail pembayaran, dan lain sebagainya.


    Sistem Tiket Online

    Layanan manajemen transaksi berikutnya adalah sistem tiket online yang dapat membantu proses pembelian tiket secara online. Sistem manajemen transaksi ini dapat mempermudah pelanggan membeli tiket dan melakukan pembayaran tanpa harus datang langsung ke loket penjualan.


    Sistem Invoice Online

    Layanan yang disediakan manajemen transaksi selanjutnya adalah sistem invoice online yang akan mempermudah pelaku bisnis mengirim atau menerima invoice pembayaran secara online. Pembayaran otomatis, pengiriman invoice, dan pelacakan pembayaran adalah fitur yang umumnya terdapat dalam sistem ini.


    Baca Juga : Efisiensi Sistem Pemrosesan Transaksi Perusahaan


    Optimalkan Manajemen Transaksi Bisnis Dengan CRING!

    Dengan manajemen transaksi, Anda dapat meningkatkan kinerja berbagai elemen dalam bisnis Anda. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, beberapa faktor penting harus tetap diperhatikan saat hendak memilih dan menggunakan sistem manajemen transaksi.  Anda bisa memanfaatkan CRING! Payment Facilitator yang dapat mengoptimalkan manajemen transaksi bisnis Anda.


    CRING! Payment Facilitator menyediakan berbagai layanan yang akan memudahkan proses pembayaran dan transaksi bisnis Anda. Untuk dapat memanfaatkan layanan secara maksimal, hubungi CRING! Payment Facilitator sekarang juga.

  • Memahami Sistem Pemrosesan Transaksi yang Efisien bagi Perusahaan

    Memahami Sistem Pemrosesan Transaksi yang Efisien bagi Perusahaan

    Sistem Pemrosesan Transaksi Efisien Perusahaan

    Seperti yang telah diketahui, bahwa tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba sebanyak-banyaknya. Tujuan tersebut dapat tercapai tentu dengan melibatkan banyak transaksi. Akan tetapi, semua transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis tetap harus diatur dalam sebuah sistem bernama pemrosesan transaksi agar keuangan perusahaan dapat terkelola dengan baik. Namun, bagaimana sistem pemrosesan transaksi?

    Sistem pemrosesan transaksi adalah sebuah sistem yang dapat membantu pengaturan pengadaan pencatatan transaksi rutin, baik harian, mingguan, atau bulanan, yang umumnya dibutuhkan dalam pengelolaan suatu bisnis.


    Baca Juga : Optimalkan Bisnis UMKM dengan Memiliki Rekening Bisnis


    Definisi Sistem Pemrosesan Transaksi

    Sistem pemrosesan transaksi atau dikenal juga sebagai Transaction Processing System (TPS) adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membantu pemrosesan transaksi, dimana sistem ini akan mencatat setiap transaksi dan mengolah datanya. Dalam bisnis, sistem ini biasanya digunakan untuk mencatat transaksi rutin harian seperti pembelian, penjualan, termasuk pembayaran gaji karyawan.


    Sistem pemrosesan transaksi cukup umum digunakan dalam sebuah bisnis karena kemampuannya dalam menyederhanakan hal yang berkaitan dengan transaksi. Cara kerja sistem ini dimulai dengan mengumpulkan data, kemudian mengolahnya untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.


    Fungsi Sistem Pemrosesan Transaksi untuk Perusahaan

    Sistem pemrosesan transaksi yang umum digunakan oleh perusahaan ini memiliki beberapa fungsi yang bermanfaat untuk bisnis, diantaranya adalah sebagai berikut.


    1. Pencatatan Transaksi

    Fungsi utama dari sistem pemrosesan transaksi adalah untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam sebuah bisnis. Sistem ini akan mencatat setiap transaksi secara detail tanpa ada yang terlewat. Selain itu, transaksi yang dicatat bukan hanya penjualan dan pembelian, harga jual barang yang mengalami perubahan pun akan tercatat oleh sistem pemrosesan transaksi ini.


    2. Pengolahan Database

    Dalam bisnis, semua jenis informasi penting untuk dicatat. Misalnya informasi penjualan, pembelian, harga barang, daftar barang, barang yang diretur, hingga waktu transaksi, semuanya harus terekam dengan baik. Hal ini tentu akan berguna menunjang performa bisnis yang sedang dijalankan.

    Semua informasi diatas akan dikumpulkan dalam sebuah database yang nantinya akan diolah oleh sistem pemrosesan transaksi. Data yang telah diolah tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan bisnis.


    3. Meningkatkan Performa Kinerja Perusahaan 

    Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwa data yang dihasilkan oleh sistem pemrosesan transaksi dapat menjadi bahan evaluasi, yang memungkinkan perusahaan terus menciptakan inovasi dan solusi untuk setiap masalah dalam bisnisnya. Hal tersebut dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang juga bisa berdampak pada kepuasan pelanggan. Sistem ini membantu beberapa pekerjaan menjadi lebih efisien sehingga performa kinerja perusahaan dapat meningkat.


    Tahapan dan Cara Kerja Sistem Proses Transaksi

    Untuk dapat memanfaatkan sistem pemrosesan transaksi dengan benar, Anda harus mengetahui tahapan dan cara kerja sistem pemrosesan transaksi, berikut adalah penjelasannya.

    Pengumpulan Data 

    Sistem ini memiliki fungsi dasar untuk mencatat transaksi, oleh sebab itu tahapan yang pertama dalam sistem pemrosesan transaksi ialah pengumpulan data. Semua data transaksi yang terjadi akan dimasukkan ke dalam sistem ini dengan dua cara, secara otomatis dan manual. Perlu diketahui, data tersebut harus berasal dari sumber yang akurat dan dicatat langsung agar tepat waktu.


    Pengolahan Data

    Setelah pengumpulan data, tahapan selanjutnya adalah pengolahan data. Semua data yang telah dimasukkan ke dalam sistem akan diolah lewat cara pemrosesan batch (batch processing) dan OLTP (Online Transaction Processing). 


    Pemrosesan batch merupakan suatu cara pengolahan data dimana semua data transaksi yang telah terjadi selama beberapa periode tertentu akan diakumulasi dan diproses sekaligus secara bersamaan. Bagi perusahaan yang mempunyai data dalam jumlah besar, tetapi sumber daya yang dimiliki terbatas, penggunaan metode ini akan sangat membantu.

    Sebaliknya, OLTP atau Online Transaction Processing adalah sistem pemrosesan data yang akan memproses dan mengolah semua data transaksi secara real-time sehingga tidak perlu menunggu data transaksi terakumulasi.


    Memahami Siklus Proses Transaksi

    Dalam sebuah sistem yang dapat bekerja secara berkala tentu terdapat siklus. Untuk dapat memanfaatkannya dengan benar, Anda harus memahami siklus proses transaksi. Berikut adalah siklus pemrosesan transaksi.


    1. Siklus Pengeluaran

    Pengeluaran tentu merupakan hal yang umum dalam sebuah bisnis, misalnya ketika perusahaan membutuhkan bahan baku rutin yang telah dijadwalkan atau pembayaran gaji karyawan yang harus dibayar setiap bulan. Anda bisa menggunakan siklus pengeluaran dari sistem pemrosesan transaksi untuk membuat pengeluaran rutin tersebut berjalan secara efisien. Sistem ini akan membantu proses transaksi rutin tersebut berjalan secara otomatis.


    2. Siklus Konversi

    Selanjutnya adalah siklus konversi, yang terbagi ke dalam dua subsistem yaitu produksi dan akuntansi. Untuk bagian produksi, sistem dapat membantu perencanaan dan penjadwalan pengadaan bahan baku. Sementara untuk bagian akuntansi, sistem ini bisa membantu mengawasi arus informasi biaya yang berkaitan dengan proses produksi.


    3. Siklus Pendapatan

    Terakhir, siklus pendapatan yang berkaitan dengan penjualan. Jika bisnis Anda telah memiliki pelanggan tetap dan telah memiliki jadwal pendistribusian, maka pendapatan yang diterima secara berkala tersebut dapat dikelola secara otomatis oleh sistem pemrosesan informasi. Tidak hanya itu, seluruh transaksi masuk, baik tunai maupun kredit, dapat diproses dan dicatat secara otomatis dengan menggunakan siklus pendapatan.


    Baca Juga : Integrasi Sistem Pembayaran untuk Tingkatkan Efisiensi Bisinis


    Sistem Pemrosesan Transaksi Real-time  bersama CRING!

    Setelah memahami definisi, fungsi, tahapan dan cara kerja, serta siklus pemrosesan transaksi, tentu Anda tertarik untuk menerapkan sistem ini ke dalam bisnis yang sedang Anda kelola. Untuk menemukan solusi sistem pemrosesan transaksi perusahaan, Anda dapat mengandalkan CRING! untuk membantu meningkatkan efisiensi bisnis Anda dengan proses pembayaran optimal. Salah satu contoh layanan yang ditawarkan oleh CRING! adalah virtual account yang mampu mengelola pembayaran tagihan dan invoicing. Tunggu apa lagi? Gunakan CRING! Payment Facilitator sekarang juga.

  • Pentingnya UMKM Memiliki Rekening Bisnis untuk Optimalkan Pertumbuhan Bisnis

    Pentingnya UMKM Memiliki Rekening Bisnis untuk Optimalkan Pertumbuhan Bisnis

    Rekening Bisnis Optimalkan Pertumbuhan Bisnis

    Memiliki rekening bisnis merupakan hal yang penting bagi Anda yang sedang mengelola UMKM. Pemisahan rekening pribadi dengan tabungan bisnis tidak boleh dianggap remeh karena dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan bisnis. Ketika suatu bisnis yang dikelola masih kecil, mungkin Anda masih meragukan apa pentingnya memiliki rekening bisnis, namun saat bisnis mulai berkembang Anda akan merasakan manfaat pemisahan tabungan bisnis dengan pribadi. Namun sebelum itu, Anda harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tabungan bisnis?


    Tabungan bisnis merupakan jenis rekening simpanan yang diperuntukan untuk kepentingan bisnis atau usaha. Pembukaan rekening bisnis juga dapat membantu mengelola keuangan perusahaan dengan lebih baik dan bijak agar aset pribadi dan perusahaan tidak tercampur. Artikel ini akan membahas tentang konsep dasar rekening bisnis, cara memiliki tabungan bisnis, serta manfaat memiliki rekening bisnis.


    Baca Juga : Mengoptimalkan Sistem Pembayaran untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis


    Konsep Dasar Rekening Bisnis

    Rekening bisnis pada dasarnya merupakan rekening yang dibuka untuk digunakan bagi kepentingan bisnis. Pembukaan rekening biasanya menggunakan nama perusahaan atau nama usaha. Dengan rekening bisnis, pelaku bisnis dapat dengan mudah mengawasi uang masuk dan uang keluar dalam bisnisnya. Hal ini, akan mempermudah proses pengelolaan keuangan, sehingga laporan keuangan dapat dibuat dengan lebih jelas dan terperinci.


    Selain itu, beberapa rekening bisnis juga biasanya menyediakan layanan pembayaran virtual account (VA) yang dapat memudahkan proses transaksi dalam bisnis Anda. Saat ini, kemudahan dalam proses pembayaran juga menjadi pertimbangan pelanggan untuk memberikan loyalitasnya. Salah satu contoh bank yang menyediakan layanan virtual account adalah BNI.


    Cara Memiliki Tabungan Bisnis

    Bagi Anda yang baru memulai bisnis, mungkin Anda sedikit bingung dengan pembukaan rekening atau tabungan bisnis. Berikut adalah cara memiliki tabungan bisnis.

    1. Memilih Bank yang Tepat

    Sebelum membuka tabungan bisnis, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu bank apa saja yang memiliki produk rekening bisnis. Kemudian pilih bank yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis yang sedang Anda jalani. Pastikan juga bank yang akan dipilih memiliki reputasi baik yang dapat menjamin keamanan rekening bisnis Anda.


    2. Siapkan Dokumen dan Persyaratan yang Diperlukan

    Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan untuk rekening bisnis. Selain itu, beberapa bank memiliki persyaratan yang harus dipenuhi saat hendak membuka rekening bisnis seperti identitas pemilik bisnis, NPWP pendiri dan entitas usaha, sertifikat pendaftaran perseroan, akta pendirian, dan beberapa dokumen lain sesuai ketentuan bank.


    3. Hubungi dan Datangi Bank

    Setelah menentukan bank yang akan dipilih dan menyiapkan dokumen persyaratan, tahap berikutnya adalah menghubungi pihak bank untuk membuat janji temu terkait pembukaan rekening bisnis. Kemudian datangi bank secara langsung dan serahkan semua dokumen persyaratan. Namun, biasanya Anda akan diminta mengisi formulir terlebih dahulu untuk pembukaan rekening.


    4. Aktivasi Rekening

    Setelah mengajukan permohonan pembukaan rekening, umumnya bank akan mengecek dan meninjau dokumen persyaratan yang diserahkan oleh Anda. Jika sesuai ketentuan dan disetujui, bank akan menyerahkan kartu ATM rekening bisnis dan memberikan instruksi cara penggunaannya.


    Kerugian Jika UMKM Tidak Memiliki Rekening Bisnis

    Rekening bisnis bersifat penting karena terdapat kerugian jika tidak memilikinya. Berikut adalah beberapa kerugian jika UMKM tidak memiliki rekening bisnis.

    1. Perhitungan Pajak Kurang Tepat

    Menggabungkan dana pribadi dan bisnis dapat menyebabkan pembengkakkan jumlah pajak. Jika keuangan tidak dipisah, maka dana pribadi berpotensi dihitung sebagai laba saat perhitungan pajak yang membuat nominal pajak jadi lebih besar. 


    2. Potensi Terjadinya Penggelapan Dana

    Saat UMKM didirikan oleh lebih dari satu orang, kemudian mereka sepakat untuk menggunakan rekening pribadi salah satu pendiri untuk kebutuhan bisnis, maka potensi penggelapan dana bisa saja terjadi. Pemilik rekening bisa saja menyalahgunakan uang perusahaan di rekening pribadinya. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya dana perusahaan disimpan dalam rekening bisnis yang terpisah dari rekening pribadi.


    3. Dapat Dicurigai sebagai Transaksi Tidak Lazim

    Fenomena penyembunyian omzet bisnis lewat rekening pribadi seringkali ditemukan oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Dana tersebut biasanya disembunyikan agar tidak perlu dilaporkan melalui SPT Tahunan Badan. Oleh sebab itu, transaksi bisnis yang terjadi pada rekening pribadi dapat dicurigai sebagai transaksi tidak lazim dan mencurigakan.


    Baca Juga : API Pembayaran Digital yang Optimalkan Transaksi Bisnis


    Manfaat Memiliki Rekening Bisnis

    Terdapat beberapa manfaat memiliki rekening bisnis yang terpisah dari rekening pribadi. Berikut adalah manfaat memiliki rekening bisnis yang perlu Anda ketahui.

    1. Mengontrol dan Mempermudah Rencana Keuangan Bisnis

    Memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi membuat Anda lebih mudah mengawasi uang masuk dan uang keluar. Anda juga dapat memastikan keuntungan dan kerugian yang dialami. Lewat data tersebut Anda dapat mengontrol dan mengatur rencana keuangan untuk masa mendatang agar bisnis Anda terus berkembang dan tidak mengalami kerugian.


    2. Evaluasi Kinerja Bisnis

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa dengan rekening bisnis Anda dapat mengetahui untung dan rugi yang dialami. Hal ini akan membantu Anda dalam mengevaluasi bisnis, sehingga dapat segera mencari solusi jika terdapat masalah keuangan dalam bisnis yang sedang dijalani.


    3. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme

    Adanya rekening perusahaan membuat Anda terlihat memiliki kredibilitas, sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan, baik rekan bisnis maupun pelanggan, terhadap bisnis Anda. Selain itu, pemisahan rekening bisnis dan pribadi juga dapat meningkatkan profesionalisme bisnis Anda. 


    4. Memudahkan Perhitungan Pajak

    Membayar pajak tentu akan menjadi kewajiban bagi Anda yang mengelola bisnis. Pemisahan rekening perusahaan dan pribadi akan membantu memudahkan perhitungan pajak dan menghindari pembengkakan nominal pajak jika jumlah dana pribadi dan bisnis tidak dipisah.


    5. Mencegah Kebangkrutan

    Saat uang pribadi dan bisnis tidak dipisah, Anda mungkin akan kesulitan memberikan batasan yang berpotensi terpakainya dana bisnis untuk kebutuhan pribadi. Jika hal ini terjadi secara berkala, Anda bisa kehilangan modal bisnis dan mendorong pada kebangkrutan. Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan uang pribadi untuk menutupi kerugian bisnis, hal ini harus dicegah agar aset pribadi Anda tetap terlindungi. 


    Optimalkan Transaksi Rekening Bisnis Anda Bersama CRING!

    Oleh karena itu, sebaiknya Anda memisahkan rekening bisnis dan rekening pribadi agar hal-hal yang mungkin merugikan tidak terjadi. Pilihlah bank yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Hubungi tim CRING! sekarang, untuk berbagai layanan yang dapat memudahkan pengelolaan keuangan perusahaan Anda.

  • Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan Optimalkan Integrasi Sistem Pembayaran

    Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan Optimalkan Integrasi Sistem Pembayaran

    Efisiensi Bisnis dengan Sistem Pembayaran

    Dalam sebuah bisnis, transaksi adalah peristiwa yang selalu terjadi, dimana setiap transaksi akan berfungsi untuk terus mengembangkan bisnis. Dengan ekosistem pembayaran digital yang makin merebak di masyarakat, pelaku bisnis perlu mengoptimalkan integrasi sistem pembayaran bisnis berjalan semakin efisien. Namun, sebelum itu pebisnis tentu perlu memahami apa yang dimaksud dengan sistem pembayaran?


    Menurut Bank Indonesia, sistem pembayaran ialah berupa peraturan, lembaga, dan metode yang digunakan untuk melakukan transfer dana untuk memenuhi kewajiban dalam kegiatan ekonomi. Saat ini ada banyak sistem pembayaran yang berlaku di Indonesia dan dapat dipisahkan dalam dua kelompok yaitu konvensional dan digital. Sistem pembayaran digital yang kini banyak digunakan telah memunculkan berbagai metode pembayaran. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan integrasi sistem pembayaran untuk menyederhanakan proses transaksi dalam bisnis mereka.


    Baca Juga : API Pembayaran Mengoptimalkan Bisnis dengan lebih efisien dan Flexible


    Memahami Konsep Integrasi Sistem Transaksi Pembayaran

    Integrasi sistem pembayaran merupakan istilah yang merujuk pada metode atau mekanisme pembayaran, dimana semua jenis pembayaran digital yang digunakan akan tersambung pada sebuah software yang akan membantu pelaku bisnis mengelola semua transaksi, baik uang masuk atau keluar, menjadi lebih efektif dan efisien. 


    Sistem pembayaran yang terintegrasi ini biasanya didukung oleh sebuah teknologi bernama API yang disediakan oleh pihak ketiga. Sistem API ini akan menjadi perantara antara pembayar dan penerima dalam proses pembayaran di halaman situs web atau aplikasi pembayaran. Dengan sistem API pembayaran, semua transaksi dan data keuangan dalam sebuah bisnis dapat terintegrasi dan berjalan dengan baik.


    Pebisnis amat perlu mempertimbangkan penggunaan integrasi sistem pembayaran karena memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Sistem ini akan membantu menyederhanakan proses transaksi, dari awal pembelian hingga selesai. Selain itu, integrasi sistem pembayaran juga akan membantu meringkas tugas atau hal-hal operasional perusahaan.


    Manfaat Integrasi Sistem Pembayaran untuk Bisnis

    Kehadiran suatu teknologi tidak hadir tanpa sebab. Begitu juga dengan integrasi sistem pembayaran yang memiliki banyak manfaat untuk bisnis. Berikut adalah manfaat integrasi sistem 

    1. Lebih Cepat dan Praktis

    Penggunaan integrasi sistem pembayaran akan membuat proses transaksi lebih cepat dan praktis. Sebaliknya, sistem pembayaran yang belum terintegrasi membuat proses transaksi lebih panjang karena harus melewati beberapa tahapan. Saat sedang berbelanja di e-commerce dan pembeli memilih e-wallet sebagai metode pembayaran, seringkali pembeli harus bolak-balik antara situs web e-commerce dan aplikasi e-wallet. Proses ini memakan waktu lebih lama dibanding jika perusahaan menggunakan sistem pembayaran terintegrasi.

    Dengan integrasi sistem pembayaran, pembeli bisa langsung memberikan informasi pembayaran tepat saat mereka melakukan check out barang. Oleh karena itu, sistem ini membuat proses transaksi lebih cepat dan praktis.


    2. Otomatisasi Laporan Keuangan

    Manfaat selanjutnya adalah otomatisasi laporan keuangan. Integrasi sistem pembayaran akan mencatat semua transaksi yang terjadi secara otomatis. Hal ini akan mempermudah perusahaan dalam memantau perkembangan penjualan serta jumlah pajak yang mesti dibayar perusahaan.


    3. Mengurangi Kesalahan Pencatatan

    Menyambung dari manfaat sebelumnya, laporan keuangan yang telah tercatat secara otomatis dapat mengurangi kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi jika dilakukan secara manual. 


    3. Keamanan Tinggi 

    Integrasi sistem pembayaran yang biasanya menggunakan payment API yang telah dilengkapi dengan keamanan tingkat tinggi seperti enkripsi data dan deteksi penipuan. Oleh karena itu, bisnis yang menggunakan API pembayaran memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dalam proses transaksi dibanding dengan yang tidak menggunakan sistem ini.


    4. Metode Pembayaran Beragam

    Sistem pembayaran digital membuat opsi metode pembayaran semakin banyak. Integrasi sistem pembayaran mengizinkan pelaku bisnis untuk menawarkan berbagai pilihan jenis pembayaran kepada pelanggan, sehingga pelanggan dapat menggunakan jenis pembayaran sesuai dengan preferensi masing-masing.


    Pembeli dapat menggunakan berbagai metode pembayaran seperti e-wallet, transfer bank, online/mobile banking, kartu kredit/debit, dan lain-lain. Hal ini akan membuat bisnis menjangkau konsumen dengan skala lebih luas yang tentu saja akan menguntungkan bisnis. 


    Baca Juga : Perkembangan Sistem Pembayaran Digital di Indonesia


    Optimalkan Transaksi dengan Integrasi Sistem Pembayaran

    Setelah melihat penjelasan di atas, Anda tentu tertarik menggunakan integrasi sistem pembayaran untuk bisnis Anda. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memilih produk sistem ini. Berikut adalah tips memilih penyedia layanan integrasi sistem pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.


    1. Penyederhanaan Proses Pembayaran

    Salah satu fungsi integrasi sistem pembayaran atau API pembayaran adalah untuk menyederhanakan proses pembayaran. Oleh karena itu, pastikan penyedia layanan yang akan dipilih dapat membuat proses transaksi bisnis Anda lebih sederhana agar pelanggan semakin puas.


    2. Kostumisasi

    Perlu Anda ketahui, API pembayaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan kostumisasi, Anda bisa memastikan pengalaman pembayaran yang akan diberikan kepada pelanggan dapat dibuat senyaman mungkin.


    3. Tingkat Keamanan yang Tinggi

    Detail transaksi dan data pelanggan biasanya disimpan oleh penyedia payment API. Sehingga Anda harus memastikan penyedia layanan akan memberikan perlindungan terhadap data tersebut dan memastikan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.

    4. Opsi Pembayaran

    Untuk menjangkau konsumen dalam skala luas, penawaran opsi pembayaran yang variatif merupakan hal yang perlu dilakukan. Maka pilihlah penyedia layanan yang menyediakan metode pembayaran yang lengkap.


    Integrasikan Sistem Pembayaran Bisnis Anda Menggunakan CRING!

    Untuk mengoptimalkan bisnis, Anda bisa menjadikan CRING! sebagai pilihan. CRING! dapat membantu pengelolaan keuangan perusahaan Anda. CRING! Payment Facilitator juga menawarkan berbagai metode dan jenis pembayaran digital seperti Virtual Account (Credit & Debit), Fund Transfer, Bank Validator, Direct Debit dan RDL yang dapat diintegrasikan. Oleh karena itu, gunakan CRING! Payment Facilitator, sekarang juga

  • Optimalkan Bisnis dengan API Pembayaran yang Lebih Efisien dan Flexible

    Optimalkan Bisnis dengan API Pembayaran yang Lebih Efisien dan Flexible


    Bisnis dengan API Pembayaran

    Saat ini, sistem pembayaran online atau pembayaran digital telah umum digunakan. Banyaknya pilihan jenis pembayaran membuat masyarakat memiliki kebebasan memilih mana yang paling nyaman digunakan. Namun, pernahkah Anda terpikir bahwa perbedaan jenis pembayaran tersebut bisa saja menghambat proses transaksi? Tetapi hal tersebut hampir jarang terjadi karena penggunaan sebuah teknologi bernama API pembayaran atau payment API. 


    Artikel ini akan membahas tentang sistem pembayaran API, cara kerjanya, serta keunggulan penggunaan payment API. Namun, sebelum membahas lebih jauh, Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu payment API? 


    Baca Juga : Perkembangan Sistem Pembayaran Digital Di Indonesia


    Mengenal Sistem Pembayaran API

    API atau Application Programming Interface adalah sebuah software yang dikembangkan untuk menghubungkan berbagai aplikasi yang berbeda. Proses penghubungan ini memungkinkan aplikasi-aplikasi tersebut melakukan penukaran data. Hal ini juga berlaku dalam sistem transaksi. Saat sebuah perusahaan menerapkan sistem ini dalam transaksi bisnisnya, API sedapat mungkin akan membantu mengatur dan meringkas proses pembayaran, yang memungkinkan aplikasi web dan seluler dapat melakukan pay-in dan pay-out.


    API pembayaran membuat proses transaksi lebih cepat dan efisien. Teknologi ini akan mengintegrasi berbagai aplikasi sistem pembayaran dan bertindak sebagai perantara antara bisnis dan pelanggan. API pembayaran melayani bisnis yang menggunakan berbagai jenis pembayaran digital, sehingga pelanggan dapat memilih metode pembayaran pilihan masing-masing. Payment API juga memberikan layanan transmisi informasi pembayaran yang aman bagi kedua belah pihak, serta memastikan proses transaksi berjalan dengan lancar tanpa hambatan. 


    Cara Kerja Sistem Payment API

    Cara kerja sistem payment API cukup mudah dipahami karena hal tersebut merupakan kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan oleh banyak orang yang melakukan transaksi digital. Permintaan pembayaran yang dilakukan secara digital akan dikirim ke sistem API pembayaran. Setelah itu, sistem akan memvalidasi detail informasi pembayaran. Jika semua data valid, sistem akan meneruskan ke penyedia pembayaran dan meminta otorisasi. Kemudian pembayaran akan diproses dan dana yang dikirim oleh pelanggan akan ditransfer ke bisnis Anda. Setelah semua proses selesai dilakukan, sistem akan mengirim konfirmasi transaksi baik kepada pelanggan maupun bisnis Anda.


    Di samping itu, ada berbagai fungsi yang dapat dilakukan oleh API pembayaran yang akan membantu bisnis Anda. Beberapa fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Pembayaran Massal

    Melakukan pembayaran ke banyak penerima bisa saja memakan banyak waktu, tetapi payment API dapat menyederhanakan proses tersebut dengan mendistribusikan pembayaran ke banyak penerima sekaligus.


    2. Pembayaran Otomatis

    Proses pembayaran dapat diotomatisasi oleh API pembayaran. Sistem ini akan membuat pembayaran dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan.


    3. Status Pembayaran

    Transparansi dalam transaksi adalah hal yang penting. Informasi dan detail transaksi secara real-time merupakan layanan yang diberikan oleh payment API.


    4. Rekonsiliasi Pembayaran

    Payment API juga menawarkan layanan rekonsiliasi pembayaran yang dapat membuat laporan keuangan dibuat secara akurat.


    5. Patuh pada Peraturan

    Saat menjalankan bisnis, tentu ada beberapa hukum yang mesti dipatuhi. Payment API dapat membantu Anda mematuhi peraturan dan memenuhi persyaratan hukum dalam berbisnis.


    Bisnis Lebih Optimal dengan API Pembayaran

    Bisnis Anda akan lebih optimal dengan memanfaatkan API pembayaran. Berikut adalah keunggulan API pembayaran yang perlu diketahui.

    1. Efisiensi

    API pembayaran yang dapat membuat transaksi dilakukan secara otomatis akan meringkas alur kerja proses pembayaran manual. Hal ini akan menghemat waktu dan tenaga sehingga proses transaksi dapat berjalan lebih efisien.


    2. Peningkatan Pengalaman Pelanggan

    Proses transaksi yang dapat dilakukan dengan cepat dapat membuat pelanggan merasa nyaman dan puas, yang dapat memicu peningkatan loyalitas pelanggan terhadap bisnis Anda.


    3. Mengurangi Risiko

    API pembayaran memiliki tingkat keamanan yang tinggi seperti enkripsi data dan deteksi penipuan. Tingginya tingkat keamanan akan melindungi dan mengurangi risiko yang mungkin dialami oleh bisnis maupun pelanggan.


    4. Transparansi

    Informasi dan detail transaksi secara real-time yang merupakan layanan dari API memberikan transparansi mengenai status pembayaran kepada bisnis.


    5. Mendukung Inovasi dan Keunggulan Bisnis yang Kompetitif

    Saat menggunakan payment API, bisnis Anda akan memiliki keunggulan dalam metode transaksi. Anda dapat menawarkan berbagai pilihan metode pembayaran kepada pelanggan dan pelanggan Anda akan mendapat pengalaman proses pembayaran yang cepat, aman, dan nyaman.


    Baca Juga : SPE Solution Berikan Dukungan untuk UMKM dengan Acara CRING! Talks


    CRING! Payment Facilitator dengan Layanan API Pembayaran

    Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan bisnis, Anda bisa memulainya dengan menggunakan layanan API Pembayaran CRING! yang merupakan produk perbankan yang sengaja dirancang untuk memberikan layanan transaksi bisnis yang lebih efektif dan efisien. CRING! menawarkan berbagai layanan produk yang telah terintegrasi melalui API.


    CRING! dapat membantu pelaku bisnis mengelola arus kas masuk dan keluar dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional serta menghemat waktu.


    CRING! Payment Facilitator sengaja dikembangkan agar dapat menjadi solusi bagi bisnis terutama dalam hal transaksi keuangan digital. Berbagai jenis pembayaran digital seperti Virtual Account (Credit & Debit), Fund Transfer, Bank Validator, Direct Debit dan RDL dapat diintegrasikan melalui layanan CRING! dan semua transaksi yang terjadi akan bersifat real-time. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi Tim CRING! Payment Facilitator untuk mengunakan layanan API Pembayaran CRING! untuk optimalkan bisnis Anda.


  • 10 Sistem Pembayaran Digital dan Perkembangannya di Indonesia

    10 Sistem Pembayaran Digital dan Perkembangannya di Indonesia


    pembayaran digital di Indonesia

    Dewasa ini, sistem pembayaran digital telah sangat populer digunakan di Indonesia. Terdapat lebih dari satu jenis pembayaran digital yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan memudahkan proses transaksi. Untuk dapat menggunakannya, tentu Anda harus mengetahui apa saja sistem pembayaran digital?


    Sebelum membahas lebih jauh tentang sistem pembayaran digital, artikel ini akan terlebih dahulu menjelaskan apa itu sistem pembayaran. Mengutip dari situs web Bank Indonesia, sistem pembayaran merupakan sistem yang meliputi seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk melakukan transfer atau pemindahan dana dengan tujuan untuk memenuhi suatu kewajiban yang muncul dari suatu kegiatan ekonomi. Sedangkan sistem pembayaran digital merupakan sebuah metode yang memungkinkan seseorang dapat bertransaksi atau melakukan pembayaran menggunakan teknologi tertentu tanpa uang tunai atau cashless.


    Baca Juga : Perkembangan Terkini Transaksi Digital


    Proses Perubahan Sistem Pembayaran

    Layaknya zaman yang terus berkembang dan mengalami perubahan, sistem pembayaran pun mengalami hal serupa. Transaksi yang dulu hanya dilakukan dengan cara barter, kini mengalami evolusi hingga ke tingkat paling canggih. 


    Evolusi sistem pembayaran yang terjadi dipengaruhi oleh tiga faktor diantaranya ialah inovasi teknologi dan model bisnis, tradisi masyarakat, dan kebijakan otoritas. Ketiga faktor ini membuat sistem pembayaran terus mengalami perubahan. Misalnya pada saat masa sistem pembayaran barter, ketika benda yang akan ditukar memiliki nilai yang tidak setara, maka manusia menciptakan inovasi berupa uang komoditas.


    Inovasi tersebut terus berkembang seiring kemajuan zaman. Setelah uang komoditas, muncul uang kerang, uang logam, uang kertas, ATM, online banking, hingga contactless card. Proses perubahan sistem pembayaran tak hanya berlaku pada alat pembayaran konvensional, hal ini juga mempengaruhi perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia.


    Perkembangan Sistem Pembayaran Digital di Indonesia

    Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia tak lepas dari kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat. Setelah uang kertas aktif digunakan, muncul sistem pembayaran transfer dana elektronik, kemudian kartu kredit, hingga ATM. Sistem pembayaran tersebut ternyata digemari oleh banyak orang, sehingga bank-bank menciptakan produk serupa untuk memenuhi kebutuhan nasabah agar dapat melakukan transaksi ekonomi digital.


    Tidak berhenti disitu, kehadiran transfer dana elektronik, kartu kredit, dan ATM rupanya menginisiasi sistem pembayaran payment card. Setelah itu, muncul inovasi-inovasi sistem pembayaran lainnya seperti EFTPOS, Online Banking (Internet Banking dan Mobile Banking) Contactless Card, sampai Bitcoin. Bitcoin sendiri merupakan mata uang kripto atau cryptocurrency yang diprediksi akan menjadi mata uang digital di masa depan.


    Baca Juga : Cring! Talks, Komitmen SPE Dukung Bisnis UMKM


    Jenis-jenis Pembayaran Digital di Indonesia

    Saat ini terdapat berbagai jenis pembayaran digital yang dapat digunakan di Indonesia. Jenis-jenis pembayaran yang berlaku diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Kartu Debit

    Kartu debit termasuk jenis pembayaran yang sangat umum digunakan di Indonesia. Anda dapat melakukan tarik tunai atau pembayaran langsung menggunakan kartu di berbagai merchant. Perlu diketahui kartu debit terhubung langsung ke rekening tabungan, sehingga saldo di rekening tabungan akan terpengaruh saat Anda bertransaksi menggunakan kartu ini.


    2. Kartu Kredit

    Kartu kredit bersifat pascabayar, dimana Anda dapat bertransaksi terlebih dahulu menggunakan kartu ini, kemudian tagihan dapat dibayarkan di akhir bulan nanti. Namun, nominal yang dapat digunakan dalam kartu kredit biasanya memiliki limit tertentu.


    3. Transfer Bank

    Jenis pembayaran yang satu ini tentu sudah tidak asing bagi Anda. Lewat transfer bank, nasabah dapat mentransfer dana atau memindahkan uang dari satu rekening ke rekening yang lain. Saat ini, transfer bank dapat dilakukan melalui ATM atau online banking.


    4. Internet Banking

    Internet banking adalah layanan yang dapat digunakan untuk bertransaksi oleh nasabah melalui situs web bank. Layanan internet banking dapat diakses kapanpun dan dimanapun.


    5. Mobile Banking

    Mobile banking atau m-banking merupakan fasilitas yang disediakan oleh bank berupa aplikasi. Nasabah dapat menggunakannya untuk transaksi seperti transfer, top up, hingga membayar berbagai tagihan.


    6. E-Wallet

    E-wallet atau dompet digital difungsikan untuk menyimpan uang digital yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi digital. Contoh E-wallet yang umum digunakan di Indonesia yaitu GoPay, OVO, Dana, dan lain-lain.


    7. E-Money

    E-money atau uang elektronik merupakan salah satu produk perbankan yang dimaksudkan untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi digital atau non-tunai. E-money umumnya digunakan untuk ongkos transportasi, membayar tagihan tol, parkir, hingga belanja.


    8. QRIS

    QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi Bank Indonesia untuk mengintegrasikan sistem pembayaran digital. Transaksi jadi lebih mudah dan cepat hanya dengan memindai kode QR untuk melakukan pembayaran.


    9. PayLater

    PayLater memiliki konsep yang mirip dengan kartu kredit, tetapi tanpa kartu. Pengguna dapat melakukan pembelian terlebih dahulu dan tagihan bisa dibayarkan nanti, tergantung pada tenggat yang diberikan oleh penyedia layanan.


    10. Virtual Account

    Virtual account merupakan sistem pembayaran digital dengan menggunakan nomor rekening yang dibuat khusus untuk satu pengguna. Penyedia layanan akan memberikan nomor rekening virtual yang berbeda untuk setiap pengguna. Virtual account biasanya digunakan untuk membayar tagihan di e-commerce, pembayaran tiket, dan lain sebagainya.


    CRING! Sistem pembayaran digital terpercaya


    Demikianlah penjelasan sistem pembayaran digital dan perkembangannya di Indonesia. Sistem pembayaran ini tidak hanya mempengaruhi masyarakat sebagai individu, tetapi juga berpengaruh terhadap bisnis. Oleh karena itu sukseskan bisnis Anda dengan menggunakan jasa CRING! sistem pembayaran digital terpercaya.

  • CRING! Talks 2024, Innovations in Merchant Services : Enhancing Business Growth

    CRING! Talks 2024, Innovations in Merchant Services : Enhancing Business Growth

    seminar bisnis Innovation in Merchant

    Di era serba digital ini, para pebisnis harus pandai menyesuaikan diri agar bisnis yang dikelolanya terus relevan dengan perkembangan zaman. Pelaku bisnis harus tahu apa yang diinginkan pelanggan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik misalnya dalam hal sistem pembayaran. Oleh sebab itu, SPE Solution menggelar seminar bisnis Jakarta seperti CRING! Talks 2024 yang akan dibutuhkan oleh pelaku bisnis agar dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis. Namun, sebelum membahas lebih jauh, Anda harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud seminar bisnis?


    Seminar bisnis merupakan sebuah pertemuan yang sengaja digelar untuk membahas dan berdiskusi tentang bisnis dan ekonomi. Seperti namanya, seminar bisnis umumnya dihadiri oleh para praktisi atau pelaku bisnis. Namun, tidak menutup kesempatan bagi orang awam untuk turut menghadiri seminar.


    Penting bagi pelaku bisnis untuk mengikuti seminar bisnis karena terdapat banyak manfaat dan keuntungan yang akan didapatkan. Lewat event ini pebisnis dapat memperdalam ilmu dan mendapatkan informasi lebih tentang bisnis. Selain itu, pebisnis juga dapat memperluas jaringan untuk membuka peluang dan kesempatan yang lebih besar. Keuntungan lainnya adalah, dalam seminar bisnis biasanya para peserta mendapatkan sesi mentoring untuk berbisnis dan tak jarang mentoring dilakukan langsung dengan ahli.


    Baca Juga : Transaksi Lebih Aman dan Efisien dengan Transaksi Digital


    SPE Solution Menghadirkan Berbagai Event Bisnis

    SPE Solution yang memiliki visi menjadi perusahaan penyedia jasa digital yang terpercaya untuk UMKM, kembali menggelar seminar bisnis dengan topik Innovations in Merchant Services: Enhancing Business Growth with Digital  Payment Solutions. Event bisnis ini membahas bagaimana pembayaran digital dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis. 


    Dalam misinya untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, perusahaan kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik. Untuk alasan tersebut pula, SPE Solution menggelar seminar bisnis. Para pelaku bisnis mulai dari UMKM sampai perusahaan besar sekalipun, membutuhkan solusi untuk pengelolaan keuangan bisnis mereka, terutama di masa maraknya sistem pembayaran digital ini. 


    Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih dan serba cepat, para pelanggan dan konsumen juga menginginkan hal yang sama, kecepatan dalam bertransaksi. Saat ini ada berbagai produk perbankan yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran digital, tetapi dalam bisnis, pengelolaan keuangan dan arus kas tetap menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 


    CRING! Talks 2024, Dukung Perkembangan Bisnis Indonesia

    Alasan digelarnya seminar bisnis biasanya untuk memberikan saran jawaban atas tantangan yang sedang dihadapi oleh para pelaku bisnis, yang dalam hal ini adalah pembayaran digital yang telah merevolusi cara dalam berbisnis. Meski pembayaran digital memberikan kenyamanan dan fleksibilitas, pebisnis tetap harus mencari cara agar transaksi yang terjadi dalam bisnisnya tetap efisien dan terintegrasi.


    Seminar CRING! Talks 2024 membahas tentang peran sistem pembayaran yang terintegrasi. CRING! Talks berupaya memberdayakan peserta yang hadir dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk unggul di era digital. Hal ini mendorong pembicaraan pada topik penting yakni inovasi, efisiensi, dan keamanan dalam transaksi pedagang.


    SPE Solution telah memperkenalkan CRING! sebagai platform yang dirancang untuk menjadi fasilitator antara pelaku bisnis dan infrastruktur pembayaran digital yang kian canggih. CRING! dapat membantu mengoptimalkan operasional keuangan perusahaan, mengatasi tantangan dan peluang dalam penggunaan pembayaran digital, serta mengeksplorasi strategi untuk dapat memanfaatkan teknologi agar bisa mencapai keunggulan transaksional.


    Dengan menggunakan CRING! proses transaksi bisnis Anda akan lebih sederhana, pelanggan Anda pun akan merasakan pengalaman pembayaran yang aman, cepat, dan fleksibel. Selain itu, beragam layanan yang ditawarkan pun akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.


    Baca Juga : Perkembangan Terkini Transaksi Digital


    Dapatkan Transaksi Pembayaran Realtime dengan CRING! 

    Setelah mengikuti sesi seminar, sebagian dari Anda tentu tertarik menggunakan CRING! untuk sistem pembayaran yang lebih optimal. CRING! Payment Facilitator atau Bank Facilitator sendiri merupakan produk perbankan yang diluncurkan oleh SPE Solution dengan berbagai penawaran layanan produk yang terintegrasi melalui API. CRING! berkomitmen akan membantu klien dalam pemantauan, pengelolaan Cash-In dan Cash-Out secara real time.


    Transaksi real time tentunya merupakan hal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini akan membantu pengelolaan cash flow bisnis agar lebih efektif. Uang yang masuk dan keluar lewat rekening dapat segera tercatat, hal ini dapat mengurangi risiko kesalahan sehingga meningkatkan keakuratan dalam pengelolaan keuangan. Di samping itu, kecepatan transaksi yang terjadi juga dapat mempercepat siklus penjualan dan pembelian. Hal ini akan sangat menguntungkan bisnis Anda karena efisiensi operasional perusahaan akan meningkat. 


    Tunggu apalagi? Gunakan CRING! sekarang juga, untuk sistem pembayaran digital yang efisien dan terpercaya.